
Disisi lainnya lagi.
"Titip bawa untuk diletakkan di kamar Senja dan Cakra"
Rudi menyerahkan kipas angin kepada April, memilih menyerahkannya cukup jauh dari rumah, sejak awal tidak benar-benar mampir, takut mak Dan bapak melihat wajahnya dengan jelas, pagi tadi saja begitu datang dia harus pakai masker agar mak dan bapak tidak benar-benar mengenalinya.
"kakak tidak mau mampir dan bicara sama mak dan bapak sesekali?"
gadis itu bertanya sembari meratap dalam bola mata kakaknya, segurat kerinduan terlihat di balik bola mata indah tersebut, tersimpan asa dan harapan agar kakaknya mau pulang ke rumah, menemui orang tua mereka untuk melepas kerinduan yang telah lama tidak terlaksana.
dia tidak berani menghitung berapa tahun laki-laki tersebut menghilang, setelah kejadian hari itu emak mengusir Rudi dan tidak ingin laki-laki itu pulang ke rumah.
padahal sebenarnya marah-marahnya emak, katakan ibu mana yang benar-benar ingin mengusir anaknya, Mak masih berharap kak Rudi nya pulang, bersujud sambil meminta maaf dibawa kaki emak dan berkata tidak akan mengulangi perihal dosa yang sama di mana hubungan laki-laki itu Dan senja tidak akan mungkin terjadi.
tapi alih-alih kak rudinya pulang, laki-laki tersebut memilih untuk menghilang.
"kakak ingin berangkat ke kota, mengejar mimpi Yang tertunda, siapa tahu nanti sukses di sana dan bisa membahagiakan kalian semua"
barisan kalimat tersebut disampaikan Rudi kepada dirinya, bahkan berusaha meyakinkan April kalau dia baik-baik saja.
"kakak kerja apa di ibu kota?"
*Perusahaan Gunawan group"
__ADS_1
"Office boy kah?"
"Awalnya iya, sekarang jadi sekretaris putra pertama nya"
Dan April cuma bisa diam dan pasrah.
pekerjaan kakaknya cukup mulia dan juga tidak jelek-jelek amat, tiap bulan bisa kirim uang untuk mereka, bisa buat nambah sekolah April, bantu-bantu beli kebutuhan rumah juga beli obat bapak ketika bapak sakit.
kalau bapak dan mak bertanya dari mana uangnya, April selalu berkata uang nya dari hasil kerja order makanan, cukup bikin keluarga curiga, sebab 2 juta tiap bulan bukan jumlah yang sedikit bagi Mak dan bapak apalagi Senja, dibandingkan kerja jadi buruh cuci dan beres-beres seluruh rumah yang cuma di gaji 800 ribu sebulan tanpa libur.
April tidak menggunakan seluruh uang yang di berikan Rudi, laki-laki tersebut berkata, kalau bisa tabung berapa mampu nya untuk keperluan mendesak bapak kalau ada apa-apa.
bapak harus rutin ke dokter dan tebus obat tiap 2x sebulan, itu yang tidak murah, karena biaya BPJS 1 keluarga cukup mencekik Kantong, pada akhirnya memilih tidak ikut BPJS, ikut juga serba salah, jadi orang susah serba bingung.
ikut tidak ikut juga tetap mencekik kantong, nama nya juga sakit, bahkan tidak semua penyakit di tanggung sama BPJS, jadi tidak bisa asal daftar seenaknya saja tanpa ada perhitungan dan kalkulasi anggaran yang tepat.
"Kakak tidak bisa melakukan nya hmmm, pulanglah dan masuk kedalam"
Kak Rudi berkata dengan cepat.
"Mak dan bapak rindu kakak".
bola mata April berkaca-kaca, menatap Rudi dengan jutaan harap.
__ADS_1
"Tapi kakak sudah tidak bisa kembali kebelakang"
Jawab laki-laki tersebut pelan.
"Kenapa? tentu saja bisa, kalau kakak mau tinggal pulang dan minta maaf, kak senja juga sudah menikah"
April menggeleng kan kepala tanda tidak paham dengan ucapan Rudi.
"Sudah sejauh ini, kakak tidak mungkin untuk mundur lagi"
Gadis tersebut makin tidak mengerti.
"Satu hari kamu akan paham, jaga Mak dan bapak dengan baik, jika satu hari kakak pergi, berjanjilah untuk buat Mak dan bapak bahagia"
"Kakak seperti orang yang siap mati"
Tiba-tiba saja tangis April pecah, masih tidak paham ucapan kakak Rudi nya.
Alih-alih menjawab, Rudi menyentuh lembut wajah April, dia mengelus pipi chubby tersebut sambil mengembangkan senyuman nya.
Sudah sejauh ini tentu saja aku tidak punya pilihan untuk mundur lagi.
Dia membatin.
__ADS_1
Terngiang dikepala nya ucapan seseorang dimasa lalu.
"Rebut semua apa yang pernah mereka ambil dari kita, biar mereka tahu bagaimana perasaan Mak kala itu"