Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Tidak pulang malam ini


__ADS_3

Entah berapa lama mereka menjelajahi waktu, bergerak kesana-kemari mengunjungi dan menyampaikan kabar baik pada para keluarga dekat.


"Ini undangan resmi dari mulut ke mulut, InsyaAllah undangan cetak nya akan di antarkan dengan diwakilkan pada pekerja, Om"


Cakra bicara pada salah satu Oom nya di Bogor, berpamitan sembari menyampaikan pesan, undangan cetak dia tidak menyampaikan sendiri, akan ada pegawai khusus yang mengantar nya, yang penting Undangan resmi dari lisan dan bertatap muka telah di Sampaikan dengan baik dan benar sebagai salah satu cara menghargai para orang tua.


"Tidak masalah, tidak masalah, InsyaAllah keluarga besar akan datang semua"


Oom Cakra bicara sambil menepuk-nepuk bahu Cakra, sangat bahagia dengan berita yang disampaikan, akhirnya setelah 6 tahun menduda, keponakan nya memutuskan untuk melepaskan masa menduda nya.


Mereka khawatir Cakra sudah enggan menikah, mengingat bagaimana sifat Cakra yang memilih tenggelam bersama masa lalu nya.


Mereka berdiri di halaman rumah, dua sejoli di mabuk cinta berpamitan untuk pulang, hari sudah terlalu larut malam, suara angin menandakan hujan benar-benar akan turun dengan deras.


Senja menyalami Oom Cakra, laki-laki tua tersebut menyentuh lembut puncak kepala Senja, mendoakan agar penikahan kedua keponakan nya itu Sakinah, mawadah, warohmah.


"Hati-hati dijalan, aroma nya hujan akan turun dengan deras, Oom khawatir jalanan tidak baik, kalian tidak mau menginap disini?"


Laki-laki tersebut bertanya dengan cepat.


Cakra menggelengkan kepalanya sembari mengulum senyumannya.

__ADS_1


"Kami akan bergerak lamban dan hati-hati, lain kali InsyaAllah menginap disini"


Jawab Cakra cepat.


Mereka berpamitan, melesat masuk ke mobil kemudian mulai beranjak melajukan mobil mereka keluar dari pekarangan rumah besar tersebut.


"Lelah?"


Cakra yang mulai fokus mengendarai mobil nya bertanya pada Senja, gadis tersebut mulai membaringkan tubuhnya di kursi mobil, wajah cantik tersebut terlihat lelah, mencoba mencari posisi ternyaman untuk dirinya.


Dia mengangguk kan kepala nya saat Cakra bertanya sambil melirik sejenak kearah nya.


"pinggang dan kaki rasanya ingin copot"


rasanya benar-benar ingin menghempaskan tubuhnya di atas kasur, memilih membersihkan diri kemudian langsung menenggelamkan dirinya ke dalam alam mimpi, insya Allah baru bangun besok pagi saat subuh tiba.


untung mereka sudah shalat isya berjamaah di rumah om Cakra, saat pulang tidak khawatir lagi meninggalkan kewajiban mereka, dia benar-benar butuh istirahat dan benar-benar lelah.


melihat ekspresi senja laki-laki tersebut tahu sang istrinya pasti benar-benar kelelahan dan tidak baik-baik saja, Cakra terlihat berpikir sembari terus melajukan mobilnya.


bola mata laki-laki itu terus menelisik ke arah depan, bisa dia lihat gerimis mulai mengundang dan dia terbang hujan pasti akan turun dengan deras.

__ADS_1


"sepertinya jalanan akan lumayan licin dan hujan pasti akan turun dengan sangat deras"


Ucup laki-laki tersebut cepat sembari bola matanya terus mencari sesuatu di depan sana, melirik ke arah kiri dan kanannya.


"bergeraklah dengan hati-hati, Abang bawa mobil sebabnya, takut jalanan licin"


gadis tersebut bicara dengan khawatir.


mendengar ucapan istrinya membuat Cakra menggulum senyuman, sebenarnya bukan masalah jalanan licin karena dia sudah khatam untuk pergi kemanapun dalam kondisi hujan, tapi melihat rasa lelah Senja membuat dia memikirkan soal sesuatu.


"kita tidak pulang malam ini"


tiba-tiba saja laki-laki tersebut bicara sembari membelokkan mobilnya tepat ke sisi kanannya membuat senja menaikkan ujung alisnya saat sadar kemana laki-laki itu membawanya.


"kita mau tidur di sini?"


senja bertanya sembari mengangkat kepalanya, mengurungkan dirinya untuk bersandar di kursi mobil, menoleh ke arah Cakra yang memulai mencari area parkiran di tempat tersebut.


"He em"


laki-laki itu menjawab sembari menganggukkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"aku tahu kamu sudah tidak mampu lagi untuk menempuh perjalanan jauh"


ucap Cakra sembari mengembangkan senyumannya.


__ADS_2