SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH
RASA PENASARAN


__ADS_3

Tatapan Aditya yang tadi bak menguliti, kini berubah hangat saat arah pandang itu kembali dia arahkan pada Bella yang terbaring lemah di atas ranjang.


"Lanjutkan makanmu, Daddy akan duduk di sana."


"Baik Daddy!" Suara parau dengan melukis senyum tipisnya.


Saling melemparkan pandangan, dan tak sengaja dua pasang mata itu saling bertemu. Tapi dengan cepat, arah pandang itu kembali mereka alihkan.


Dengan datangnya Aditya di ruangan itu, membuat suasana yang tadinya dipenuhi dengan canda tawa, memudar seketika, dan hanya terdengar suara celotehan Sella saja. Semuanya larut dalam suasana hati masing-masing, dengan tatapan mata yang terfokus pada Bella, yang tengah disuapi Bundanya.


Tak adanya perbincangan antara Aditya-dan Aisyah membuat Simon berinisiatif untuk meninggalkan keduanya.


Arah pandangany bertumpuh pada Sisi, dan juga Bibi Ani yang setia melemparkan pandangannya pada Bella.


"Bibi Ani... Sisi... Ayo kita ke luar!" ajaknya, pada kedua wanita beda usia itu.


"Baiklah," jawab keduanya bersamaan.


"Tuan... Nona... Maaf, kami permisi dulu," pamit Ani pada kedua i orang dewasa itu.


"Baiklah,"


"Maaf Tuan, saya juga pamit ke luar."


"Ya."


Setelah perginya mereka, suasana canggung kian menyelimuti ketiganya.


Untuk mengusir suasana itu-Aditya sengaja menyibukkan dirinya dengan bermain ponselnya.


Beberapa menit berlalu, dan rasa jenuh mulai menyerangnya saat diri itu hanya menjadi pendengar setia, kala Aisyah berbincang dengan kedua putrinya.


Tubuh itu bersandar malas pada sandaran kursi, dengan melemparkan pandangannya pada ketiganya. Dua mata itu begitu intens menatap ketiganya. Bagaimana cara Aisyah berinteraksi dengan kedua putrinya.


Dua matanya begitu fokus menatapnya. Terus menatap, hingga tatapan mata itu beralih pada Aisyah, yang terlihat berbeda dari biasanya. Fokus tatapannya kini pada Aisyah-hingga tatapan mata itu tiba-tIba terfokus pada dada Aisyah. Memory itu kembali menghantarkan kembali Aditya pada kejadian beberapa hari lalu, di mana dia sudah melihat keindahan dada wanita itu. Terus menatap, dan menatap hingga merasa sesuatu ada yang bangun.


Merasa terlalu hanyut dengan pikiran mesumnya-dengan cepat Aditya mengibaskan kepalanya, agar pikiran jorok itu hilang seketika.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa tiba-tiba aku jadi teringat pada dadanya, yang sudah aku lihat itu?! Ini gila namanya. Aku harus menahan diri, bisa-bisa aku jadi keblablasan karena aku akan melewati hari yang lama dengannya," gumam Aditya dalam hati.

__ADS_1


Aditya kembali menyibukkan dirinya dengan bermain ponselnya, mengusir kejenuhan yang ada. Tapi tiba-tiba saja rasa cemburu menghampirinya, kala kedua putrinya sama sekali tidak menghiraukannya.


Pura-pura batuk, agar ketiganya menyadari adanya juga dia di ruangan itu.


Aisyah memalingkan wajahnya pada asal suara, hingga membuat tatapan mata mereka saling bertemu.


Aisyah kembali memalingkan wajahnya, dan berbisik pelan di telinga Sella, agar menghampiri Ayahnya.


"Sella.."


"Ada apa Mommy?"


"Temani Daddymu, kasian dia sendiri."


"Baik Mommy...."


