SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH
KEDATANGAN KARLA


__ADS_3

Beberapa menit berlalu pergi, Aisyah memutuskan untuk kembali ke kamarnya, setelah perginya Aditya dari rumah itu.


Baru saja satu kaki-nya akan memijak pada barisan pertama anak tangga, tiba-tiba saja terdengar suara asing yang berbicara dengannya.


"Jadi kau ini calon, istri Aditya?!" Suara yang mengarah pada-nya, membalikkan tubuh itu seketika. Melemparkan pandangan begitu jauh, dan diri itu langsung dilanda rasa penasaran, siapa sebenarnya, wanita di depan-nya ini?


"Siapa winita ini? Apakah dia kekasih Mas Aditya?" bathin Aisyah. Wanita itu, begitu mengintenskan sepasang matanya, pada sosok wanita di depan-nya, yang terlihat cantik, dan begitu elegant dengan penampilanya.


"Maaf anda siapa?" tanya Aisyah dengan wajah bingungnya.


Sedetik, Karla melukis senyuman sinis di wajah, menatap dengan tatapan tidak suka, pada Aisyah.


Mengambil beberapa langkah, yang membawa tubuh itu kian berada dengan jarak yang begitu dekat, dengan Aisyah.


"Kamu ingin mengetahui siapa aku?! Kamu bisa menanyakan langsung pada Aditya."


Dengan dia pun terkekeh pelan, dan melemparkan pandangannya pada Aisyah, dari atas hingga bawa. Dan ternyata hal itu, disadari oleh Aisyah yang tentu saja merasa sangat tidak nyaman.


"Maaf, aku sedang sibuk. Jika kedatangan anda kemari ingin mencari Mas Aditya, anda bisa langsung pergi ke kantor nya!" seru Aisyah, dan kemudian dia kembali,l membalikkan tubuh itu.


Baru saja-dua kaki Aisyah, mengambil beberapa langkah-langkah kaki itu kembali dia hentikan, saat Karla kembali bersuara, dan membuatnya sangat kaget, dan tentu saja bingung dengan keinginan wanita itu.


"Aku minta tinggalkan Aditya, dan ke luarlah dari rumah ini, dengan membawa anakmu."


"Meninggalkan Mas Aditya?!"


Karla menyeringai, dengan semakin menghunuskan sepasang pupil matanya, pada Aisyah.


"Kalau kau mengincar harta Aditya, aku bisa memberi padamu, berapa pun yang kau mau."


"Maaf! Jika anda menginginkan aku meninggalkan Mas Aditya, coba anda tanyakan saja padanya, apakah dia mau, kalau aku dan anak-anak meninggalkannya? Dan kalau dia mau, maka dengan senang hati, aku dan anak-anakku akan pergi dari rumah ini."


"Kau....!!" Karla terlihat begitu tersulut emosi. Wanita itu sama sekali tidak menyangkah, kalau Aisyah mampu membalas ucapan-nya.


"Aku tidak tahu, siapa anda?! Dan aku tidak tahu atas dasar apa, anda meminta- ku untuk meninggalkan Mas Adit. Tapi perlu anda tahu! Sekali pun aku bersembunyi di lubang yang sangat kecil, Mas Aditya pasti akan menemukanku, dan kembali membawaku ke rumah ini."


"Asal kau tahu! Hubungan kau, dan Aditya! Tidak direstui oleh Ayah-nya. Karena mana mungkin keluarga kami, mau menerima WANITA MISKIN sepertimu!"

__ADS_1


Wajah Aisyah nampak kaget! Setelah dia mendengar penuturan dari wanita di depannya, yang mengatakan KELUARGA.


"Keluarga? Siapa wanita ini, sebenarnya? Apakah dia adalah Kakak, atau Adik dari Mas Adit? Kalau Ibu tiri? Aku rasa tidak mungkin, sebab mana mungkin Papa dari Mas Adit, menikah dengan wanita yang sebaya dengan anaknya," gumam Aisyah dalam hati.


"Tinggalkan Aditya! Kalau tidak! Aku akan membuat kau menyesali seumur hidup dengan keputusan mu, yang mau menikah dengan Aditya."


"Bukankah aku sudah bilang pada anda sebelumnya? Sekali pun aku bersembunyi di lubang yang begitu kecil, Mas Aditya! Pasti akan tetap menemukanku, dan tentu saja kembali membawa ku, ke rumah ini lagi," jawab Aisyah santai.


Karla semakin terlihat begitu geram. Kata-kata yang terucap dari bibir Aisyah, semakin membuat kobaran api dalam dirinya, semakin besar. Baru saja bibir itu akan bersuara-untuk membalas ucapan Aisyah, seketika mereka dikejutkan dengan kedatangan Sisi yang tiba-tiba.


"Nyonya! Kapan kau datang?" Sisi nampak sumringah, saat mendapati Ibu tiri Tuan-nya yang berada di rumah itu.


"Nyonya!" gumam Aisyah pelan, dengan lebih membulatkan matanya, setelah mendengar Sisi menyeruhkan nama Nyonya, pada sosok wanita di depannya, yang sama sekali dia tidak tahu siapa?


"Siapa wanita ini sebenarnya? Kenapa Sisi memanggilnya dengan sebutan Nyonya?" bathin Aisyah, yang bertanya pada diri sendiri, dan tentu saja kian dilanda rasa penasaran.


