SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH
MELINDUNGI


__ADS_3

Kicauan burung kembali ber'irama, menyambut pada pagi yang indah-saat mentari telah memberi senyumnya, menyambut hari yang baru.


Aisyah melemparkan pandangannya lurus, menatap diri itu lewat pantulan cermin.


Secuil senyuman dia ukir di wajah, akan tampilan dirinya yang sangat berbeda dari biasanya-yang di mana selalu tampil apa adanya.


Gaun berwarna marun, dan juga sutra hitam yang sengaja di biarkan tergerai, dan memberi sentuhan curly di ujungnya-membuat wanita itu semakin terlihat mempesona.


"Kau sangat cantik, Nona! Pantas saja, Tuan Aditya menjatuhkan pilihannya padamu," seru MUA itu.


Senyuman tipis membentuk di wajah Aisyah, dan dia membenarkan ucapan MUA itu. Kalau dia memang sangat cantik hari ini.


"Dan semua ini berkatmu," jawab Aisyah tersenyum.


.


Suara gedoran pintu menggema di luar sana, hingga pandangan Aisyah dan wanita yang meriasnya-langsung berbalik arah.


"Mommy....Mommy....." Terdengar suara Bella, dan Sella yang menyeruhkan nama Bundanya, dari luar kamar.


"Mereka putriku," ucap Aisyah tersenyum, saat mendapati wajah bingung, MUA itu.


"Masuk saja Bella...Sella....Pintunya, tidak dikunci," jawab Aisyah dengan setengah teriakan, saat suara gedoran pintu terus berbunyi.


Pintu kamar seketika melebar, setelah ucapan Aisyah tadi.


Dua pasang kaki mungil itu langsung melangkah, masuk ke dalam kamar. Wajah yang tidak sabaran memudar di wajah Bella, dan Sella, saat mendapati Ibu mereka, yang terlihat sangat cantik hari ini.


Melongokan wajah mereka-seolah tidak percaya kalau wanita di depan mereka, adalah sang Bunda.


Aisyah melukis senyum tipis, menatap pada kedua putrinya itu setelah melihat ekspresi menggemaskan kedua anaknya.


"Ada apa Bella? Sella?"


Keduanya terkesiap, saat hanyut dengan wajah cantik sang Ibu. Mengukir senyum tipis itu, dan melangkahkan kakinya mendekat pada Ibu mereka.


"Mommy...Kau sangat cantik. Aku yakin, kalau Daddy pasti akan sangat kaget, saat melihatmu nanti," ucap Sella, dengan wajah yang terlihat begitu antusias.


"Iya Mommy...Kau sangat cantik!" timpal Bella pula.


"Terima kasih anak-anakku," jawab Aisyah tersenyum.


"Mommy...Daddy meminta kami untuk memanggilmu. Katanya, kalian sudah harus segera berangkat," seru Bella.

__ADS_1


"Apakah sudah selesai Mba?" tanya Aisyah dengan sedikit memalingkan wajahnya, menatap pada MUA itu.


"Sudah Nona...Dan anda sangat cantik."


"Mommy...Ayo kita turun!" ajak Sella kemudian.


"Baiklah, ayoo!" jawab Aisyah dengan bangkit dari duduknya, dan melangkah ke luar dari dalam kamar.


****


Aisyah kini, bak seorang putri raja yang diapit oleh dayang-dayangnya. Bagaimana tidak?! Saat melewati satu persatu anak tangga, kedua putrinya berada disisi kiri, dan kanan dengan memegang tangannya, dan gaya jalan yang anggun.


"Mommy....Kalau Mommy menikah dengan Daddy, aku dan Kakak yang akan mengapitmu seperti ini." Rona bahagia terlihat jelas di wajah Sella, mewakili suasana hatinya yang tengah bahagia saat ini.


"Iya Mommy....Bahkan Daddy sudah memesan gaun yang indah, untuk aku dan Sella," timpal Bella pula.


Aisyah melukis senyum tipisnya. Melihat rona bahagia yang terpampang nyata di wajah kedua putrinya, membuat wanita itu hanya bisa mendesahkan napas nya yang dalam.


"Aku yang menikah, tapi kedua putriku justru jauh lebih bahagia. Dan semoga pernikahan ini, benar-benar akan membawa kebahagian bagiku, dan anak-anak selamanya," bathin Aisyah penuh harap.


****


Aditya terlihat kesal. Sedari tadi netra matanya dia tujukan pada arah tangga, dan juga jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sabar Tuan...Mengerti saja, kalau wanita sedang berdandan, pasti akan lama. Apa lagi selama ini, Nona Aisyah tidak biasa dengan hal-hal seperti itu."


