Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Senja diatas Cakrawala


__ADS_3

Cakra mengehala nafasnya untuk beberapa waktu, begitu gelisah bocah kecil di pelukan nya tidak mau melepaskan dirinya.


Semakin dia memaksakan diri melepaskan gadis kecil tersebut, semakin kencang tangisan nya.


"Aku akan cari mama nya dulu"


Anwar menjadi tidak enakan karena putri kecilnya tidak mau melepaskan anak bujangan yang menggendong nya.


Dia pikir putrinya benar-benar membuat nya geleng-geleng Kepala, tahu betul rupa laki-laki tampan.


Dia bicara pada bujangan dengan wajah tampan dihadapan nya Tersebut, bicara akan mencari mama Senja alias istrinya.


Malu kalau bilang aku akan cari Mak nya,. maklum mereka orang kampung, yang datang ke kota untuk mengobati istri nya yang sakit, dapat jatah pengobatan dari pemerintah, sangat bersyukur, namun harus tidur di rumah sakit mengingat tidak punya keluarga di Jakarta.


Ada teman dekat istri nya tapi keadaan nya ternyata kini tidak baik-baik saja.


Cakra menganggukkan kepalanya, membiarkan bapak-bapak seusia papa nya pergi dengan cepat yang kata nya mencari mama di dedek kecil.


Sejenak Cakra memperhatikan wajah gadis kecil dipangkuan nya, tidak tahu kenapa dia berdebar-debar melihatnya, mungkin respon normal seorang anak laki-laki yang selalu bermimpi punya adik lagi, tapi karena tahu diri sudah tua, mana mungkin minta adik lagi dengan mama nya.


"Pap...pa....pap...pa"


Jemari kecil itu mencoba menyentuh wajah Cakra, tertawa girang sambil memperlihatkan barisan gigi yang baru muncul beberapa biji, begitu lucu membuat Cakra terkekeh melihat nya, mereka duduk di kursi tunggu,tanpa sadar laki-laki tersebut tertawa geli melihat gadis kecil tersebut, kemudian secara perlahan dia mengajak nya bicara sambil sesekali mencium nya.

__ADS_1


Dibibir juga boleh.


Satu kali...


dua kali...


tiga kali....


sangat nakal, dia memberikan ciuman di bibir bayi orang.


"Papa? aku belum terlalu tua untuk jadi seorang ayah, paling cocok jadi Om muda"


Cakra bicara, sedikit keberatan dipanggil papa, rasanya tidak rela, dia masih SMA, paling pantas dipanggil kakak atau Om muda.


Dia kemudian membiarkan hidung nya menyentuh hidung baby mungil tersebut, tiba-tiba gadis kecil itu menggigit nya gemas, kemudian tertawa terbahak-bahak, terdengar indah dan nikmat, tawa bayi tergekak- gelak seperti tanpa beban.


"Berapa usia mu? hmmm aku tidak pandai menghitung waktu, belum pernah mengurus anak bayi sebelumnya"


Dia bicara seperti orang gila, bicara sendiri sejak tadi, tahu anak bayi mana mengerti bahasanya tapi sebenarnya itu pengalihan kegelisahan nya.


Dia masih khawatir soal mama nya.


Tiba-tiba saja berdiri dari sana, mencoba melangkah mencari kamar mama nya, dia pikir mungkin sebaiknya sambil melangkah, menunggu orang tua bocah tersebut menghampiri mereka.

__ADS_1


"Saat mama kamu datang jangan bilang masih tidak mau melepaskan Om tampan ini, kalau tidak aku bisa membawa mu pulang, menjadikan kamu milik ku dan tidak akan mengembalikan nya pada orang tua mu"


Cakra mengulum senyumannya, bicara sedikit melantur.


"Siapa nama kamu? Senja? orang-orang bilang Senja itu di atas Cakrawala, dan Cakrawala tidak bisa hidup tanpa Senja begitu pula sebaliknya,Kamu tahu sayang? kamu cantik, aku suka bola mata dan bibir indah kamu, kalau kamu seumuran aku, mungkin aku akan bilang dengan mama untuk menjadikan kamu kekasih ku, ah jadi istri juga boleh, aku bawa pulang kerumah lantas akan aku jadikan calon bidadari surga di istana Cakrawala"


Cakra terus bicara, membiarkan bola mata nya mencari kamar dimana Mama nya dirawat.


Senja kecil mendongakkan kepalanya, masih dalam posisi tertawa dia menatap Cakrawala, menyentuh wajah laki-laki yang menggendong nya dengan perasaan bahagia.


Tiba-tiba dia melompat kegirangan, berteriak senang sambil membiarkan tangan mungilnya memukul-mukul wajah Cakrawala.


Seolah-olah hati nya kegirangan mendengar ucapan laki-laki dewasa dihadapan nya.


Dan tanpa sadar barisan ucapan Cakra dicatat dalam buku harapan dan doa.



******


مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ


“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qof: 18)

__ADS_1


Contoh \=


untuk Moms sekalian jangan berkata kepada anak-anak kita dengan kata-kata yang buruk misal; “goblok”, “nakal” dan lainnya. Wallohu A’lam.


__ADS_2