"Nyonya kapan anda datang? Dan apakah anda membawa buah tangan, untukku?" tanya Sisi tersenyum.


"Maaf Sisi, kali ini akutidak membawanya." Dan hal itu ternyata tak luput dari pandangan Aisyah, yang terus memperhatikan interaksi Sisi, dan wanita asing itu, yang terlihat begitu akrab.


Sisi mengukir senyum kecil di wajah-saat sedari tadi dia terlalu bahagia dengan kedatangan Karla-sampai mengabaikan calon istri Tuannya, yang juga berada di sana.


Aisyah begitu kaget. Bahkan sangat-sangat kaget, karena semua ini di luar nalarnya. Dalam pikirannya, kalau sosok Ibu sambung dari calon suaminya itu, adalah seorang wanita paruh baya. Tapi justru wanita yang diperkenalkan Sisi sebagai Ibu tirinya dari Aditya, justru seumuran dengan calon suaminya, mungkin juga umur mereka tidak terpaut jauh.


"Jadi wanita ini, adalah Ibu sambung Mas Aditya? Tapi kenapa dia begitu membenciku? Tapi apa juga perduliku, toh! Mas Aditya memiliki hubungan yang tidak baik dengan Ibu tirinya, dan juga Ayahnya. Jadi buat apa aku memusingkannya?" bathin Aisyah.


"Nona Aisyah!" panggil Sisi tiba-tiba, yang membuyarkan dunia lamunan Aisyah.


"I...Iya!" jawab Aisyah terbata.


"Apakah kau tidak ingin berkenalan dengan Ibu, dari Tuan Aditya?"


Aisyah terkekeh pelan. Melukis senyuman semanis mungkin, dan melangkahkan dua kakinya menghampiri pada Karla.


"Ha...Ha..Ha...Mama Mertua, maafkan aku yang sedari tadi, tidak mengetahui siapa dirimu. Perkenalkan. Aku, Aisyah Maharani, calon istri dari anakmu, Aditya Wirawan. Dan aku rasa, kita bisa menjadi teman, sebab sepertinya umur kita tidak terpaut jauh. Iyakan Sisi?"


"Betul sekali, Nona! Anda bisa menjadi menantu, dan juga sahabat dari Nyonya Karla, karena karena sepertinya umur Nona, dan Nyonya Karla tidak begitu jauh," balas Sisi dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Karla terlihat begitu kesal. Wanita itu sama sekali tidak menyangkah, kalau Aisyah bisa bersikap berpura-pura manis, pada hal baru saja keduanya sempat terlibat perdebatan.


"Bagaimana pun caranya?! Aku tidak akan pernah membiarkan dia bersama Aditya," gerutu Karla dalam hati, yang terlihat begitu marah.


"Tentu, saya rasa kita bisa menjadi teman yang baik," jawab Karla, dengan berusaha menyamarkan rasa tidak sukanya, dengan senyuman.


****


Bulan, dan bintang kembali bersinar di atas sana menyinari pada awan biru, yang sudah tertutup oleh kegelapan.


Gelap kian menutupi bumi, kala jarum jam terus saja mengayunkan langkah-nya, yang akan menghantarkan waktu pada esok hari.


Berbaring di kanan ranjang, dengan menerawangkan matanya menatap pada langit-langit kamar. Tak dapat menghanyutkan diri itu dalam dunia mimpi, Aisyah memutuskan untuk menikmati indah-nya taman, di malam hari. Satu persatu anak tangga dia lewati, yang membawa tubuh itu pada lantai bawa.


Dua kaki yang sudah memijak pada lantai bawa, segera Aisyah langkahkan menuju arah taman, yang berada disamping rumah.


Aisyah sedikit kaget, saat diri itu sudah mendekat ke arah arah pintu, wanita itu mendapati pintu dalam keadaan terbuka lebar.


Melanjutkan terus langkahnya, dan mendapati adanya Simon di sana.


"Sekretaris Simon.." panggil Aisyah pada pria itu.


Simon seketika membalikkan badannya, begitu pria itu mendengarkan seseorang menyeruhkan namanya.


"Apa yang anda lakukan di sini, Nona?" tanya Simon, saat mendapati keberadaan Aisyah di taman itu.


"Saya tidak bisa tidur, jadi memutuskan untuk datang ke taman ini."


"Apakah ada yang menggangu pikiran anda, Nona? Jadi anda tidak dapat memejamkan mata."


Mendesahkan napas berat-nya, saat akan menyampaikan sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya, sejak pagi tadi.


"Sekretaris Simon, tadi Mama sambung Mas Aditya datang kemari."


"Aku sudah menduga, kalau dia akan datang kemari," jawab Simon yang nampak tidak kaget, dan itu memancing rasa penasaran Aisyah.


Aisyah mengintenskan matanya penuh, pada Simon-begitu dia mendapati sikap Simon yang nampak santai, dan jawabannya yang begitu menyimpan sesuatu di dalamnya.

__ADS_1


"Apakah ada sesuatu yang tidak aku kekatahui, di rumah ini?"


"Aku sudah sangat yakin, pasti Nyonya Karla akan datang menemui Nona, begitu dia tahu kalau anda, dan Tuan Aditya akan menikah. Jangan dengarkan dia! Karena, Nyonya Karla menaruh hati pada Tuan Aditya. Dia begitu tergila-gila pada Tuan Aditya."


__ADS_2