SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH
GUGUP


__ADS_3

Terangnya cuaca yang tadi menyelimuti, kini sudah tak terlihat lagi, saat sang surya sudah kembali membenamkan wajahnya, setelah malam kembali hadir, dengan munculnya bulan, dan bintang yang menemani.


Malam kian menenggelamkan, hingga tidak terasa waktu sudah memunjukkan pukul sembilan malam. Bukan berada di kamar Suami-nya, Aisyah malah masih setia berada di kamar lamanya, yaitu kamar Bella dan Sella yang berada di lantai dua.


Ada saja alasan yang dilakukan oleh Ibu muda itu, agar tetap berada di kamar kedua anaknya. Dan ntah apa yang dia lakukan? Membuat kedua putrinya sangat kesal, dengan sikap Bunda mereka.


"Mommy....Buat apa Mommy masih berada di kamar ini?!" Bella menampilkan mimik cemberutnya, saat sang Bunda tak kunjung jua ke luar dari dalam kamar mereka, padahal dia dan adik-nya sudah akan tidur.


"Iya Mommy! Kenapa Mommy tidak ke kamar Daddy sudah? Lagi pula, aku dan Kakak sudah akan tidur!" timpal Sella pula, dengan menatap intens sang Bunda, yang dari tadi masih terlihat sibuk mencari sesuatu. Tapi apa yang dia cari? Dia sendiri pun tak tahu.


Wajah Aisyah memucat, saat dilontarkan pertanyaan beruntun dari kedua anaknya.


"Ha....Ha...Ha....Mommy sedang mencari sesuatu, Sella!"


"Apa yang kau cari Mommy?! Tadi Mommy bilang, kalau Mommy sedang mencari pakaian, tapi kenapa sekarang? Mommy justru melihat ke kolong tempat tidur, kolong kursi, dan ke kamar mandi, bukan-nya harus mencari ke lemari? Apakah Mommy sedang mengelabui aku, dan Sella?!" tanya Bella dengan bercakak pinggang, seraya melemparkan tatapan tajamnya.


Wajah Aisyah seketika berubah pias, sebab yang dituduhkan oleh putri tertua nya itu sangat-lah benar. Karena sesungguhnya dia hanya mencari alasan, agar dia dapat tidur di kamar kedua anaknya, mengingat malam ini adalah MALAM PERTAMA dia dan Aditya, dan dia belum siap melakukan hal itu.


"Mommy....Kenapa Mommy diam saja?! Ayo ke luar! Sebab aku, dan Kakak sudah akan tidur!" seru Sella tiba-tiba, yang membela lamunan Ibunya.


"Mommy benar-benar masih mencari baju, Bella...Sella...." jawab Aisyah dengan sengaja berpura-pura terus mencari sesuatu, di setiap sudut atau pun kolong dari dalam kamar itu.


"Di mana ya, baju merah itu??" seru Aisyah dalam kepura-pura-an nya, dengan netra mata terus mengintai setiap sudut, atau pun kolong dari kamar kedua anaknya.


Sella, dan Bella sekilas saling melemparkan pandangan. Dan mereka tahu, kalau Ibu mereka hanya berpura-pura. Saling mengedipkan mata, dan kemudian menghampiri pada sang Mommy.


Aisyah yang sedang membungkukkan badan-nya, nampak sangat kaget, saat Bella- dan Sella, menarik dua tangannya, dan membawa dirinya dengan paksa, agar ke luar dari dalam kamar mereka.


"Bella....Sella...Apa yang kalian lakukan? Lepaskan tangan Mommy! Mommy masih mencari baju.." seru Aisyah dengan setengah teriakan, saat kedua putri nya membawa dia dengan paksa, ke luar dari dalam kamar.


"Mommy hanya berbohong! Ingat Mommy! Ini bukan kamarmu lagi! Sekarang kamar Mommy, bersama Daddy!" seru Sella kesal.


Dan saat sudah berada di depan pintu, kedua gadis kecil itu langsung mendorong tubuh Ibu-nya, dan mengunci kamar itu.


"Bella....Sella....Buka pintunya..." teriak Aisyah dengan memukul-mukul kuat pada badan pintu kamar, yang sudah dikunci.