"Tapi dia sudah sangat keterlaluan! Apa dia tidak menyadari? Kalau ada yang menunggunya!" jawab Aditya, dengan intonasi suara yang masih meninggi.


"Daddy...." Sella langsung menyeruhkan nama Ayahnya, begitu kaki mereka sudah memijak di bibir tangga.


Tatapan semuanya berpaling, begitu mendengarkan suara panggilan Sella tiba-tiba.


Bola mata yang lebih membulat, seolah tidak meyakini kalau wanita cantik di depan mereka, adalah Aisyah Maharani.


Dua mata itu terus Aditya lemparkan pada Aisyah, dengan kedipan mata tak ada sedikit pun di sana. Tegukan luda tertelan dengan berat, seolah tidak percaya kalau wanita cantik di depannya ini, sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Aku tidak percaya, kalau Aisyah bisa berubah secantik ini. Aku jadi takut, kalau suatu saat aku yang akan meluluhkan hati ini terlebih dahulu padanya, tapi kalau dia terus cantik seperti ini. Mana sanggup kuat hati ini? Dan lambat laun aku akan menjilat ludahku sendiri, dan itu sangat memalukan!" rutuk Aditya dalam hati.


"Daddy!" Sella mengguncangkan tangan ayahnya pelan, yang membuat dunia lamunan Aditya membela.


"Kenapa kau melamun Daddy? Apakah kau terpesona dengan kecantikan calon istrimu?" tanya Sella dengan senyum genitnya.


Wajah tampan itu memucat seketika. Sebab Aditya, bagaikan maling yang tertangkap basah, saat akan mencuri. Tapi karena gengsinya yang begitu besar, tentu saja dia tidak akan mau mengakuinya.

__ADS_1


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan Sella!" jawab Aditya cepat.


"Sudahlah Sella, jangan terus menggoda Daddy mu. Dan Mas..Ayo kita berangkat!"


"Ayoo..."


****


Lajuan mobil yang semula cepat, perlahan memelan saat akan berbelok arah memasuki area salah satu hotel bintang lima, yang terdapat di kota itu. Dari jauh dua mata Aditya mendapati keberadaan banyak para wartawan, yang sudah menunggu kedatangannya dari tadi.


Mendesahkan napas beratnya, untuk menghilangkan ketegangan dalam diri itu.


"Ayo turun!" ajak Aditya, saat dua kakinya sudah dia pijakkan di halaman hotel.


Dengan sedikit hati-hati, Aisyah mencondongkan tubuhnya ke luar dari dalam mobil, dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru hotel mewah itu.


"Mas...Wartawannya sangat banyak!" seru Aisyah, dan wajah itu terlihat gugup.


"Santai saja, dan tak perlu tegang."


Aditya melangkah kecil menghampiri pada Aisyah. Saat kedua tubuh itu sudah bersejajar, Aditya langsung melingkarkan tangannya penuh pada pinggang ramping Aisyah, yang membuat wanita itu sedikit kaget.


"Mas.. Apa yang kau lakukan?" tanyanya dengan berbisik pelan.


"Kenapa kau begitu bodoh, Aisyah?! Apakah kau semua orang tahu, kalau pernikahan kita ini karena terpaksa oleh situasi?" jawab Aditya pelan, dengan nada yang sedikit kesal.


Aisyah membentuk senyum kikuknya, setelah dia tahu apa maksud pria itu.


"Maafkan aku Mas..Aku tidak tahu, kalau kita harus berpura-pura mesrah,"


"Tuan Aditya....Tuan Aditya...." Para Wartawan itu langsung mengerumuni Aditya, dan Aisyah begitu mendapati keberadaan mereka di depan hotel.


Mendapati wajah Aisyah yang kian memucat-Aditya langsung berinisiatif memeluknya. Dan tentu saja dia tidak mau, terjadi sesuatu dengan calon istrinya itu. Jadi pria itu melindungi Aisyah, dengan cara memeluk Aisyah dari belakang dengan terus melangkah.


"Mas...Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memelukku seperti ini? Aku malu Mas..." seru Aisyah pelan, dan tentu saja dengan nada yang kesal.


"Kenapa kau begitu bodoh! Apakah kau tidak pernah menonton berita?! Kalau biasanya ada orang yang suka melakukan pelecehan pada para artis, disaat kerumunan banyak orang seperti ini? Jadi jauh lebih baik aku yang melecehkanmu, dari pada nanti ada yang menyentuh dadamu, atau mungkin meremas bokongmu. Dan kau tidak mau itu terjadi-kan?"


"Baiklah Mas.. " jawab Aisyah pasrah.


"Tuan Aditya kapan kalian akan menikah?"


"Saya tidak akan menjawab pertanyaan kalian di sini. Saya akan menjawabnya di dalam."

__ADS_1


__ADS_2