Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Tahu tentang mereka


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


pusat kota.


Berapa lama mereka menunggu sembari menatap kearah pintu ruangan operasi yang sejak tadi tertutup dengan sempurna, belum juga ada tanda-tanda Operasi selesai dan lampu bagian atas penanda selesai dimatikan, suasana tidak baik-baik saja dimana Mak terus mengeluarkan isakan nya, tenggelam dalam pelukan Senja untuk waktu yang jelas sudah lama.


Senja menatap satu persatu orang-orang yang ada disekitar nya, memperhatikan mimik wajah semua orang saat ini.


Ada papa mertua, mama mertua, Mak, bapak yang baru menyeret langkah dengan kursi roda ditemani April dan tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang usia nya se usia mertua nya dan juga seusia bapak, mendekati dia dan Mak kemudian menyentuh lembut bahu Mak.


Senja mengerut kan keningnya saat melihat adegan dimana Mak berbalik menatap laki-laki kharismatik yang wajah nya agak mirip dengan.....


Sejenak Senja mengerutkan keningnya kembali.


Mirip Abang Rudi nya saat remaja, meskipun sekarang masih ada kemiripan, agak berbeda sedikit karena Abang Rudi membiarkan beberapa bulu di wajah nya menumbuh, membuat dia terlihat agak berbeda karena penampilan rambut nya juga.


"Anggara..?"


Saat nama itu dilesatkan oleh Mak, seketika membuat Senja tercekat, dia menatap wajah laki-laki yang di panggil Mak dengan sebutan Anggara tersebut.


Mungkinkah itu ayah kandung Abang Rudi?!.

__ADS_1


Sebaris tanya memenuhi isi kepala perempuan tersebut, dia melihat laki-laki bernama Anggara tersebut memeluk emak erat, dihadapan bapak.


Alih-alih bapak marah atau menatap tidak suka, bapak malah melebarkan senyumannya, menatap kearah Senja sambil menunggu putrinya tersebut agar mendekati nya.


Senja masih bingung, bergerak mendekati bapak tanpa berani bertanya banyak.


*******


Beberapa jam selanjutnya.


Ruang tunggu rumah sakit.


Senja menatap kearah Cakra dimana sang suami nya terlihat duduk disisi kanan nya sejak tadi, bola mata Senja sebenarnya masih memerah,sisa tangis masih terlihat di balik bola mata indahnya, mungkin diantara sekian orang yang ada di sana, dia, Mak dan April yang terus menangis karena keadaan, yang lain berduka sedih didalam hati cukup mengeluarkan ekspresi cemas dan sedih.


"Abang"


Dia memberanikan diri bicara, menyentuh lembut lengan Cakra, menunggu laki-laki tersebut menoleh kearah diri nya.


Cakra yang memilih diam sejak tadi seketika menoleh, dia menatap netra istri nya untuk beberapa waktu, wajah tampan tersebut menampilkan sisi cemas nya sendiri secara diam-diam, tidak terlalu menonjol hingga membuat orang tertipu dengan ekspresi nya sesungguhnya.


Mendengar istrinya memanggil Cakra menoleh, dia kemudian menyentuh lembut kepala istrinya dengan telapak tangan kanan nya, membenahi poni istri nya secara perlahan.

__ADS_1


"Lapar kah?"


Dia pikir mungkin istri nya cukup lapar, sudah lama menunggu sejak tadi hingga melewati makan pagi dan makan siang, seharusnya dia menghubungi salah satu pekerja rumah, agar membelikan mereka makanan atau apapun yang bisa dikonsumsi saat ini.


mendengar pertanyaan suaminya, Senja menggelengkan kepalanya secara perlahan, dia menelisik bola mata Cakra untuk waktu yang cukup lama, menggenggam erat telapak tangan nya sambil menggigit bibir bawahnya, hingga akhirnya perempuan tersebut memberanikan diri untuk bertanya dalam degup jantung yang tidak baik-baik saja.


"Sejak kapan?"


Akhirnya pertanyaan tersebut melesat keluar dari bibir nya.


Mendengar pertanyaan Senja, Cakra terlihat menelisik netra indah dihadapan nya tersebut.


"Sejak kapan Abang tahu soal Abang Rudi?"


Akhirnya pertanyaan tersebut meluncur dari balik bibir indahnya, dia bertanya dengan jutaan tanda tanya, khawatir dengan berbagai macam tanya.


Yah dia pikir Cakra pasti sudah tahu tali ikatan yang terjalin sejak lama di antara mereka, sejak kapan dan kenapa Cakra tidak pernah membahas nya dengan diri nya.


Mendengar pertanyaan Senja dengan raut wajah khawatir nya, Cakra terlihat diam tidak bergeming untuk beberapa waktu.


"Abang tahu tentang aku dan Abang Rudi juga bukan?"

__ADS_1


Lagi pertanyaan tersebut meluncur dari balik bibir Senja, rona khawatir terlihat dari balik bola mata indah tersebut.


__ADS_2