Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Hubungan yang rumit


__ADS_3

Rumah utama keluarga Gunawan


Kamar khusus Cakra dan Senja


Laki-laki tersebut terlihat gelisah sejak tadi, mencoba untuk menarik nafas yang berkali-kali, memilih menepi di bagian teras kamar, Maraih rokok miliknya dan mulai menyulut api ke dalam rokoknya tersebut.


setelah api tersulut Cakra terlihat mulai menyesap rokoknya secara perlahan, dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, memilih menatap jutaan bintang di atas langit di antara pekat nya Langit malam.


sesekali laki-laki tersebut Memijat-mijat kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit, tidak tahu kenapa tapi rasanya kepalanya tiba-tiba berdenyut-denyut sejak tadi.


tidak menyangka jika rencananya akan seperti ini, padahal dia tidak pernah berpikir jika keluarganya akan ikut campur dalam urusan pernikahannya hingga sejauh ini.


mungkin dia yang kurang datang membuat perencanaan pernikahannya dan juga sandiwara pernikahan bersama senja, dia lupa ada orang-orang sulit yang harus dihadapi di rumah yang realitanya tidak bisa dia yang mengatur melainkan orang-orang di rumah yang mengatur di rumahnya.


mendapatkan resepsi pernikahan jelas bukan pilihan yang bijak, dia tahu ini akan semakin mempersulit keadaannya, Cakra berulang kali menghisap rokok miliknya, kemudian menghembuskannya menuju ke arah atas.


di dalam kamar sana senja tampak membalikkan tubuhnya hingga berbalik menatap ke arah jendela kaca yang ada di sisi kirinya di ujung sana, bisa dia lihat Cakra berdiri di pinggir teras kamar tersebut yang berada di lantai 3, sibuk menghabiskan rokoknya sembari menatap ke arah langit yang dihiasi oleh jutaan bintang.


gadis itu sama sekali tidak mengeluarkan suaranya hanya menatap punggung Cakra yang terkadang sedikit berbalik ke arah dirinya namun sama sekali tidak melihat ke dirinya.


pemikiran gadis itu kini juga terpecah, keinginannya untuk menyelesaikan semua perjanjian di antara mereka mungkin tidak akan berjalan cepat sesuai dengan apa yang dia harapkan, jangankan bisa melahirkan anak sejahtera disentuh oleh laki-laki tersebut saja dia belum.


jangankan pula bisa bercerai sekarang malah sibuk menyiapkan acara pesta resepsi pernikahan ngunduh mantu.


senja pikir akan dibawa kemana hubungan mereka saat ini? padahal impiannya adalah, setelah ayahnya sehat dan adik nya tamat SMA tahun depan, dia mungkin akan pergi meninggalkan semuanya setelah perceraian mereka nanti, membawa uang bayaran yang diberikan oleh Cakra dan memulai kehidupan mereka di tempat yang berbeda.


dia tidak lagi memilih kembali ke kampung atau bahkan menetap di Jakarta, kemungkinan terbesarnya adalah dia akan kembali ke kota yang berbeda di mana ibunya dilahirkan dan dimakamkan saat ini.


Dia ingin kembali ke tempat asal orang tua nya.


itu hanya bagian dari impian miliknya sejak masih anak-anak, membeli rumah di mana di tempat ibunya dilahirkan, mungkin membuka usaha kecil di sana atau bahkan membuka lahan pertanian.


dia hanya memiliki cita-cita sederhana yang jelas tidak berlebihan atau bahkan muluk-muluk, dia ingin sebuah kehidupan tenang yang bisa membawa nya pada satu kehidupan baru yang dia harapkan.


sejenak gadis tersebut memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, ingatannya kembali pada masa dia berada di butik pakaian di mana Nabila dan laki-laki itu berada.

__ADS_1


******


Flash back


Kembali ke masa tadi.


beberapa jam sebelum kembali ke kediaman Cakra.


"Akhirnya bisa menyapa mu disini"


Rudi berdiri tepat di belakang Senja,gadis tersebut duduk di bagian sisi kiri restauran yang menghadap kearah angin, tepat di bagian teras atau beranda yang menembus jajanan kota, laki-laki tersebut berdiri membelakangi posisi Senja,. Meraih rokoknya dan mulai menyulut api ke rokok yang ada di tepian bibirnya.


"Biar aku yang bicara Ufuk Senja, jangan biarkan Nabila berpikir kamu sedang ingin menggoda ku dan melampaui batasan mu sebagai menantu kekuarga Gunawan"


saat Senja ingin balik bicara dan menyapa, Rudi langsung menyela, tidak ingin orang-orang berpikir jika Senja mengenal nya dengan baik.


"Bapak tidak baik-baik saja?"


Laki-laki tersebut bertanya, tidak berharap Senja menjawab tanya nya, melihat Senja berada di sini dia sudah tahu jawabannya.


Kak Senja menikah besok, tidak kah Kakak ingin pulang sejenak untuk menemui nya?!.


Aku tahu Mak tidak merestui hubungan kalian, meskipun bagaimana pun juga kakak dan kak senja tidak mungkin bersama.


Itu adalah pesan dari adik nya, adik senja, April.


Hubungan mereka terlalu rumit, karena itu memilih pergi dari rumah, meninggalkan Senja dan April dalam luka yang masih menganga.


"Maaf tidak bisa membahagiakan kalian hingga hari ini"


Rudi kembali Bicara, mencoba menengadahkan kepalanya, menahan air mata di pelupuk matanya agar tidak tumpah.


dia kembali menghisap rokoknya dengan kuat, menahan rasa sakit yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Cinta pertama nya telah dimiliki laki-laki yang dia panggil tuan.

__ADS_1


Senja mengeratkan genggaman nya, hati nya bergetar dan sakit, dia ingin menangis sembari menundukkan kepalanya, tapi dia adalah Senja mana mungkin menangis karena air mata nya telah mengering sejak dia masih SMA.


"Maaf"


Hanya itu kalimat yang bisa senja ucapkan pada Rudi, bola mata nya berkaca-kaca, tapi dia menahan segala rasa.


"Apa kamu bahagia selama hidup tanpa kakak?"


Saat Rudi menanyakan hal tersebut, Senja memilih menahan isak tangis nya.


*****


Kembali ke masa kini.


Air mata Senja seketika tumpah, dia membalikkan tubuhnya, membuang pandangannya dari Cakra.


Apa kamu bahagia selama hidup tanpa kakak?!.


Bagaimana aku menjelaskan nya?!.


Apakah aku bahagia?!.


Jika lahir kembali ke dunia ini, aku berdoa dan berharap kita tidak terhubung dalam kisah yang sama, terjebak dalam ikatan persaudaraan yang sebenarnya tidak pernah ada, agar aku bisa berkata pada dunia betapa aku mencintaimu kak, aku mencintai kamu melebihi dunia dan seisinya.


Senja memejamkan bola matanya, membiarkan air mata membasahi seluruh permukaan wajah cantik nya.


Ingatan soal kenangan masa lalu menghantam dirinya.


"Kamu gila....Rudi... pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali"


"Makkkk"


Senja menangis histeris, mencoba meraih tangan wanita yang merawat nya sejak bayi.


"Kamu... masuk ke kamar mu sekarang juga"

__ADS_1


__ADS_2