SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH
AMBISI KARLA


__ADS_3

Tatapan mata pada hunian mewah anak tirinya, seketika berbalik arah pada asal suara setelah mendengar seseorang menyapa padanya.


Senyuman kecil dia lukiskan di wajah, saat sudah beradu pandang dengan lelaki tua itu.


"Apakah Tuanmu, sedang berada di rumah?"


"Ada, Nyonya! Tuan Aditya sedang berada di rumah."


"Apakah sekretaris Simon, juga sedang berada di rumah?"


"Tidak Nyonya! Sekretaris Simon, baru saja ke luar beberapa menit yang lalu."


Mendengar ketidakberadaan pria yang selalu saja memancing emosinya, membuat rona bahagia seketika menyelimuti wajah Karla.


"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu. Karena ada hal penting, yang harus aku bicarakan, dengan Aditya."


"Baik Nyonya!"


Karla segera melenggangkan kakinya, memasuki rumah mewah milik anak tirinya itu. Ayunan kaki yang semula dia langkahkan dengan cepat, seketika dia ayunkan pelan akan kekagumannya pada isi dalam rumah milik Aditya.


"Sangat mewah rumahnya. Tidak kalah, dengan kediaman milik Ayahnya." gumam Karla, dengan ayunan kaki yang terus dia langkahkan.


Kekagumannya pada hunian mewah itu dia simpan seketika, saat teringat akan sosok Aditya-yang tidak dia temui.


"Di mana dia? Apakah dia benar-benar berada di rumah? Ataukan dia langsung pergi, setelah mengetahui kalau aku akan datang ke mari."


Sibuk mencari keberadaan sang pujaan hati, membuat Karla tidak menyadari adanya salah satu pelayan, yang tengah menghampiri padanya.


"Malam, Nyonya!" sapa Sisi, ketika sudah berada di belakang wanita itu.


Tubuh itu segera Karla balikkan pada asal suara. Senyuman mengembang di wajah cantiknya, ketika mendapati keberadaan pelayan rumah, yang sangat dikenalnya dengan baik.


"Malam juga, Sisi! Di mana Tuanmu? Aku ingin menemuinya."


"Tuan Aditya sedang berada di taman belakang, Nyonya!"


Rona bahagia terpancar jelas di wajah Karla, saat mengetahui kalau Aditya ternyata sedang berada di rumah.


Tiba-tiba saja diri itu seketika di landa rasa ingin tahunya, tentang siapa wanita yang sedang dekat dengan anak tirinya saat ini, setelah perpisahannya dengan wanita yang bernama Citra.


"Aku baru saja datang dari luar negeri. Dan aku membawa ini untukmu." Karla melukis senyuman kecil, dengan mengeluarkan sebuah bingkisan kecil dari dalam tasnya.

__ADS_1


Sisi segera menggapai benda itu dari tangan Karla, dengan wajah yang seketika dilanda rasa penasaran.


"Apa ini Nyonya?"


"Bukalah, maka kau akan mengetahuinya."


Dengan wajah berbalut rasa penasaran, pelayan muda itu segera melepaskan kertas yang menutup rapat isi dalamnya.


Wajah kaget, dengan bola mata membelalak lebar, saat mendapati isi dalamnya ternyata sebuah dompet dengan tulisan GUCCI di depannya.


"Ini untukku, Nyonya?" tanyanya memastikan.


"Tentu saja untukmu. Memang buat siapa lagi! Bukankah ini bukan pertama kalinya, aku memberikanmu hadiah..


Sisi melukis senyum kecilnya. Mendengar jawaban yang baru saja diucapkan oleh Karla-membuat pelayan muda itu sudah bisa menyimpulkan, kalau Ibu tiri Tuannya menginginkan informasi tentang siapa wanita yang tengah dekat dengan Majikannya.


"Apakah ada yang ingin anda tanyakan padaku, Nyonya?" tanya Sisi, dengan ukiran senyum kecilnya.


"Kau memang sangat pintar, Sisi! Bahkan kau bisa mengeatahui, apa yang aku maksud. Aku ingin menanyakan padamu. Siapa wanita yang sedang dekat dengan Aditya sekarang?"


"Jawabannya masih sama, dengan yang kemarin Nyonya!"


"Maksudmu, Aditya tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun saat ini!?"


"Apakah kau yakin?" tanya Karla memastikan, dengan jawaban wanita itu.


"Saya sangat yakin, Nyonya! Sampai saat ini, rumah ini hanya pernah didatangi seorang wanita, selain Nona Citra."


Tidak lagi bertanya. Jawaban dari sisi, seperti mampu membungkam bibir Karla sesaat. Rasa cemburu seketika menghamtam diri wanita itu, mendapati kenyataan hingga saat ini anak tirinya itu-belum menjalin hubungan dengan wanita manapun, sejak berpisah dengan mantan tunangannya.


