
Masjid As Salam
Lubuklinggau.
Motor legenda kesayangan Bapak dan Senja telah terparkirkan dihalaman belakang masjid As Salam Lubuklinggau,tadi mereka memilih membersihkan diri lalu melesat pergi ke masjid untuk menunaikan sholat subuh.
Cakra berinisiatif lebih dulu, membawa gadis tersebut mencari masjid terdekat, tapi senja merekomendasikan masjid utama untuk mereka datangi.
"Ke masjid As Salam Lubuklinggau, itu masjid utama disini"
Senja menawarkan, menatap Cakra dengan wajah polos nya tadi.
"Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, tapi itu rekomendasi loh suami ku, aku yakin kamu pasti suka tempat nya, setelah Sholat bisa duduk didepan muka masjid, banyak pasangan suami istri, ayah anak, pasangan muda mudi yang duduk disana mengobrol bahkan berbagi ilmu"
Senja kembali bicara.
"Dan ini bisa jadi satu kenangan untuk kedepannya kalau kita kembali ke Jakarta, bukankah untuk kembali lagi ke Lubuklinggau belum tentu mendapatkan masa ke dua? maksud ku kesempatan mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya"
Lagi gadis tersebut berucap sambil mengembangkan senyuman nya, tapi tidak tahu kenapa Cakra sedih menerima nya.
Tidak ada masa ke dua? kesempatan kedua, seolah-olah kalimat yang di lontarkan Senja mengingatkan Cakra pada satu perjanjian pernikahan mereka.
Dan kini mereka disini, dimana laki-laki tersebut berjalan disisi kanan Senja sembari bola matanya melirik kearah gadis tersebut untuk beberapa waktu, Senja tampak menundukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali.
__ADS_1
Mereka seolah-olah sibuk dengan pemikiran masing-masing, Senja dengan pemikiran nya yang masih mengganggu saat Cakra berbisik dibalik telinga nya tadi sebagai calon bidadari surga dan Cakra dengan ucapan Senja soal kesempatan kedua.
Entahlah mereka tidak bisa menjabarkan nya dan tiba-tiba tidak memiliki alasan untuk kembali bicara dengan hangat seperti semalam.
"Tempat wudhu nya disana, sua..."
Senja ingin memanggil Cakra suamiku,tapi senja mesti berpikir dua tiga kali untuk memanggil Cakra seperti itu, jelas terlalu malu didengar orang-orang disekitar, dia menghentikan kalimatnya kemudian secara perlahan mengubahnya.
"Abang"
Lanjut nya lagi kemudian, seulas senyuman indah terbit dibalik wajah cantik Senja, menampilkan senyuman terindah nya yang membuat Cakra sulit melepaskan pandangannya, bisa dia lihat setelah itu gadis tersebut menundukkan kepalanya, menghindari pandangan Cakra, bergerak ke sisi berbeda untuk berwudhu di tempat khusus perempuan.
Cakra membeku sejenak, menatap punggung rapuh yang berjalan menghilang di balik dinding, kata Abang meninggalkan satu desiran indah dihatinya, dia rindu panggilan itu secara tiba-tiba.
"Abang jangan begadang yaaa"
"Jaga kesehatan"
"Bang...kalau sesuatu terjadi pada ku, mau menuruti kemauan ku?"
"Bang..."
Sejenak tiba-tiba bola matanya terasa berembun, dia merindukan suara manja yang menemaninya begitu lama.
Jelita.
__ADS_1
Buggggg.
Seseorang tanpa sengaja menyenggol bahu nya.
"Maaf Om"
Seorang laki-laki menyatukan tangan nya, tidak sengaja menabrak lengan Cakra.
"Bukan masalah"
Cakra langsung terkejut dari lamunan dan pemikirannya, dia buru-buru menjawab kemudian beranjak dari sana.
laki-laki tersebut bergerak menuju tempat wudhu, masih dengan pikiran yang melanglang buana entah kemana, kata-kata Senja terlalu mengganggu dirinya, dia tidak bisa menepis pemikiran soal ucapan gadis tersebut tadi.
Kau tahu sayang? seperti rasulullah Saw, beliau tidak pernah melupakan Khadijah, tapi menikahi Aisyah.
Hati laki-laki Allah SWT ciptakan untuk tidak mungkin bertemu dua cinta persis sama. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah pada QS. An-Nisa : 129 : “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istrimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian,…”
Adil yang dimaksud dalam ayat diatas adalah adil terhadap perasaan (cinta). Demikian pula Rasulullah, hanya Khadijah yang beliau cintai sangat mendalam meskipun tidak dipungkiri dia mencintai Aisyah.
Hati hanya satu, tapi takaran cinta jelas berbeda, sama-sama dicintai tapi salah satu pasti mengalahkan segalanya.
Kupautkan hati ku pada mu jelas jauh lebih besar tanpa bisa ada yang menyamakan,tapi aku manusia biasa yang penuh dengan khilaf, jika aku memberikan hati ini pada satu kesempatan kedua, adakah kamu Redho dan ikhlas disana?!.
Cakrawala Gunawan.
__ADS_1