Dua kaki mungil Sella, sudah dia ayunkan menghampiri Ayahnya. Tubuh itu dia labuhkan pada sisi sang Daddy, yang masih kosong.


"Daddy... Apa yang kau lakukan?"


"Daddy sedang memeriksa email yang masuk, Sella!"


"Daddy..." panggil Sella lagi.


"Di mana Mommy akan tidur? Kenapa kalian tidak tidur bersama? Apakah kalian akan tidur bersama?" tanya Sella dengan polosnya, yang seketika mengejutkan kedua orang tuanya.


Merah merona sudah menyelimuti wajah Aisyah, begitu mendengar ucapan putrinya-yang sangat membuatnya malu.


"A..Apa yang kau bicarakan Sella?"


"Aku hanya bertanya Mommy?! Apakah ada yang salah??" Dengan nada yang terdengar kesal.


"Mommy, dan Daddy tidak akan tidur bersama."


"Kenapa Daddy? Bukankah kau, dan Mommy adalah Mommy, dan Daddy kami?" tanya Sella lagi, yang sepertinya tidak puas dengan jawaban Ayahnya.


"Mommy akan tidur bersama kalian, agar Mommy dapat melihat kondisi Kakakmu."


"Apakah setelah Kakak sembuh kau akan tidur barsama Daddy, Mommy?"

__ADS_1


Wajah Aisyha pucat pasih. Tegukan luda yang tertelan pun serasa berat di tengggorokannya, mendengar lagi-lagi Sella menanyakan di mana dia akan tidur nantinya.


"Daddy, dan Mommy akan tidur bersama tapi itu setelah Kakakmu sembuh."


"Tidak! Aku tidak mau." Aisyah menjawab cepat.


"Kenapa tidak mau Mommy?"


Aditya seketika beranjak dari duduknya, berusaha menyimpan rasa kesalnya. Tubuh itu dia bongkokkan sedikit, dengan wajah yang kian mendekat pada Aisyah.


"Apa yang akan anda lakukan Tuan?" tanya Aisyah dengan sedikit menjauhkan wajahnya, kala hembusan napas pria itu bisa terasakan olehnya.


"Kenapa kau begitu bodoh?! Apakah kau membuat mereka kecewa?"


"Tapi aku tidak mau tidur dengan anda, Tuan?!"


"Kau pikir aku juga mau, kau hanya perlu menjawa IYA. Agar Sella tidak bertanya lagi," ucapnya berbisik pelan di telinga Aisyah.


Wajah Aisyah memucat, karena merasa malu sebab sudah berpikir terlalu jauh.


"Ma...Maafkan saya Tuan,"


Aditya mendesah napasnya panjang, berusaha membuang rasa kesalnya pada Aisyah.


Dan kembali mendekatkan wajahnya, pada telinga Aisyah yang membuat wanita itu tersentak kaget, hingga wajah itu lagi-lagi dia jauhkan dari Aditya.


"A..Apa yang akan anda lakukan Tuan?"


"Mau menciummu!" Dengan nada kesal.


"A..Apa??" Raut wajah kaget, dengan bola mata menatap penuh pada Aditya.


Menyeringai rendah, dengan memberi tatapan tajamnya pada Aisyah yang menatapnya dengan tatapan takut.


"Setelah mereka tidur, datanglah ke ruanganku ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Aditya pelan. Tatapan mata itu dia alihkan pada kedua putrinya.


"Bella.. Sella...Daddy akan ke ruang kerja. Setelah itu kalian tidurlah,"


"Baik Daddy..." jawab keduanya bersamaan.

__ADS_1


Netra mata Aisyah ikut melempar pada perginya Aditya. Rasa penasaran menyelimutinya seketika, saat Aditya ingin mengajakmu berbicara.


"Apa yang ingin dia bicarakan denganku? Apa begitu penting hingga ingin berdua saja," gumam Aisyah dalam hati.


__ADS_2