Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Tempat peristirahatan terakhir


__ADS_3

San Diego Hills


Karawang


Jawa barat.



Kematian Sebagai Perjalanan Menuju Peristirahat Terakhir.


“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (Q.S. An Nisaa:78). 


******


Begitu mereka turun dari mobil, bola mata Senja menatap luas nya tanah yang menjadi area pemakaman dihadapan nya, San Diego Hills menjadi tempat pemakaman elite keluarga kaya raya di ibu kota dan dia baru tahu disinilah Jelita, almarhum istri Cakra di makamkan.


"Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa alloohu bikum laahiquun. Nasalullooha lanaa walakumul 'aafiyah."


Artinya: “Salam keselamatan atas kalian wahai penghuni rumah-rumah kuburan dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Dan kami insyaallah benar-bnar akan menyusul, aku memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian.” (HR. Muslim no.1620).


Ku lafadz kan salam untuk para ahli kubur.


Senja membatin sambil bola matanya terus menatap kearah disekitar nya.


Mama Cakra terlihat berjalan mendahului mereka, masih belum merasa ikhlas menerima Senja.


Aku butuh waktu untuk menerima semuanya.

__ADS_1


Itu yang dia ucapkannya pada suaminya malam itu.


Siapa yang meminta Senja untuk datang ke pemakaman Jelita?!.


Mama Niar.


Jangan terlalu baper, Cakra tidak memiliki alasan khusus untuk membawa senja mengunjungi pemakaman almarhum istrinya, dan Senja tidak memiliki tempat khusus untuk datang kesana memperkenalkan dirinya sebagai seorang istri.


Apa Senja terhenyak dan merasa terkejut awal nya? tentu saja, tapi akal waras Senja bermain lebih cepat dari gadis pada umumnya, dia bermain dengan logika bukan pada hatinya, pikiran nya berkata tidak mungkin manusia sekelas gletser tiba-tiba mencair dan berubah.


Gletser adalah sebuah bongkahan atau endapan es yang besar dan tebal yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akibat akumulasi endapan salju atau es yang mengeras dan membatu selama kurun waktu tertentu yang sangat lama. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi.


Dan gletser hanya akan mencair setelah satu dekade lama nya dan itu menunggu masa pemanasan global yang cukup lama, Cakra akan berubah layak nya laki-laki pada umumnya mungkin menunggu Senja mati lebih dulu, hingga menghilang nama nya ditelan oleh muka bumi.


"Ini adalah Jelita"


Andaikan saja lisan mama Niar lebih halus dan lembut, dia pasti menjadi mertua dengan titel mertua idaman di seluruh di dunia.


Mungkin sifat yang ditampilkan satu kewajaran karena masih belum menerima kenyataan yang ada dihadapan.


"He em"


Senja menganggukan kepalanya sambil ber he em ria, memilih duduk dan mengusap batu nisan berwarna hitam di hadapannya, rumput Jepang yang tertanam jelas tertata dengan rapi dan indah, bonsai yang mengelilingi pemakaman tersebut menambah asri dan sejuk tempat tersebut.


Senja menatap batu nisan di hadapannya untuk beberapa waktu, mengelus nya lembut sembari memperhatikan nama Perempuan yang menjadi cinta pertama dan istri pertama Cakra, Perempuan luar biasa yang mampu membuat laki-laki sekelas gletser tersebut luluh dan takluk di bawah cinta nya.


Jelita Manokwari Anggara.

__ADS_1


Nama nya mengingatkan Senja pada seseorang yang sangat dia kenal, dia pikir itu sangat kebetulan.


Assalamu'alaikum ya ukhti, hanya Yasin yang mampu aku persembahkan sebagai doa untuk mu disana, aku datang bukan sebagai istri Cakra, tapi sebagai seorang keluarga yang masuk karena takdir Allah.


Senja bicara didalam hati nya, menatap batu nisan bertuliskan nama dari tinta emas, dia mengeluarkan buku Yasin, melafazkan doa bersama Cakra dan Mama Niar, memilih mulai melantunkan keindahan Yasin di sepanjang penjuru pemakaman, suara mereka mengalun terbawa angin seolah-olah mengingatkan disinilah tempat terakhir mereka kelak setelah hari ini.


Jangan terlalu bangga dengan apa yang dimiliki di dunia, karena ketika ajal menjemput yang dibawa hanya selembar kain kafan dan amal ibadah serta perbuatan baik dan buruk yang telah di catat oleh malaikat Raqib dan Atid.


"Setiap ada waktu kamu bisa berkunjung kemari"


Mama Niar bicara cepat setelah mereka beranjak pergi dari sana, membuang muka nya masih belum ingin terlalu banyak berinteraksi dengan Senja.


"Baik ma"


"Besok bersiaplah, kita akan pergi ke keluarga mu untuk membicarakan pesta pernikahan nya"


Lanjut Wanita itu lagi kemudian.


Sejenak Senja menghentikan langkah kakinya, diikuti Cakra yang mematung untuk beberapa waktu, mereka saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.


"Apa ini tidak terlalu cepat?"


Cakra bertanya sambil berusaha mengejar langkah mama nya.


"Tanya papa mu dan bicara langsung sama dia"


Itu jawaban paling mematikan yang tidak bisa Cakra ganggu gugat lagi ucapan nya.

__ADS_1


Jika tuan Gunawan yang telah memutuskan, dia yang bisa membatalkan?!.


__ADS_2