
Senja terlihat masih menimbang keputusannya, dia menggigit bibir bawahnya, ragu-ragu memutuskan.
ke mana tempat liburan dan bulan madu yang paling indah?.
dia benar-benar tidak memiliki rekomendasi yang tepat saat ini, takut memutuskan terlalu dini, Ah tidak sebenarnya ada satu tempat yang ingin dia kunjungi tapi terlalu berlebihan dia meminta nya, sebab apa yang diberikan Cakra pada nya sudah sangat berlebihan.
Uang yang tidak sedikit, operasi bapak,alat rumah tangga, tabungan,kartu hitam tanpa batas yang kalau ingin dia gunakan cukup membuat dia takut, tabungan yang diisi Cakra di rekening nya sendiri, mahar yang tidak sedikit dan...
Senja menatap dalam wajah Cakra.
Apa ini kebetulan atau sebuah keberuntungan? dia takut laki-laki tersebut tidak sungguh-sungguh dan ini hanya mimpi.
"Kamu bisa memikirkannya, masih ada beberapa hari lagi bukan?"
Ucap Cakra kemudian, dia menghentikan aksi pijat nya, menatap Senja untuk beberapa waktu, membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
Gadis tersebut akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Kemarilah"
Cakra menarik Senja pelan, membuat gadis tersebut seketika terkejut, tenggelam dalam pelukan suaminya.
"Abang?"
__ADS_1
Dia pikir laki-laki tersebut suka sekali membuat nya Terkejut.
Dia berada di atas dada Cakra, menahan tangan nya untuk beringsut tapi Cakra menahan gerakan nya, membiarkan Senja tenggelam kedalam pelukan nya.
"Begini saja dulu"
Kata-kata tersebut seperti sebuah kode, seolah-olah berkata begitu saja dulu untuk saat ini, memangkas jarak saling memeluk.
Senja pada akhirnya menurut, membaringkan tubuhnya dan membiarkan dirinya tenggelam didalam dada Cakra dimana tangan Cakra memeluk seluruh tubuh mungil nya.
Laki-laki tersebut Membiarkan dagu nya berada di ujung kepala Senja, menggosok nya lembut dengan dagunya untuk beberapa waktu, kemudian dia memejamkan bola matanya.
Senja sendiri terlihat tidak tenang, degub jantung nya terasa tidak baik-baik saja, dipeluk begitu rasanya sangat deg-degan karena ini kali pertama dia diperlakukan seperti itu oleh seseorang laki-laki.
Menambah satu desiran manja di balik hati dan jantung Senja, ingin sejak dia berteriak dan berkata ini tidak baik-baik saja,dia takut tenggelam dalam pesona dan kebaikan suaminya, jatuh cinta pada Cakra melebihi cinta nya pada Allah SWT.
Berusaha mengendalikan hatinya yang terkadang dirasa tidak baik-baik saja, terlena dengan kelembutan laki-laki yang menjadi pemilik seluruh diri nya.
Dia terkadang masih takut jatuh cinta lagi lalu terluka dengan orang yang berbeda.
"Katakan padaku"
Cakra tiba-tiba buka suara, membuat Senja mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
Laki-laki tersebut mencoba mensejajarkan diri nya, agar wajah bertemu wajah untuk mempermudah mereka bicara.
Jantung semakin terasa tidak baik-baik saja, Cakra menatap Senja dimana saja mereka nyaris tanpa jarak, bola mata saling menatap antara satu dengan yang lainnya, hanya dalam jarak ukuran lebar jari telunjuk, hidung mereka nyaris menyatu antara satu dengan yang lainnya.
"Adakah kamu bahagia selama bersama ku?"
sebaris tanya itu diberikan Cakra kepada Senja, menatap gadis di hadapannya tersebut yang nyaris tidak memiliki jarak sama sekali, dia takut Senja tidak bahagia bersamanya, mengingat pernikahan awal mereka terjadi bukan karena cinta melainkan kesepakatan belaka.
mendengar pertanyaan Cakra seketika membuat Senja membiarkan bola matanya menatap bola mata Cakra, netra mereka saling bertemu, dimana bayangan masing-masing diri mereka kini berada di dalam lingkaran bola mata milik mereka.
keheningan terjadi cukup lama diantara mereka, di mana senja mencoba untuk menyusun kata-katanya.
"lalu katakan padaku lebih dulu, apakah Abang membawa ku mengarungi bahtera rumah tangga atas dasar cinta?"
Dia memberanikan diri untuk bertanya, memangkas gelisah yang menerjang hati nya, takut jika perjanjian kemarin masih berlaku diantara mereka.
Cakra terlihat diam, menelusuri ketakutan dibalik bola mata Senja, dia kemudian mengembangkan senyumannya.
"Tentu saja, aku mencintaimu karena Allah SWT dan pernikahan kita adalah seindah-indah nya ibadah, dan ini adalah ibadah seumur hidup dalam perjanjian kepada Allah SWT"
Jawab laki-laki tersebut kemudian.
Itu adalah Jawaban yang diberikan Cakra untuk Senja, menyesali perjanjian pertama dalam pernikahan mereka yang mengatasnamakan Allah SWT dan khilaf juga nyaris melupa, jika sesungguhnya pertemuan laki-laki dan perempuan itu telah di atur oleh Allah SWT dan tidak ada yang kebetulan atas datang nya takdir Allah SWT.
__ADS_1
Sesuai dengan diriwayatkan oleh ‘Abdullâh bin ‘Amru bin al-Âsh ra., bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Allah telah menuliskan berbagai ketetapan atas makhluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Dan pada saat itu, ‘Arsy Allah berada di atas air.”