
"Aku sedang berpikir untuk berlibur sekitar tiga hari lagi, menghilangkan rasa penat di kota dan kesibukan yang tidak ada habisnya, lumayan hitung-hitung jatuhnya mengambil cuti perusahaan juga memangkas kerinduan di masa lalu"
Ucap laki-laki tersebut cepat sembari menoleh ke arah depan, memperhatikan sang penjual martabak yang masih fokus dengan pekerjaannya.
Senja terlihat diam sama sekali tidak menjawab ucapan dari Cakra.
hingga pada akhirnya sang penjual martabak bergerak membawa dua piring martabak ke arah mereka dan meletakkannya tepat di hadapan senja dan juga Cakra.
Senja langsung mencium aroma martabak tersebut dengan perasaan bahagia, baginya Rizki malam ini begitu luar biasa, tidak tahu bagaimana Allah memberinya rezeki yang begitu berlimpah ruah, bahkan makan merupakan salah satu rezeki tidak terduga.
gadis itu mengipas-ngibaskan kedua tangannya mengarahkan aroma martabak tepat ke hidungnya.
"Ohhhh aromanya benar-benar menggugah selera"
gadis tersebut berucap dengan penuh semangat, kini mulai menuangkan kuah kari ke dalam martabak yang ada di hadapannya diikuti oleh Cakra yang juga melakukan hal yang sama.
gadis itu menjejal 1 sendok rasa kuah kari di lidahnya, dia benar-benar merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa.
untuk ukuran gadis seperti dirinya Yang kerjanya mengikuti Mak nya jadi buruh cuci di rumah tetangga sembari menyelesaikan sekolahnya jelas saja makanan seperti ini akan mereka makan dalam tenggang waktu yang sangat jarang sekali dalam satu bulan.
__ADS_1
dibandingkan memikirkan untuk membeli makanan seperti itu mereka lebih memilih untuk membeli beras ataupun minyak.
jadi bagi Senja makanan seperti ini seperti rezeki yang berlimpah, dan ini satu kenikmatan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
Banyaknya ummat islam yang masih belum memahami apa itu rezeki, sebagian dari mereka hanya terfokus kalau rezeki itu hanya masalah uang, rumah, pendapatan, pakaian, kendaraan, hanya sekitar materi saja, dan banyak hal lainnya yang mereka tidak anggap rezeki. Padahal sebenernya rezeki itu didefinisikan oleh para Ulama’ dengan sangat luas, yaitu : “Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dan makhluk disini masuk di dalamnya manusia, jin, malaikat, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan semuanya ciptaan Allah ini dalam melalui roda kehidupan”.
Jadi, semua itu masuk ke dalam masalah rezeki, baik di dunia maupun di Akhirat nantinya, Jadi, ruang lingkup rezeki itu sangatlah luas. Dan rezeki ini Yang Menyiapkan dan tidak pernah habis stocknya dalam menyiapkan, hanya Satu, Allah SWT, Dialah Yang menyiapkan segala kebutuhan seluruh makhluk non stop dan tidak pernah habis stoknya, dan memang belum pernah ada yang mengikrarkan itu, kita pada saat haus hanya tahu minum, pada saat lapar cuma tau makan, Kalau tidak ada uang berarti minta ada uang tinggal membeli makanan dan makan, selesai laparnya hilang, kalau lelah pun tinggal istirahat, kita tidak pernah berfikir sebenernya darimana semua itu, itu adalah dari Allah SWT dan termasuk bagian dari rejeki, maka satu-satunya yang mengaku dan mengikrarkan kalau Dia yang menyiapkan segala kebutuhan bukan cuma manusia adalah Allah SWT. Kita akan coba sebutkan banyak sekali dalil tentang masalah ini, diantaranya Firman Allah SWT yang artinya.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Az Zariyat: 56-58).
Dan percayalah yang seperti ini benar-benar salah satu rejeki.
"Ngomong-ngomong Bang Cakra, beberapa bulan kemarin ada papa nya mbak Jelita loh kesini, makan dan ngobrol sama kita"
tiba-tiba sang penjual martabak bicara kearah Cakra saat dia menghidangkan martabak pada pembeli lainnya.
"Bagaimana Om?"
Cakra menoleh dengan cepat.
"Mungkin Om nya salah orang?"
__ADS_1
dia pikir tidak ada alasan Papa jelita datang ke Lubuklinggau, cukup terkejut mendengar ucapan dari laki-laki di hadapannya tersebut.
"ya nggak mungkin Bang Cakra, aku kenal betul sama mertua mu, dia bilang kesini mau cari anak laki-laki dan perempuan nya yang dia buang di masa lalu"
Cakra masih menampilkan ekspresi bahagia nya tadi, tapi begitu laki-laki tersebut berkata begitu, seketika ekspresi wajah Cakra berubah.
"Ya?"
Lagi Cakra bertanya dengan cepat.
"Anak bungsu nya juga datang sore tadi, kebetulan sekali"
Lanjut laki-laki itu lagi.
Dan sekali lagi Cakra terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh laki-laki dihadapan nya tersebut.
siapa? Riana?!.
Seketika wajah Cakra benar-benar berubah warna.
Senja terlihat bingung, menatap Cakra sambil menggerutu keningnya.
__ADS_1