
tidak tahu berapa lama waktu berlalu seolah-olah sentuhan hidung itu membuat kedua orang tersebut saling membeku, mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya di mana bola mata indah Cakra bertemu dengan netra mata Senja.
bagaikan seperti adegan di film-film kedua orang tersebut terlihat tidak melepaskan pandangan mereka untuk waktu yang cukup lama, saling menikmati keindahan di masing-masing pemandangan yang ada di hadapan mereka.
entah memuji keindahan makhluk ciptaan Allah yang ada di hadapan mereka atau sedang berjibaku dengan pemikiran masing-masing di mana mereka sedang memikirkan hal-hal yang sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata.
Cakra menatap dalam bola mata indah Senja, dimana gerakan bulu mata lentik nya yang naik turun perlahan menambah desiran jantung yang terpompa tanpa bisa di kendalikan.
Boleh kah dia memuji?!.
Begitu indah dan menggoda, menatap kekasih halal yang diberikan Allah dengan cara tidak terduga, membuat dia berusaha untuk menahan nafas nya dimana bibir terkatup karena kehabisan kata-kata.
hingga pada akhirnya karena lalu lalang orang-orang di sekitar yang tanpa sengaja ada yang bergerak melewati mereka dan menyentuh kulit mereka, hal itu sontak membuat mereka langsung terjaga dari pemikiran yang melanglang buana entah ke mana.
Bayangkan bagaimana rasanya adegan dimana mereka sama-sama merasa malu, Senja langsung menyentuh tengkuk lehernya sedangkan Cakra jelas terlihat serba Salah.
mereka berdua seolah-olah sama-sama merasa malu karena kepergok menikmati pemandangan yang ada di hadapan mereka masing-masing, belum lagi ada satu rasa yang sulit dijabarkan saat mereka mengingat tadi hidung mereka bertemu antara satu dengan yang lainya.
senja buru-buru berbalik tidak berani menetap ke arah Cakra, gadis tersebut langsung memejamkan bola matanya cukup malu dengan adegan yang terjadi tadi, ingin menyentuh hidung nya tapi tidak berani, takut terlalu lebai jika dilihat Cakra, tapi tidak melakukan nya dia dag dig dug seerrrr ingin gadis tersebut menyentuh ujung hidung nya dimana jantung tidak bisa di ajak kompromi dengan baik.
"Ayo pulang"
Sebaris kata tersebut keluar dari bibir Cakra, dia pada akhirnya berdiri secara perlahan dari posisi nya, kembali mengulurkan telapak tangan nya, menatap Senja yang kini mendongakkan kepalanya menatap balik kearah dirinya.
__ADS_1
Gadis tersebut secara perlahan mengulurkan balik tangannya, membiarkan Cakra menggenggam erat telapak tangan nya.
"mau beli sarapan apa?"
Cakra kembali bertanya.
"Apapun"
Senja menjawab pelan, menundukkan kepalanya karena malu, rasanya aneh saat kulit tangan terus menyatu, dimana telapak tangan nya digenggam erat oleh Cakra.
"Jawaban yang konon menjadi senjata andalan perempuan, apapun, terserah, sembarang"
Cakra mengulumkan senyuman nya, menoleh kearah Senja secara perlahan, seketika bola mata nya terpejam sejenak kemudian kembali terbuka,dia menatap cahaya matahari mulai menyinari bumi, menerpa Senja, menampilkan Kilauan indah yang membuat wajah merona Senja terlihat begitu jelas dibalik bola matanya.
Cantik.
Satu kata pujian keluar dari dalam hati nya.
Senja tertawa kecil, menoleh kearah diri nya dimana Cahaya matahari perlahan menyinari punggung Kepala gadis tersebut, dia terlihat lebih cantik saat wajah natural alami tersebut menatap polos kearah dirinya.
__ADS_1
"Seperti nya perempuan memang suka menggunakan kata mujarab tersebut untuk membuat laki-laki bingung atas keinginan mereka"
Barisan gigi putih gadis tersebut menambah kecantikan Senja yang tiada habisnya, angin sepoi-sepoi menyapu rambut gadis tersebut dimana dedaunan secara perlahan jatuh dan salah satu nya menyentuh lembut ujung kepala Senja.
Tiba-tiba satu tangan yang menganggur secara refleks Cakra bergerak Menuju kearah kepala gadis tersebut, menyentuh nya lembut lantas membuang nya.
Senja memejamkan sejenak bola mata, agak terkejut dengan gerakan Cakra.
"Katakan pada ku makanan yang paling kamu suka"
Suara Cakra terdengar seperti sebuah bisikan halus, membuat jantung Senja terasa tidak baik-baik saja, dia membuka bola matanya, menatap Cakra yang kini menyentuh lembut wajah nya.
******
Bukankah pacaran setelah menikah begitu indah?!.
Allah SWT selalu memiliki rencana yang tidak pernah kita duga bukan?!.
Kau dan aku tidak sengaja bertemu dalam situasi yang sama namun karena alasan yang berbeda.
Jangan tergesa-gesa, mari bergerak pelan-pelan saja.
*****
__ADS_1
Baper gaaaa, hayo ngakuuuu makkkk wkwkwkkk🤭❤️.