"Apakah dia masih mencintai wanita itu?! Hingga sejak ditinggal Citra, dia masih menutup pintu hatinya untuk wanita manapun. Aku heran! Apa sih hebatnya wanita itu?! Hingga tak ada wanita yang mampu, menggantikannya di hati Aditya." bathin Karla, dengan wajah yang sudah terlihat kesal.


"Nyonya..." panggilan Sisi, seraya menyentuh lembut jemari wanita itu.


"A..Ada apa?" jawabnya terbata.


"Apakah anda tidak jadi menemui Tuan Aditya?"


"Tentu saja jadi.Karena ada hal penting, yang ingin aku bicarakan dengannya." Dengan ayunan kaki segera yang dia langkahkan. Tapi langkah kaki yang baru dua langkah seketika Karla hentikan, dan menyeruhkan nama Sisi yang baru saja meninggalkan tempat itu.


"Sisi..." panggilnya, tiba-tiba.

__ADS_1


"Ada apa Nyonya?"


"Ingat! Kau harus mengatakan padaku, siapa saja wanita yang dekat dengan Aditya, atau wanita yang datang mengunjunginya di rumah ini. Sebab aku punya hak, untuk mengetahuinya. Karena bagaimanapun, Aditya adalah anakku." seru Karla yang mempertegas kata-katanya, ketika memberi titah pada pelayan muda itu.


"Tentu, Nyonya! Saya pasti akan mengatakan pada anda, siapa wanita yang dekat dengan Tuan muda."


"Terima kasih! Kalau begitu aku pergi menemui Aditya dulu." Dengan langkah kaki, yang kembali Karla ayunkan.


****


Angin malam berhembus sedikit kencang-hingga menerbangkan rambut yang tadi tertata dengan rapi-berterbangan tak tentu arah mengikuti arah angin. Dinginnya udara malam, ditambah tiupan angin tak membuat Aditya nampak sedikitpun untuk segera berlalu meninggalkan taman samping rumahnya.


Sunyi yang melanda, dengan hanya terdengar suara hewan-hewan kecil di sekitarnya, seketika menenggelamkan Aditya-pada dunia masa lalunya.


Begitu mencintai! Tapi cinta itu berubah menjadi luka, saat adanya kecewa yang diberikan.


Hanyut dalam luka masa lalunya, membuat pengusaha muda itu sama sekali tidak menyadari, adanya Karla yang sudah berada di belakangnya.


"Apa yang kau lamunkan, Sayang? Apakah kau sedang memikirkan diriku?"


Mendengar suara yang sangat tidak asing baginya, membuat Aditya segera membalikkan dirinya pada asal suara.


"Siapa yang mengijinkanmu, datang ke rumah ini?"


Senyuman sinis Karla lukiskan di wajah, mendengar pertanyaan dari Aditya dengan nada yang terdengar tidak suka.


"Bukankah sebelumnya aku sudah mengatkan padamu! Kalau aku akan datang mengunjungimu. Lagi pula mana ada peraturan, seorang Ibu dilarang mengunjungi anaknya."


"Kau memang wanita sakit jiwa! Sudah berapa kali aku bilang! Kalau aku sama sekali tidak tertarik padamu. Dan apalah kau tidak ada rasa takut sedikit-pun dengan Ayahku?! Sebab jIka sampai dia mengetahui bagaimana kau?! Aku yakin, dia pasti akan segera menceraikanmu."


"Tidak masalah dia menceraikanku. Bukankah ada anaknya!"


"Ingat Karla! Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menikahi wanita sakit jiwa sepertimu. Sekalipun Ayahku sudah tidak ada."


"Apa kurangnya aku?! Hingga kau selalu saja, menolakku!" Kesal mulai melanda wanita itu, setelah lagi-lagi dia mendapatkan penolakan dari anak tirinya.


"Kau tahu kenapa aku sama sekali tidak tertarik padamu?! Kau itu wanita murahan! Dan matrealistis. Aku tahu, kau menikahi Ayahku hanya karena uang."


"Tentu saja, karena hidup dalam kemiskinan itu sangat tidak meng,enakkan. Dan sampai saat ini, aku sama sekali tidak ada


perasaan apa-pun pada Ayahmu. Dan aku juga tidak menyangkah, justru akan jatuh cinta pada anaknya. Yaitu kau Adit! Aku sangat mencintaimu." Setelah mengatakan lagi tentang perasaannya-pada Aditya- Karla segera mengambil langkah panjangnya, menghampiri pada Aditya.

__ADS_1


Dalam langkah panjangnya menghampiri pada Aditya, ternyata tangan wanita itu tidak tinggal diam. Ambisinya yang ingin sekali mendapatkan Aditya, membuat Karla berpikir pendek. Dengan tidak tahu malunya, wanita itu membuka kancing baju kemejanya, agar dapat menunjukkan pada Aditya agar dapat memancing gairah pria itu.


__ADS_2