
Disisi lain
Sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang memecah langit sore, hari mendekati waktu Senja dimana matahari secara perlahan mulai menepi dan siap menghilang ditelan malam dan posisi nya diganti kan oleh rembulan.
Sang empunya mobil terus melaju kan kecepatan mobil nya secara perlahan kedepan, setelah menembus padatnya pusat kota dia bergerak menuju ke satu daerah di mana mulai terlihat banyak pepohonan di sisi kiri kanan jalanan.
Bisa dilihat disepanjang perjalanan cahaya matahari mulai terlihat malu-malu dengan keadaan, membuat sang pengendara mobil sesekali melirik kearah sisi kanan nya untuk beberapa waktu.
Vervita kemudian terlihat fokus pada jalanan depan, mencoba mengejar waktu untuk tiba di satu tempat dimana saat ini dia sedang bergerak menuju tempat yang dia harapkan.
"Kamu dimana?"
Satu suara terdengar dibalik handphone nya yang di letakkan pada holder handphone di bagian dashboard mobil.
"Jangan pulang terlalu lamban, papa ingin mempertemukan kamu dengan seseorang"
Lagi suara terdengar dari balik handphone-nya yang tidak lain adalah suara mamanya.
Mendengar hal tersebut Vervita sejenak diam, memilih untuk menghela pelan nafasnya beberapa waktu.
"aku sedang pergi ke suatu tempat ma"
__ADS_1
pada akhirnya gadis tersebut menjawab secara perlahan.
"mungkin akan pulang sedikit terlambat, katakan pada papa aku masih belum siap untuk pergi bertemu dengan orang yang ingin dia pertemukan padaku."
lanjut Vervita lagi kemudian.
"Papa mu bisa..."
Mama nya baru ingin melanjutkan kata-katanya tapi Vervita segera menyela.
"Assalamualaikum ma"
Ucap gadis tersebut cepat.
Dia langsung mematikan panggilan nya.
Mungkin itu cukup durhaka untuk nya, tapi Vervita pikir dia saat ini masih butuh banyak waktu untuk berpikir, dia masih butuh waktu untuk menata hati bahkan butuh waktu untuk berkata jika dia baik-baik saja.
Gadis tersebut kembali memfokuskan pandangan nya ke arah depan, mencari satu lokasi dimana dia akan berhenti.
Hingga pada akhir nya gadis tersebut mulai membelok kan mobil nya ke sisi kanan, masuk kearah satu wilayah dimana terdapat satu hamparan Padang rumput luas yang begitu indah, di ujung sana terdapat sebuah danau kecil yang juga terbentang begitu luas dan terlihat indah.
__ADS_1
Mobil yang dikendarai oleh Vervita secara perlahan menepi di bagian Salah satu sisi di dekat pepohonan, dan gadis tersebut pada akhirnya secara perlahan turun dari mobil milik nya dimana dia telah menepikan mobil nya.
Dia melangkah menuju ke arah danau kecil yang ada di hadapannya, bergerak dengan langkah perlahan tanpa mengeluarkan sedikit pun suaranya, hingga pada akhirnya gadis tersebut meletakkan sesuatu ditangan nya ya tidak lain adalah satu buket bunga lantas gadis tersebut memilih untuk duduk di tepian danau yang ada di hadapannya itu.
Bola mata Vervita kini tampak menatap ke arah depan, memperhatikan Senja yang mulai terlihat begitu indah dan sempurna.
"Apa kamu bahagia?"
Dia melesatkan tanya didalam hati nya, menatap ufuk Senja yang mulai perlahan menghilang dihadapan nya.
"Sudah sangat lama Ga, dan aku terkadang berpikir betapa aku merindukan kamu disini"
Lanjut Vervita lagi didalam hati nya.
"Kamu bilang suka pada ufuk Senja bukan? aku disini, mencoba mempersembahkan nya pada mu setiap kali memiliki waktu"
Dan secara perlahan Vervita pada akhir nya memejam kan bola mata nya.
*******
__ADS_1
Catatan \=
Senja merupakan momen indah saat sore hari sebelum matahari terbenam. Datangnya senja bisa dikatakan waktu favorit menjelang malam dan menjadi momen yang sering ditunggu-tunggu banyak orang