
Disisi lain.
Mell bergetar, percayalah saat dia melihat besan Perempuan Gunawan, dia tidak bisa mengendalikan tubuh nya, dia terus gemetaran, seperti orang yang terkena hipotermia, bahkan persis seperti orang yang kedinginan akut tanpa bisa dikendalikan.
Wanita tersebut rasanya ingin pingsan, dia berusaha mencari pegangan disisi manapun yang dia bisa dapatkan, dia takut, seolah-olah baru saja melihat hantu.
Mell memejamkan bola matanya, dia ingat bagaimana dia menghancurkan kehidupan wajah yang sama yang dia lihat di ujung sana dulu.
"Kau tidak tahu? Anggara sudah melupakan kamu, dia tidak mencintai kamu lagi Hesty, tidak mencintai kamu lagi"
Setelah berkata begitu Mell tertawa terbahak-bahak, menatap perempuan muda di hadapan nya yang memeluk 3 anak nya"
Kepuasan tersendiri menyeruak hati nya saat dia berhasil meraih Anggara yang kehilangan ingatan nya, mendepak Hesty dan anak-anak nya setelah Dewantara meninggal di tangan nya.
Hesty hanya menatap nya nanar, dia kemudian bertanya.
"Seharusnya dulu, aku tidak meminta orang tua ku mengambil mu dan mengangkat mu menjadi anak mereka"
Seketika Hesty tertawa terkekeh, menyadari kesalahan terbesar nya.
__ADS_1
"Benar kata orang-orang, sekalipun kamu menghiasi tahta berlian di atas kepala seekor ular berbisa bahkan kamu berusaha menjinakkan mereka dengan kelembutan dan Cinta, pada akhirnya seekor ular tetap lah seekor ular yang menjelma dari iblis menjadi manusia"
Perempuan tersebut mengingat bagaimana kebodohan terjadi pada dirinya dimasa lalu, mengasihani hidup Mell agar orangtuanya mengambil perempuan tersebut menjadi saudara nya.
"Kau menampilkan sosok asli mu pada kami hari ini,pada akhirnya seorang pelacur yang bekerja karena gemerlap dunia tetap lah akan menjadi seorang pelacur, dia yang terbiasa berleha-leha sangat jarang sekali berubah, kecuali mereka yang bekerja karena mencoba melindungi orang-orang yang mereka cintai dan itupun sangat jarang terjadi, aku tanpa sadar memasukkan seekor ular berbisa dirumah ku sendiri, dengan alasan menaikkan derajat kamu,pada akhirnya memusnahkan derajat kami sendiri"
Dia bicara sambil merapatkan pelukan nya pada anak-anak, setelah kehilangan semuanya dia dan Anggara memilih pergi menjauh bertahun-tahun, tapi rupanya petualangan Mell tidak sampai pada hanya sekedar mengambil seluruh kekayaan Dewantara.
Dia mengikhlaskan apa yang hilang, memilih hidup dalam Roda kemiskinan bersama Anggara, namun siapa sangka Mell masih menginginkan hal terakhir yang Hesty punya.
Dia menginginkan Anggara bagaikapun caranya, menjebak diri nya dan menarik Anggara hingga sampai pada titik hari ini dimana pada akhirnya perempuan tersebut Sampai pada garis finish untuk memiliki Anggara.
"Kau bisa membunuh kami sesuka hati mu Mell, kau bisa membunuh kami sesuka hati kamu, tapi ingat karma satu hari akan berjalan, jika tidak kamu yang menikmati nya, aku yakin anak-anak mu akan merasakan nya.
"Mata ku pasti melihat nya, mata ku pasti melihat kehancuran kamu Mell dan pada titik itu meskipun kita akan sama-sama terluka, aku pasti akan tertawa terbahak-bahak karena bahagia meskipun aku sudah ada di neraka sekalipun Mell"
"Mell?"
Seketika satu tepukan dibahu Mell mengejutkan diri nya, dia menoleh dengan wajah yang cukup memucat.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja?"
Seorang wanita bertanya pada Mell, menatap wajah perempuan tersebut sambil mengerutkan keningnya.
"Maaf, aku harus keluar"
Dia berusaha untuk beranjak, perasaan nya tidak baik-baik saja karena dia merasa aliran darah nya tiba-tiba memanas begitu saja dimulai dari dada, wajah hingga ke atas kepalanya.
"Aku pikir kamu harus melihat sesuatu, beberapa teman-teman terus menghembuskan kabar"
Tiba-tiba wanita tersebut kembali bicara, berusaha berbisik pada Mell soal sesuatu"
"Anggara membawa gadis muda ke hotel Pullman Jakarta Central Park, kejar mereka sebelum terlambat Mell, mereka mengambil sebuah kamar"
Ucap wanita tersebut kemudian.
mendengar ucapan wanita yang suaminya merupakan relasi bisnis Anggara seketika membuat Mell membulatkan bola matanya.
"Apa?"
__ADS_1
Dia bertanya sambil membulatkan bola matanya.