
Disisi lain
Penjara xxxxxxx.
Begitu mendengar sipir berkata seseorang menunggu nya, Mell langsung menatap kearah laki-laki berpakaian dinas lengkap tersebut, dia terlihat berpikir siapa yang datang menemuinya tersebut.
Krakkkkk.
Klantanggggggg.
Sipir tersebut membuka jeruji besi itu dengan cepat, dan Mell pada akhirnya beranjak dari posisi nya, bergerak keluar dari sana dan mengabaikan tatapan benci juga jijik dari orang-orang yang ada di ruangan tersebut.
Sipir itu dengan kasar menarik tubuhnya dan mendorongnya ke arah depan agar Mell bergerak dan berjalan lebih dulu, wanita itu pada akhirnya bergerak melangkah menuju ke arah depan membiarkan sipir berjalan di belakangnya, diamlah gagal kaki ya terus menuju ke arah depan sembari tanda tanya besar terus menghias di atas kepalanya.
hingga akhirnya saat dia telah tiba pada suatu ruangan di mana biasanya para tamu atau pengunjung datang untuk melihat para narapidana seketika Mell membulatkan bola mata nya saat dia tahu siapa yang datang menemuinya.
Dia mendengus, menantap tidak percaya atas siapa yang dilihat nya saat ini, Mell duduk di kursi yang terbuat dari stainless, Membiarkan dirinya menatap sosok orang yang ada dihadapan nya.
"Aku cukup terkejut saat menyadari siapa yang datang kemari"
Ucap Mell sambil menatap tajam kearah depan.
__ADS_1
"Beberapa hari ini aku terus berpikir, bagaimana bisa aku hancur di tangan suami ku sendiri, aku terus bertanya-tanya di dalam hati siapa yang bergerak mengatur segalanya selama ini dan kenapa Riana ditolak mentah-mentah turun ranjang untuk menggantikan jelita"
Mell bicara, dia mencoba menetralisir kemarahan nya, mencoba untuk tidak berteriak marah atau berteriak histeris karena keadaan.
"Aku berpikir begitu keras, mencoba menerka-nerka dan menyambung benang kusut di antara semua keadaan, kenapa aku bisa hancur hanya dalam beberapa waktu, awal nya aku pikir bagaimana bisa Anggara begitu picik menipu ku, dia mana memiliki daya, kemudian aku berpikir apakah mungkin itu adalah Halim, ayah Vervita mungkin menyimpan dendam karena itu sengaja membiarkan anak nya yang tidak tahu diri menggoda suami ku, tapi aku tidak menemukan alasan yang baik untuk menyambung semuanya"
Wanita tersebut menghentikan ucapannya, dia menatap sosok dihadapan nya dengan perasaan menggebu-gebu, mencoba menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu.
"Lalu begitu surat pemandangan pengunduran diri tampil padahal aku tidak pernah melakukan nya, seketika aku sadar jika sejak awal seolah-olah semua memang di atur dengan sempurna, pada berkas-berkas proyek yang dibawa laki-laki tersebut dan sekretaris ku, aku baru menyadari nya jika kau terlibat dalam semua hal untuk menghancurkan ku, Gunawan"
Dan Mell memajukan tubuhnya, mereka berbatasan dengan ruang kaca, sama-sama mampu menatap antara satu dengan yang lainnya dan bicara namun tidak mampu saling menyentuh antara satu dengan yang lainnya.
Tuan Gunawan menaikkan ujung bibirnya, menatap api kemarahan di balik tiap ucapan yang Mell katakan.
Dan Mell kali ini menampilkan kilatan kemarahan dibalik wajah picik nya, dia marah, benar-benar marah.
"Sebenarnya apa keuntungan mu menghancurkan diriku, apa salah ku pada mu, kenapa bajingan seperti kamu ingin sekali menghancurkan aku?"
Dan saat pertanyaan demi pertanyaan tersebut dilesatkan Mell, Gunawan seketika menaikkan ujung bibirnya.
"Kau benar-benar lupa pada kejahatan masa lalu mu?"
__ADS_1
Dan laki-laki itu bertanya sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi yang dia duduki, dia melipat kedua tangannya secara perlahan.
"Ya?"
Mendengar pertanyaan tuan Gunawan, membuat Mell mengerutkan keningnya.
"Aku pikir kau lupa bagaimana kamu menghancurkan Juna di masa lalu"
Ucap Gunawan dengan cepat.
mendengar nama Juna seketika membuat Mell terkejut, ekspresi wajah wanita tersebut seketika berubah.
"Kau tahu? dimasa lalu kau membunuh seorang anak laki-laki dan ibu nya Secara bersamaan atas nama Cinta yang kau sematkan pada laki-laki polos yang begitu mencintai kamu"
Dan tuan Gunawan mencoba mengingatkan Mell atas kenangan masa lalu yang dilakukan wanita itu.
"Aku harap kau tidak lupa soal itu Mell, karena aku bahkan tidak pernah bisa melupakan nya hingga hari ini"
Dan percayalah wajah Mell langsung pucat pasi.
"Kau... bagaimana kau?"
__ADS_1
Dan Mell seperti nya memang tidak pernah menyadari jika Juna adalah bagian daripada keluarga Gunawan.