Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Adakah dia sengaja merencanakan nya


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


pusat kota.


Sisa suara mobil sirine ambulance masih terdengar samar-samar dimana branker dorong yang membawa tubuh Rudi kini menghilang didalam ruangan operasi, semua orang berlarian panik mengikuti langkah hingga akhirnya berhenti di depan ruangan kaca yang dilarang untuk di masuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan.


Para tim dokter berusaha untuk memberikan pertolongan terbaik mereka pada Rudi saat ini, tidak peduli bagaimana tingkat keberhasilan nya yang jelas mereka harus bergerak dengan cepat untuk sebuah nyawa.


Tuan Gunawan memiliki menyandarkan dirinya di dinding depan ruang operasi, dia tidak bergeming sama sekali, cukup tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.


Hari bahagia menyambut kedatangan Senja dan Cakra berubah menjadi hari tragedi dan tragis sedunia.


"Apa yang kamu lakukan?"


Laki-laki tersebut menghantam punggung depala nya ke dinding, bertanya lirik didalam hati nya, Rudi tidak mengatakan soal apapun dan apa yang direncanakan laki-laki tersebut dibelakang semua orang.


Apa yang mendasari kemarahan Mell hingga bergerak sejauh itu dan menembak Rudi tanpa ampun, apa yang diberikan Rudi pada wanita tersebut hingga membuat Mell begitu marah besar dan bertindak melampaui batasan nya?!.


Mama Niar duduk di kursi tunggu, jelas dia kehilangan kata-kata, Rudi sudah dia anggap seperti putranya sendiri,dia begitu menyukai Rudi, karena baginya setiap melihat Rudi seolah-olah dia melihat Cakra, dua laki-laki itu terlihat memiliki sifat yang cukup mirip meksipun tidak dengan wajah mereka.


Persoalan rumit kehidupan laki-laki tersebut cukup mengejutkan diri nya, apalagi saat tahu siapa Rudi sebenarnya cukup membuat mama Niar shok setengah mati, tidak menyangka keluarga Dewantara memiliki kisah yang mengerikan.


Dia yang notabene nya tinggal di luar negeri dan jarang pulang ke Indonesia sejak kecil mana pernah mendengar kisah para keluarga pengusaha kaya dulu, ditambah lagi dia bukan type ibu-ibu gosip yang suka ngerumpi dan mendengar cerita orang-orang, hidupnya cukup lurus-lurus saja dan tidak pernah mau terlalu tahu soal desas-desus kehidupan orang lain.


Jadi cukup terkejut mendengar kisah keluar Dewantara, Mell, Anggara...

__ADS_1


"Oh astaghfirullahul'adzim"


Wanita tersebut hanya busa istighfar didalam hati nya, dia pikir bagaimana bisa ada manusia serakah seperti Mell di dunia ini, dia benar-benar tertipu case / cover luar Mell selama ini.


Senja menangis tersedu-sedu, dia terisak dan histeris awalanya tapi berusaha menekan semua emosionalisme nya yang akan keluar, mencoba menjaga adab dan hati, juga menjaga perasaan semua orang termasuk Cakra, takut suaminya berpikir yang tidak-tidak kenapa dia menangisi laki-laki lain dihadapan suaminya.


Dia tidak berani melakukan nya, sebab tidak pernah tahu apakah Cakra tahu bagaimana sebenarnya hubungannya dan Rudi saat ini.


Hingga akhirnya bola mata Senja menatap satu bayangan yang berlarian dari ujung sana, awalnya memang berupa bayangan dengan suara sandal yang beradu dengan lantai keramik rumah sakit hingga pada akhirnya secara perlahan bisa dilihat sosok mak yang semakin terlihat jelas mendengar.


Wanita tersebut menangis sambil menampilkan ekspresi panik luar biasa, bisa Senja lihat Mak tidak baik-baik saja, entah bagaimana Mak bisa mendapatkan kabar nya, yang jelas wanita rapuh tersebut telah berdiri dihadapan semua orang, menatap sosok Senja Kemudian menaikkan kedua telapak tangan nya ke arah Senja, menunggu Perempuan yang sudah seperti anak kandungnya sendiri tersebut masuk ke dalam pelukannya.


"Rudi...dimana Rudi Mak? dimana Rudi... milik Mak?"


"Apa yang terjadi pada anak Mak? apa yang terjadi pada anak Mak? Rudi...Mak?"


Tangisan mak terdengar pilu, bagaikan sembilu menyayat jantung hati, dia histeris saat tahu Mell membuat putranya tersebut tumbang dengan peluru yang kata nya ber sarang dikepala nya.


Satu ingatan menghantam dirinya, saat dokter yang tidak lain paman Vervita berkata.


"Tumor otak bersarang di kepala Rudi, ini cukup serius, beberapa kali kami minta dia **agar** ikut kemoterapi juga operasi tapi Rudi terus menerus menolaknya, awalnya masih biasa saja tapi lama-lama luar biasa,dia diam-diam menyembunyikan semuanya dari semua orang"


Apa yang sebenarnya kamu rencana Rudi? kamu sengaja melakukan semua ini? mengakhiri semuanya dan membuat Mell semakin dalam mendapatkan hukuman atas kesalahannya?.


Mak menangis, mempertanyakan kebodohan Rudi, dia ingin meraih wajah itu, yang belum mengecam bahagia didalam seumur hidupnya.

__ADS_1


"Mau ke mana kalau punya uang?"


"Menyeberangi katulistiwa, pergi ke sebuah pulau indah bersama orang-orang yang aku rindukan, menatap ufuk Senja di atas Cakrawala"


Obrolan itu pernah mereka lakukan dulu, saat mereka duduk di atas bebatuan menikmati sungai Kelingi kecil di pinggiran kota Lubuklinggau.



"Rudi rindu papa?"


Mak bertanya, menatap Rudi yang berseragam SMA untuk beberapa waktu, anak itu mulai dewasa, rahang wajah nya terlihat mulai menegas, tubuh besar tinggi nya jauh mengalah kan tubuh Mak saat ini, dia hampir mirip dengan Anggara tapi tidak semuanya, perpaduan Hesty dan Anggara yang menjelma menjadi Rudi Anggara.


"Rudi janji, akan bawa mama pulang ke keluarga Dewantara"


Ucap laki-laki tersebut pelan, mengabaikan pertanyaan Mak tentang rindu nya.


"Mak cukup bahagia hidup seperti ini, tidak perlu melihat sesuatu kebelakang lagi"


Ucap Mak pelan, membuang pandangannya nya, menatap langit Sore yang mulai menggelap.


******


Jangan tanyakan rindu pada ku karena meskipun ku jelaskan ribuan kali tidak akan ada yang bisa mengerti.


Rudi Anggara.

__ADS_1


__ADS_2