
Setelah membayar di kasir, Senja menatap terkejut dengan banyak belanjaan yang ada di hadapannya.
"Kenapa jadi banyak?"
Dia mengerutkan keningnya.
"Apa ini tidak salah?"
Senja bertanya pada kasir Perempuan dihadapan nya.
"tidak mbak, semua sudah benar, 2 kipas angin, 1 televisi 32 inc, 1 Lemari es 2 pintu kiri kanan dan 1 mesin cuci 1 tabung LG, total semuanya 19 juta bla bla bla ........"
Seketika Senja kembali membulatkan bola matanya, dia cukup gelagapan dan mencoba untuk mencari Cakra.
Ini bagaimana maksud nya?!.
dia mencari sosok tersebut ke kiri dan ke kanan celingukan kesana-kemari, agak bingung dengan keadaan, bukannya mereka hanya ingin membeli sebuah kipas angin, lalu kenapa membeli banyak sekali barang-barang lainnya?.
kalau tahu bakal sebanyak itu mungkin dia tidak akan menggesek kartu yang ada ditangan nya tersebut, dan tidak akan membayarnya tadi.
"Tuan...?"
Senja memanggil Cakra sedikit panik, membuat banyak ekor mata langsung menoleh ke arah dirinya diikuti oleh Cakra yang ada di ujung sana.
kata tuan membuat semua orang mengerutkan kening mereka, agak bingung saat melihat gadis cantik tersebut memanggil laki-laki di ujung sana dengan sebutan yang tidak lazim.
__ADS_1
acara tebak menebak terjadi di antara semua orang yang ada di sekitar senja, berpikir apakah mungkin itu adalah pembantu dan majikannya.
tapi senja tidak menampilkan penampilan sebagai seorang pelayan dari sang tuannya, terlihat seperti adik, saudara perempuan atau bahkan keponakannya.
ingin menebak mereka sepasang suami istri tapi selisih usia cukup jauh, senja jelas masih terlalu muda, mereka menebak gadis tersebut pasti baru saja lulus SMA.
ingin menebak jika mereka sepasang kekasih, tapi tidak begitu kelihatan harmonis, karena yang laki-laki tampak cuek sedangkan yang perempuan terlihat sedikit canggung.
Cakra jelas saja mengerutkan keningnya saat senja memanggilnya tuan di hadapan banyak orang, di mana bisa dilihat orang-orang mulai melirik ke arah mereka, tiba-tiba laki-laki tersebut menjadi tidak nyaman.
Senja bergerak mendekati dirinya, mendongakkan kepalanya karena tubuh senja jelas hanya sebatas dada Cakra tidak pula melewati dagunya, kemudian gadis tersebut bertanya.
"apa tuan tidak salah memesan dan mengambil barang?"
uang hampir 20 juta jelas bukan sedikit, mereka tidak pernah belanja lebih dari 500.000 untuk bulanan setiap kali masuk ke Lippo hanya untuk membeli beras dan kebutuhan dapur lainnya yang memang benar-benar dibutuhkan oleh mereka.
apalagi harus membeli perangkat mewah yang bagi senja tidak pernah bertengger di rumah mereka.
mendapatkan pertanyaan dari gadis di hadapannya tersebut jelas saja membuat Cakra langsung berkata.
"Apa masih ada yang kurang? mumpung masih di sini kita bisa membelinya dan minta mereka menunda untuk menutup mallnya"
enteng sekali laki-laki itu menjawab, seolah-olah masih ada waktu untuk mereka menghabiskan uang di dalam kartu hitam ajaib laki-laki tersebut.
"Maksudku apakah tuan tidak salah memesan? kenapa barangnya jadi banyak sekali? kita tidak membeli lemari es atau bahkan mesin cuci kenapa juga harus ada TV?"
__ADS_1
senja kembali bertanya untuk meyakinkan diri Cakra, mungkin kasirnya salah meletakkan barang pesanan dan meminta tagihan.
"mungkin tuan salah beli?"
yah senja juga berpikir mungkin laki-laki tersebut salah membeli barang.
"tentu saja tidak, itu semua benar"
laki-laki itu menjawab dengan cepat kemudian dia langsung bicara dengan salah satu pegawai yang ada di sisi kirinya.
"kami akan membawa kipasnya, pastikan barang lainnya tiba besok setelah pukul 12.00 siang"
Cakra bicara cepat memastikan jika mereka akan mengantar barang yang besok, pilihannya mereka harus mengantar barang tersebut setelah pukul 12 siang, tidak ingin menimbulkan kecemburuan dari mamanya, karena di jam segitu dia akan meminta Nabila untuk membawa mamanya entah itu berbelanja dan lain sebagainya.
dia tahu betul bagaimana sifat mamanya, menjaga hati kedua belah pihak jelas menjadi pilihannya, dia ingin mamanya tidak cemburu dan marah, juga dia harap mertuanya menyukai barang pembeliannya.
rumah itu sama sekali tidak memiliki isinya, dia pikir wajar saja dia membeli semuanya.
"Baik pak"
laki-laki di samping Cakra bicara sambil menganggukan kepalanya.
Senja sendiri masih bingung berusaha untuk memegang lengan laki-laki tersebut tapi Cakra langsung melengos pergi meninggalkan garis tersebut dalam kebingungannya.
meraih kipas angin yang ada di bagian kasir dan menentengnya dengan cepat menuju ke arah depan sembari tangan kanannya mengambil handphonenya dan mencoba untuk menghubungi seseorang.
__ADS_1