
POV Mak.
Bola mata Mak terlihat berkaca-kaca saat menatap Senja keluar dari dalam mobil mewah yang mengantarkan gadis tersebut kepada mereka, bayangkan bagaimana perasaan wanita tersebut menatap putrinya yang dia asuh dan ASI sejak masih bayi kini bergerak mendekati dirinya telah menjadi milik orang lain.
Dulu gadis kecil tersebut masih berada didalam gendongan nya, menangis merengek dan selalu berada didalam dekapan nya saat ibu kandung Senja tidak dalam keadaan baik-baik saja setelah melahirkan Aprilia.
Bayangkan bagaimana perasaan nya saat itu, dimana ibu kandung Senja tidak mampu untuk terus menyusui nya, dia kala itu baru kehilangan putri bungsunya, menggenggam erat tangan Senja menjadikan gadis itu bagaikan pengganti putri nya yang meninggal.
Ingatan menyeruak masuk kedalam kepalanya, saat jemari mungil dengan bola mata indah tersebut memanggil nya,
Mamma...mamma...kyaaahahahaha.
Seketika air mata wanita paruh baya lebih itu tumpah, dia merentangkan kedua tangannya saat Senja mengucapkan salam pada semua orang.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsallam"
Ya Allah.
Wanita itu bergetar, memeluk Senja dalam kesedihan bercampur kebahagiaan, mimpi apa dia Senja menikah dengan keluarga kaya raya, meskipun dia tidak paham bagaimana cara Senja sebenarnya bertemu, tapi hari itu Senja pulang kerumah dan berkata.
"Ada laki-laki yang mau melamar Senja Mak"
Dia masih menyiapkan makanan untuk suaminya, menghentikan gerakan tangannya saat mendengar gadis kecil kesayangan nya Berkata begitu.
sejak kapan Senja kenal laki-laki dan pacaran? dia tidak pernah tahu selama ini.
__ADS_1
"Siapa?"
Dia berbalik dengan cepat, menatap putrinya dengan bibir bergetar, khawatir kalau Senja hamil duluan.
Masih terlalu muda untuk menikah baginya.
"Abang-abang dari kota"
Jawab Senja pelan.
mendengar kata kota membuat wanita paruh baya lebih tersebut bergetar.
"Jangan percaya sama orang kota, mereka pembual dan banyak bohong nya, kadang tahu-tahu sudah punya pacar, menikahi kita yang dari kampung, balik lagi ke kota menikah lagi sama pilihan nya lalu kita ditinggalkan, ada banyak yang begitu"
Buru-buru dia menyela, memperingatkan Senja agar tidak salah melangkah.
Jawab Senja kemudian.
Wanita tersebut menatap lurus kearah Senja.
"Mau bantu kita buat operasi bapak juga"
lanjut Senja.
Mak diam, tidak bergeming, hati nya menjerit, bola mata nya berkaca-kaca, Wanita tersebut menggelengkan kepalanya.
"Jangan bilang kamu terpaksa nikah sama laki-laki tua cuma demi bapak?"
__ADS_1
pikirannya berkelana, dia pikir mungkin laki-laki tua yang akan menjadikan putrinya seorang istri dan membawanya ke kota.
"Mak tidak setuju kalau kamu menikah hanya demi bapak sama laki-laki tua yang belum tentu cinta sama kamu, dia paling hanya mau nikahin kamu karena kamu seorang perawan, masih kecil bisa dikendalikan"
dia khawatir langsung kembali menggelengkan kepalanya, tidak setuju putrinya nikah dengan sembarangan orang.
"Apalagi satu hari anak-anak nya akan menganggap kamu gadis yang tidak tahu malu karena menikah dengan bapak mereka yang sudah tua"
Lanjut nya lagi kemudian.
Senja mengembangkan senyuman nya, dia kemudian berkata.
"tidak tua mak, masih muda, belum punya anak, Mak bisa bertemu dia besok, Abang Cakra akan kesini besok"
dengan penuh keyakinan gadis tersebut bicara seperti itu kepadanya membuat wanita itu Diam seribu bahasa.
dan kini dia melihat laki-laki itu kembali setelah tiga kali pertemuan di masa kemarin, pertama saat laki-laki itu menghadapnya untuk melamar senja, kedua saat mereka menikah, ketiga saat laki-laki itu mengurus seluruh keperluan suaminya dalam operasi dan lain sebagainya dan hari ini mereka kembali bertemu langsung dengan keluarga besar laki-laki tersebut.
air mata wanita itu tumpah, memeluk putrinya tanpa banyak bicara.
dia berharap pernikahan putrinya baik-baik saja, selalu bahagia rukun Sentosa, sakinah mawadah dan warohmah.
di tengah pelukannya yang erat dan bola matanya yang terus mengeluarkan air matanya, wanita tersebut secara perlahan melepaskan pelukannya kemudian menyambut satu persatu keluarga Cakra.
tapi di detik berikutnya tiba-tiba ekspresi wajah emak berubah ketika dia melihat seseorang di belakang semua keluarga, baru keluar dari mobil mendominasi berwarna hitam sembari menatap ke arah mereka terutama ke arah dirinya.
Hahhh?!.
__ADS_1
seketika emak menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.