Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Curigai bermain dibelakang nya


__ADS_3

Hari H


Pernikahan Cakra dan Senja


Masih di kediaman keluarga Anggara.


Anggara terlihat berdandan rapi dengan jas mendominasi berwarna silver milik nya, begitu gagah dan tampan dengan penampilan nya saat ini, percayalah tidak ada ibu-ibu berusia di atas 30 tahunan tidak tergila-gila melihat dirinya, dia benar-benar kategori kharismatik menjelang usia tua nya.


Laki-laki tersebut melesat turun lebih dulu dari lantai atas, menyambar kunci mobil milik nya dan bergegas pergi dari sana.


Mell tampak mengeram kesal, menggenggam erat telapak tangan nya saat melihat suami nya bergerak meninggalkan dirinya dan putri nya.


"Papa tidak pergi?"


Riana bertanya sambil membenahi sepatunya, masih didalam kamar mama nya dimana pintu kamar tersebut terbuka saat ini.


"Dia pergi lebih dulu,ada relasi bisnis yang menunggu"


Bohong Perempuan tersebut, dia berusaha menarik kasar nafasnya untuk beberapa waktu.


"Berani-berani nya!"


Mell berseru didalam hatinya, sangat marah karena Anggara selalu pergi lebih dulu dan tidak pernah ingin pergi dengan nya dan Riana tiap kali mereka mendapatkan undangan atau acara-acara besar lainnya.

__ADS_1


Dia sudah tampil sempurna dengan balutan kebaya berwarna keemasan, diiringi putri nya yang keluar menggunakan kebaya modern dengan warna senada.


"Siapa yang bawa mobil? Aku apa mama?"


Gadis tersebut bertanya dengan cepat.


"Biar sopir yang membawa nya"


Yah pada akhirnya sopir menjadi pilihan akhir Mell, dia pikir tadi akan pergi bersama Anggara, tapi laki-laki tersebut meninggalkan dirinya.


Dia mengeram kesal, mencoba untuk menahan perasaan nya yang berkacamuk menjadi satu.


Belakangan dia risau, gosip tak sedap menghantam dirinya, beberapa orang berkata Anggara kembali berselingkuh dibelakang nya, dengan gadis muda belia yang belum dia ketahui siapa, kata nya seusia putrinya, Riana.


"Siapa, ada apa, bagaimana bisa?"


Barisan tanya tersebut mengganggu diri nya.


"Ayo ma"


Riana telah cantik dengan penampilan nya, hari ini suka tidak suka harus datang ke acara pernikahan Cakra, dia akan berlenggak lenggok menampilkan kesempurnaan dirinya, ingin melihat bagaimana rupa istri Cakra yang tidak terlihat di dalam undangan mewah yang dia terima bahkan belum sekalipun dia lihat rupanya.


Seperti kata mama nya,dia tidak perlu gelisah dan marah, laki-laki itu ibarat seekor kucing, berikan dia ikan asin, mereka tidak akan menolaknya, Cakra hanya manusia biasa, di jebak dan dipermainkan sedikit maka semua akan berjalan sesuai rencana, biarkan mereka menikmati pernikahan mereka, berbahagia sejenak, setelah itu mama nya berkata dia akan mengatur rencana untuk menyingkirkan istri baru nya yang dari kampung dan menghancurkan pernikahan Cakra.

__ADS_1


"Jangan bodoh, biarkan mereka menikmati keadaan mereka, Cakra tidak setara dengan gadis tersebut, bahkan tante Niar mu lebih menyukai kamu dari pada gadis itu, jadi tunggu saja tanggal main terbaik nya"


Wanita tersebut berusaha menyakinkan dirinya.


"Vervita tidak jadi ikut?"


Mell bertanya pada putrinya, menanyakan soal teman dekat Riana yang katanya akan ikut datang dalam pernikahan Cakra.


mendengar pertanyaan mama nya, Riana buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Entahlah, dia membatalkan rencana pagi ini, kata nya akan datang belakangan bersama seseorang"


Riana menjawab sambil menghela nafas nya, berusaha untuk menetralisir detak jantung nya untuk beberapa waktu.


Disisi lain di satu jalan menuju ke Arah Pullman Jakarta Central Park, Anggara terlihat menatap sosok gadis yang berdiri tepat di sisi kanan jalan dengan gaun indah nya, melambaikan tangan kearah mobil nya.


dia menepikan mobilnya dengan cepat, menurunkan kaca mobilnya lantas menunggu gadis tersebut masuk kedalam mobil nya.


Vervita terlihat mengembangkan senyumannya, duduk tepat disamping Anggara sambil berkata.


"Angga menunggu sejak 15 menit yang lalu"


Ucap gadis tersebut kemudian tanpa menoleh kearah Anggara.

__ADS_1


__ADS_2