
Setelah Acara ngunduh mantu
Pullman Jakarta Central Park hotel.
Demi Allah sungguh lelah luar biasa terasa setelah acara selesai, apalagi senja harus menahan kepala yang menggunakan mahkota di mana beratnya luar biasa.
seluruh tubuhnya seolah-olah habis lari maraton mengelilingi lapangan bola kaki yang dia tidak tahu ada berapa putaran yang telah dia lakukan saking lelahnya dirinya malam ini.
Cakra terlihat melesat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dahulu sedangkan senja sudah tidak mampu lagi untuk membawa tubuhnya membersihkan diri atau melakukan apapun saat ini.
setelah suaminya selesai membersihkan diri laki-laki itu langsung menggunakan pakaiannya, mendekati senja yang mulai memejamkan bola matanya dan tidur menelungkup memeluk bantal yang ada di hadapannya dengan warna mendominasi berwarna putih.
laki-laki itu naik ke atas kasur kemudian dia bergerak memeluk senja dari belakang sembari berbisik.
"Mari membersihkan diri"
Saat mendengar suara Cakra tepat di Balik telinga kanan nya, gadis itu sama sekali tidak menoleh melainkan mengeluarkan suara manja dan lelah nya sambil berkata.
"bisakah aku tidak usah mandi saja? Abang, aku bener-bener lelah, tubuhku seolah baru saja dihempaskan dari atas ke bawah, bahkan aku pikir aku sepertinya habis lari marathon jauh saking lelahnya hari ini"
ini kali pertama dia mengeluh panjang dan lebar, tidak mampu lagi menggerakkan tubuhnya atau membuka bola matanya, seolah-olah dia siap tenggelam ke dalam tidurnya dan tidak ingin mempedulikan siapapun yang ada di sekitarnya.
mendengar rengekan manja dari istrinya seketika membuat Cakra mengulum senyumannya, dia perlahan membalikkan tubuh senja kemudian berkata.
"biar aku yang mandikan, kamu bisa tidur di dalam bak mandi jika mau"
Ucap nya pelan sambil mengulum senyuman, ini bukan pemaksaan tapi dia tahu rasa lelah akan semakin menjadi-jadi ketika seseorang tidak membersihkan dirinya karena dibalik lelah tubuh butuh sesuatu yang fresh bahkan tubuh membutuhkan asupan segar dan juga vitamin, jika tidak Cakra bisa pastikan Senja akan teler dan juga langsung sakit di keesokan harinya.
__ADS_1
ada banyak sekali pasangan pengantin baru yang biasanya langsung sakit setelah acara pernikahan atau ngunduh mantu selesai.
Dan Cakra jelas sudah tahu betul soal itu.
"biarkan aku mandi besok pagi saja"
sekali lagi senja meminta.
tapi siapa sangka tiba-tiba tubuhnya diangkat oleh Cakra, laki-laki itu menggendongnya ala bridal style kemudian berkata.
"jangan khawatir soal apapun, biar aku yang membersihkan seluruh tubuhmu hmmm"
demi apapun Senja cukup terkejut langsung melingkarkan tangannya ke leher laki-laki itu, dia memunyungkan bibirnya sambil menatap ke arah Cakra yang kini secara perlahan mulai membawa Senja untuk masuk ke dalam kamar mandi, meletakkan istrinya ke dalam bath tub mandi ya rupanya sejak awal telah dia siapkan air mandi dalam hubungan busa membuat istrinya merasa nyaman.
"Nyaman?"
Alih-alih menjawab gadis itu menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil ber hmm ria.
"Hmmm"
biasanya begitu nyaman dan menyenangkan persis seperti kata Cakra mungkin mandi memang pilihan terbaik ketika kita mendapatkan rasa lelah yang menerjang.
"lepaskan pakaianmu gunakan handuk mandi agar aku bisa mempermudah untuk membersihkan tubuh kamu"
saat Cakra berkata seperti itu sehingga langsung membuka bola matanya lantas mereka ujung alisnya, rasa curiga menghantam dirinya.
Aihhhh?!.
melihat ekspresi Senja seketika membuat Cakra tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"sayang aku tidak seburuk itu sebagai seorang suami, aku tidak akan melakukannya sebelum kamu benar-benar siap, aku bukan type pemaksa"
Laki-laki tersebut jelas saja langsung bicara dengan cepat ketika dia melihat kekhawatiran di balik wajah istri, ekspresi senja sangat terlihat lucu dan juga menggemaskan membuatnya cukup gemas melihatnya.
mendengar ucapan suaminya seketika membuat senja malu, Rona wajahnya langsung berubah memerah, sangat buruk sekali pemikirannya, seketika rasa sesal menghantam dirinya.
"aku sama sekali tidak menolak, hanya saja saat ini bukan waktu yang tepat, aku tidak ingin dikatakan sebagai istri yang durhaka tapi aku benar-benar belum siap karena rasa lelah yang menerjang, ini akan terasa tidak maksimal karena tubuhku tidak siap untuk melakukan kegiatan apapun saking lelah dan sakit semuanya"
gadis itu berusaha untuk menjelaskan keadaannya, dia takut menjadi istri durhaka dan di laknat oleh malaikat karena menolak keinginan suaminya sebab hal tersebut jelas merupakan kewajiban untuk dirinya, tapi ada alasan khusus sampai dia tidak siap melakukannya malam ini, baginya keadaan malam ini bukan waktu yang tepat untuk mereka melewati sesi malam pertama.
"tentu saja aku tahu itu dan insya Allah tidak terbesit sama sekali dalam pikiranku untuk memaksa malam ini, aku hanya ingin kamu mandi, membersihkan diri, mendapatkan makanan sebelum tidur dan minum vitamin agar tubuh kamu jauh lebih fit saat bangun besok pagi"
Cakra jelas memaklumi, dia tahu betul bagaimana rasa hari ini, apalagi dimulai dari beberapa hari yang lalu mereka telah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan kesana kemari ditambah hari ini ia sangat luar biasa melelahkan jelas saja bukan waktu yang tepat untuk melewati proses malam pertama, jangankan senja dia pun cukup kelelahan, dan dia sama sekali tidak siap untuk melewati malam bersama menunaikan ibadah suci sepasang suami istri dalam getaran kalbu yang menghantar getaran cinta hingga ke sanubari.
Dia ingin waktu yang tepat, dimana mereka sama-sama dalam kesehatan jasmani yang baik agar mampu menyempurnakan ibadah sepasang suami istri.
Senja mengulum senyumannya, menatap Cakra yang bicara dengan penuh dengan kesabaran dalam menunggu diri nya.
Secara perlahan dengan rona malu-malu dia melepas kan bagian sutera yang membalut tubuh indah nya, membiarkan nya terlepas menyisakan kain berbeda yang menutupi dua bagian indah lainnya.
Meskipun tidak dipungkiri Cakra terpesona melihat keranuman milik Senja, dia adalah Cakra yang selalu menepati janjinya, bukan anak muda yang suka bergerak tergesa-gesa, lebih suka bersabar dalam sabda cinta nya.
Dia laki-laki matang yang suka bergerak tenang, menunggu waktu paling tepat untuk menikmati cinta yang memang dipersembahkan Allah SWT untuk dirinya.
Kekasih halal nya, yang dipertemukan dengan cara indah tanpa pernah dia duga.
Perlahan laki-laki tersebut mulai membasuh tubuh istri nya, menyentuh keindahan yang dia tahu kini tercipta untuk dirinya, tidak hari ini, esok, lusa atau bahkan selama nya, kulit seindah batu pualam itu tetaplah akan jadi milik nya.
InsyaAllah.
__ADS_1