
Gadis tersebut sejenak diam, membiarkan jemarinya terus meremas kedua belah telapak tangan nya.
"Apa kamu tidak marah?"
Dia bertanya sedikit takut-takut.
"Aku terlihat egois, sudah mengambil uang muka, bahkan diberikan berbagai macam fasilitas mewah, tapi....malah berharap nanti saja dan belum siap soal malam pertama"
Gadis tersebut benar-benar serba salah, semakin menenggelamkan pandangannya, takut menatap Cakra sejak tadi.
"bukan masalah, itu respon normal yang terjadi, tidak harus membuat aku bergerak memaksakan diri atau bahkan sampai memperkosa kamu bukan? itu tidak lucu sama sekali"
Cakra mencibir, menjawab sambil terkekeh kecil, Mendengar ucapan Cakra buru-buru Senja menaikkan kepalanya.
"Itu memang tidak lucu"
Kata memperkosa terdengar mengerikan, membuat nya memonyongkan bibirnya.
"katakan padaku apa kamu ingin pergi kuliah?"
tiba-tiba saja sebaris tanya tersebut melesat dari bibir Cakra.
"Eh?"
gadis tersebut jelas terkejut.
"Jurusan apa yang paling kamu sukai sejak dulu?"
tanya Cakra lagi.
"Bukankah aku sudah bilang tadi? mari bicara menghabiskan waktu hingga kantuk tiba"
__ADS_1
Cakra mengulangi kata-katanya, mengingatkan senja soal mengobrol hingga ngantuk.
"Ahhhh hmmm aku bermimpi bisa kuliah di jurusan hukum"
Senja bicara soal cita-cita nya.
Cakra sejenak diam.
"Kuat menghafal?"
laki-laki tersebut bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"InsyaAllah iya, aku selalu juaranya kalau dalam hafalan"
Senja terkekeh.
"Alhamdulilah, itu rejeki dari Allah SWT"
Lanjut nya lagi mengetuk-ngetuk kening nya dengan ekspresi yang polos.
Cakra masih tidak percaya.
"Yah terlihat ekspresi suami ku yang menyatakan ketidakpercayaan"
Dia merenggut, menghela kasar nafasnya.
Cakra malah mengulum senyumannya.
"Tidak berniat untuk kuliah saat ada uang?"
Kali ini laki-laki tersebut membaringkan tubuhnya, dia meraih sebuah bantal dan membiarkan tangan kanan nya menopang kepalanya, sembari bola mata Cakra terus menangkap sosok Senja, gadis tersebut sedikit berbalik, duduk menghadap kearah Cakra dengan cukup serius.
__ADS_1
"Ada terpikirkan, tapi bapak bilang anak perempuan kenapa harus sekolah tinggi-tinggi, nanti juga tempat nya di dapur dan di kasur, melayani suami dan fokus ngurusin anak, pada akhirnya kuliah tinggi-tinggi juga jadi sia-sia, mana mungkin bisa jadi orang sukses dan berpangkat"
Senja menarik pelan nafasnya, ada jutaan beban tersemat dihati nya, dia membiarkan jemari-jemari indah nya saling bermain antara satu dengan yang lainnya.
"Beda sama emak"
Senja kali ini kembali bicara.
"Mak bilang tidak mesti harus kerja dan berpangkat kalau tamat kuliah, setidaknya ilmu nya berbeda sama orang yang cuma tamat SD, SMP atau SMA, beda pendidikan akan terasa perbedaan pola pikir nya bahkan ilmu saat kuliah bisa berguna untuk mengajari anak-anak kedepannya, istilahnya seperti orang yang pandai baca Alquran, yah ngajarin anak bisa sampai tuntas, coba kalau cuma tau iqro? yah baca nya cuma sampai Alif, ba, ta saja kan?"
Entah kenapa Senja bicara panjang lebar, seolah-olah mendapatkan teman bicara yang tepat untuk dijadikan tempat curhat.
"Aku suka kata-kata emak, kuliah tidak mesti harus kerja berpangkat dan lain sebagainya, ilmu nya yang mahal dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tapi orang-orang sekarang selalu berpikir selesai kuliah mesti kerja keren di ruang bawah atap dan AC, padahal banyak juga anak-anak dari orang tua yang sukses setelah kuliah buka usaha sendiri di rumah dan sukses dengan penghasilan waw tanpa harus menggunakan seragam kerja kantoran"
Cakra suka ucapan emak, dia acungkan jempol dengan pemikiran seperti itu.
"He em"
Senja mengangguk.
"Banyak yang memandang sebelah mata sama orang yang kuliah nya tinggi tapi tidak kerja kantoran, padahal Rasulullah Saw bersabda"
"Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.” (HR Bukhari dan Muslim).
"Tapi itu untuk yang mampu juga, tidak memaksakan diri"
Senja menundukkan kepalanya, terlalu antusias bercerita.
Cakra mengulum senyuman nya, Laki-laki tersebut meraih bantal yang lainnya, meletakkan disisi kanan nya kemudian menepuk-nepuk bantal tersebut dengan cepat lantas berkata.
"Berbaring disini, buat diri kamu senyaman mungkin"
__ADS_1
"Eh?"
Senja agak terkejut mendengar ucapan laki-laki tersebut.