
"Apa kamu mencintai Cakra?"
"Tidak"
"Lalu Kenapa menikah?"
"Bukankah mereka bilang Hidup Itu Memilih Bukan Pilihan? tapi realitanya kita tidak bisa melakukan nya"
Manusia adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk lainnya yang ada di dunia. Manusia memiliki akal sehat yang bisa digunakan untuk melakukan sesuatu sebelum bertindak. Akan tetapi kehidupan manusia bisa dikatakan baik dan sempurna apabila ia memperoleh kebahagiaan, baik berupa kebahagian batin, materi dsb. Sejatinya manusia ada di muka bumi tidak lain adalah untuk berbuat baik dan berguna untuk orang lain serta taat kepada-Nya agar memperoleh kebahagiaan yang kekal dan abadi.
Namun mereka terjebak dalam sebuah distorsi dimana ia pasrah akan suatu hal yang membuat hidupnya terkesan memaksa. Seandainya manusia dapat berfikir jernih ia akan memilih suatu hal yang membuat hidupnya tenang dan nyaman. Seharusnya memilih diantara pilihan adalah suatu hal yang sangat tepat, mengapa? Karena dengan memilih kita dapat siap melakukan sesuatu yang kita inginkan tanpa harus pasrah pada pilihan yang memaksa.
Tapi aku terjebak pada pilihan yang memaksa.
*****
"Mari mendiskusikan nya bersama"
tiba-tiba suara Cakra sudah terdengar di balik telinga nya, untungnya senja telah menghapus air matanya sejak tadi, dia buru-buru menoleh karena laki-laki yang ada di belakangnya tersebut, kemudian memilih membalikkan tubuhnya dengan cepat dan duduk dari posisi tidurnya.
"He em"
gadis itu menganggukkan kepalanya sembari ber'he em ria saat laki-laki dihadapan nya tersebut berkata mereka harus mendiskusikan semuanya bersama.
sejenak Cakra mengurutkan keningnya saat dia melihat bola mata senja tampak berkaca-kaca dan juga memerah.
dia pikir gadis tersebut sepertinya habis menangis, tapi masa bodoh itu bukan urusannya.
__ADS_1
"kamu tidak menangisi pernikahan ini bukan? ini hanya kesepakatan di antara kita berdua dimana kamu setuju dan aku setuju"
laki-laki tersebut bicara dengan cepat.
"sejak awal kita sudah tahu kita saling mendapatkan keuntungan di dalam perjanjian pernikahan ini, dan jangan melibatkan hati di dalam perjanjian yang kita buat, pastikan kamu tidak jatuh cinta pada ku hingga harus membuat kamu tertekan dan menangis seperti saat ini"
Cakra bicara dengan sedikit sombong, mencoba membentengi diri dan tidak ingin gadis di hadapannya tersebut jatuh cinta lebih dulu pada dirinya.
mendengar ucapan Cakra seketika membuat senja tertawa kecil, gadis tersebut kemudian berkata.
"aku tidak mungkin jatuh cinta pada tuan lebih dulu bahkan jika langit dan tanah berpindah posisi sekalipun, jika tuan memiliki masa lalu maka begitu juga dengan diriku, kita sama-sama memiliki cinta pertama yang posisi nya tidak akan tergantikan pada cinta kedua, sama seperti Rasulullah mencintai Khadijah pada akhirnya tidak akan pernah sama seperti Rasulullah mencintai Aisyah"
pernah mendengarkan kalimat yang paling menyakitkan di dalam hatinya? pernah kesombonganmu dijatuhkan oleh seseorang begitu saja?!.
tidak pernah selama 35 tahun lebih dia hidup, senja menjadi satu-satunya gadis yang menjatuhkan dirinya ke dasar bumi atas ucapan sombong dan dinginnya.
Cakra seketika mendengkur tidak percaya atas ucapan gadis yang tidak banyak bicara di hadapannya tersebut.
"sedikit bicara tapi sekalinya bicara kamu lebih menyakitkan daripada diriku"
ucap laki-laki tersebut kemudian.
"aku Anggap itu sebagai kata pujian, tuan"
balas Senja kemudian.
Cakra hanya menaikkan ujung bibirnya, sejak awal pertemuan mereka dia tahu saat dia menjelaskan panjang lebar soal perjanjian mereka jawaban gadis yang ada di hadapannya sangat singkat padat yang jelas pada masa itu.
__ADS_1
"Bisa aku mendapatkan uang muka nya?"
dia sudah bisa menebak karakter gadis tersebut, dari situ tidak akan peduli pada apapun kecuali uang dan juga orang-orang yang dianggapnya penting, dia memang lembut tapi begitu menyakitkan, dia memang patuh tapi diam-diam menghanyutkan.
"ambil jurnalmu dan Mari kita susun dengan benar tentang awal mula kita bertemu bagaimana cara kita bertemu dan siapa dulu yang jatuh cinta di antara kita"
laki-laki tersebut memerintahkan senja untuk mengambil jurnal yang memang pernah diberikannya pada gadis tersebut setelah pernikahan mereka, lu bawanya ke mana pun gadis tersebut pergi atau bahkan menyimpannya dengan rapat dengan caranya sendiri.
senja tidak menjawab hanya patuh menuruti apa ucapan Cakra, mulai bergerak mencari buku jurnal yang pernah diberikan Cakra kepada dirinya yang ada di dalam tasnya dan selalu dia bawa kemana-mana belakangan ini.
setelah mendapatkan buku tersebut gadis itu secara perlahan kembali naik ke atas kasur, menghadap ke arah Cakra dan menunggu apa yang dibicarakan oleh laki-laki tersebut.
pada akhirnya Cakra mulai berbicara menyusun setiap tanggal dan juga cara pertemuan mereka, tidak ingin ada satupun yang terlupa hingga satu saat nanti jika pertanyaan kembali menyelesaikan oleh salah satu keluarganya seperti apa yang dipertanyakan oleh papanya tadi, mereka tidak akan kehilangan komunikasi juga tidak akan klop memberikan keterangan antara satu dengan yang lainnya.
hingga pada akhirnya semua diskusi berjalan nyaris berakhir pada kata siapa yang jatuh cinta lebih dulu.
"jangan berkata akulah yang lebih dulu jatuh cinta pada tuan, seorang gadis miskin tidak akan mampu meluluhkan hati orang kaya yang memiliki segala-galanya, aku bukan Cinderella abad modern karena orang-orang tidak akan percaya jika aku jatuh cinta pada tuan lebih dulu"
Senja bicara sembari menatap bola mata Cakra, menunggu jawaban laki-laki di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.
mendengar ucapan dari gadis yang ada di hadapan itu seperti kamu bacakan tertawa mengambang tidak percaya.
"aku baru tahu jika kamu gadis yang cukup pintar"
ucap Cakra kemudian.
setelah itu keheningan terjadi di antara mereka, masih mencari jawaban yang tepat sebenarnya siapa yang seharusnya tertulis jatuh cinta lagi dulu di antara mereka didalam jurnal mereka.
__ADS_1