Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Bangun diwaktu yang tidak tepat


__ADS_3

Cakra melajukan motornya dengan keadaan cukup tegang, ingin sekali dia istighfar sebanyak-banyak mungkin karena dilanda kecemasan dan kekhawatiran.


pernah dengar suara deru mesin naik turun dan terhambat-hambat? atau naik motor yang gas nya terasa naik turun, atau bahkan saat naik tanjakan seolah-olah motor nya bakal mundur sendiri?!.


Saya merasakan nya saat ini.


Gila.


Umpat Cakra.


"Tidak bisakah berikan aku motor yang lebih parah lagi?"


Dia bertanya kearah Senja yang ada dibelakang nya.


"Ah? apa?"


Gadis tersebut yang memasang jarak dengan dirinya duduk dibelakang sana dengan cara berpegangan pada besi belakang motor seketika maju dan mendekati Cakra, bertanya ulang karena benar-benar tidak mendengarkan apa yang diucapkan Bara barusan.


"Ada apa tuan?"


Senja kembali Bertanya, merapatkan diri dan bertanya tepat dibalik telinga kanan bara.


"Aku geram membàwa nya, bisa berikan aku motor yang lebih parah dari ini?"


Cakra mulai mengoceh didepan, dia laki-laki yang tidak banyak bicara dan enggan berdebat, tapi karena motor tua ini dia harus mengoceh karena kedongkolan yang hakiki.


"Ada, punya almarhum nek Nang, di gudang kamar belakang, tuan bisa membawa nya lain kali kalau mau"

__ADS_1


Jedarrrrr.


Jawaban gadis tersebut selalu polos, menanggapi ucapan Cakra dengan serius, di pikir nya Cakra benar-benar minta motor yang jauh lebih butut dan gila.


"Vespa tua"


Bisik Senja lagi kemudian.


Sialan ini anak.


Cakra menoleh ke kanan, melotot kesal Kearah Embun, tidak mengharapkan Jawaban begitu malah di jawab seperti itu.


Saat dia melirik ke samping, menatap netra indah di Balik Surai hitam yang menghiasi kening Embun, tiba-tiba saja.


Brakkkkkkk.


Senja refleks berteriak, memeluk pinggang Cakra dengan erat, laki-laki tersebut ikut terkejut, menyeimbangkan motor yang dia bawa karena baru saja menemukan polisi tidur dihadapan nya.


Goncangan hebat terjadi, untung tidak tumbang, hanya oleng sejenak dan Cakra berhasil menyeimbangkan diri.


Dia sejenak menegang, memperlambat laju motor nya sambil menetralisir detak jantung nya, bukan karena polisi tidur sialan tadi tapi karena Senja tiba-tiba memeluk nya dengan kencang, gadis tersebut memejamkan bola matanya Karena masih kaget dan...


2 dada gadis tersebut menempel di punggung belakang nya.


Kenyal dan mengganggu.


Oh sial.

__ADS_1


Cakra mengumpat, cukup terganggu karena dia tahu sesuatu itu mengganjalnya dibelakang sana dan sejenak dia melirik kearah kedua tangan Senja, yang melingkar didalam dadanya, memeluk erat sambil menyentuh dua dada bidang milik nya yang 6 tahun berpuasa.


Jangan malam ini.


Cakra mengumpat didalam hati, karena sadar ada yang bangun tiba-tiba.


Hanya dengan sentuhan dan pelukan membawa sesuatu yang sudah lama berpuasa terjaga dari alam mimpi nya yang bertahun-tahun mati karena asa.


"Maaf"


Senja seolah-olah sadar dengan tindakan nya, melepaskan pelukannya dan memundurkan tubuhnya dengan cepat.


"Tuan lihat baik-baik jalan nya"


Gadis tersebut protes sambil mencoba menetralisir detak jantung nya.


"Aku hampir melompat ke jalanan"


Lanjut gadis tersebut lagi kemudian.


Cakra bingung harus menjawab apa, laki-laki tersebut tiba-tiba berdenyut-denyut, kipas angin dan motor membuat dia pusing mendadak, dia pikir dia perlu minuman hangat setelah mendapatkan kipas angin untuk dikamar mereka.


Polisi tidur sialan, ku kutuk kau jadi batu.


Umpat Cakra didalam hati nya.


Dan kau sialan, kenapa bangun di waktu yang tidak tepat.

__ADS_1


__ADS_2