__ADS_1


"Kamarmu, bukan berada di sini lagi Mommy! Kamarmu berada bersama Daddy!" seru Bella dari dalam kamar-nya.


Aisyah mendesahkan napasnya berat, memikirkan diri-nya saat ini. Menerawangkan dua matanya, menuju arah tangga-di mana kamar Aditya berada.


"Oh Tuhan....Apa yang terjadi padaku malam ini? Apakah dia akan langsung memintaku, agar kami melakukan hal itu? Bukankah malam ini, adalah malam pertama kami?" gumam Aisyah, yang begitu hanyut dengan apa yang dia pikirkan.


"Tapi tidak ada gunanya juga aku menghindar, toh! Sekarang dia adalah Suamiku," gumam-nya kemudian, dengan mendesahkan napas berat itu.


Hening....Membiarkan beberapa menit berlalu begitu saja. Dan saat hati itu sudah benar-benar siap, baru Aisyah melangkahkan dua kakinya, menuju arah tangga.


Langkah kaki yang Aisyah ayunkan terasa begitu berat, saat satu persatu anak tangga Aisyah lewati, yang membawa diri itu semakin mendekat dengan kamar Aditya.


Dua kaki itu sudah memijak di depan kamar Aditya. Gugup, dan juga takut semakin saja menyerang diri wanita muda itu, saat mengingat kembali pada malam pertama mereka.


"Oh Tuhan....Kenapa aku jadi parno seperti ini? Aku seperti akan mau menghadapi perang saja. Bukankah tadi Sisi bilang! Kalau kita sudah merasakan hal itu, membuat kita ingin selalu terus melakukan lagi, dan lagi. Dan itu membuatku jadi penasaran, seberapa nikmat hal itu? Sampai itu, menjadi sebuah kebutuhan!" gumam Aisyah pelan.


Tapi seketika dia memukul kepalanya sendiri, karena memikirkan dirinya sangatlah mesum.


"Kenapa aku jadi mesum kaya gini??"


Menghembuskan napas tegasnya, seraya membaca doa, sebelum lima jarinya membungkus gagang pintu kamar Aditya.


Dengan satu kali hentakan, akhirnya pintu kamar itu terbuka.


Pintu kamar sudah melebar, dan Aisyah disambut suasana kamar yang hanya ada sedikit cahaya di dalamnya. Dan tentu saja, itu membuat bulu kuduknya semakin merinding, karena kebanyakan pasangan SUAMI ISTRI suka melakukannya, dengan keadaan kamar yang nampak sedikit suram.


"Mau sampai kapan kau berdiri di depan pintu itu?!" Terdengar suara tiba-tiba, yang berasal dari suara Aditya.


Aisyah melemparkan pandangannya pada asal suara, dan wajah itu kian bertambah pucat, saat mendapati Aditya hanya memakai celana panjang saja, tanpa menggunakan baju.


"Ya Tuhan....Bahkan dia sudah membuka bajunya. Apakah sedari tadi dia sudah menungguku, agar kami segera melakukan hal itu?" gumam Aisyah dalam hati, dan tentu saja detakan jantungnya sudah tak dapat terkontrol lagi.


"Kenapa kau diam saja?? Tutup pintunya!"


"I...Iya Mas..." jawab Aisyah terbata, dan langsung mengunci pintu kamar mereka.

__ADS_1


"Aku sudah mengantuk, dan ingin tidur, jadi jangan membuat keributan."


Senyuman kecil nyaris tak terlihat, membentuk di wajah cantik Aisyah. Rasa takut, dan juga gugup yang tadinya menyelimuti, memudar seketika setelah dia mendengar ucapan pria itu.


Hingga dalam diri nya meyakini, kalau malam ini dia dan Aditya pasti tidak akan melakukan malam pertama mereka.


Perlahan dua kaki itu Aisyah ayunkan menuju arah ranjang, di mana Aditya sudah berbaring terlebih dahulu di sana. Dengan sedikit gugup, dan pelan dia membaringkan tubuhnya disamping Aditya, dan tentu saja dengan memberi jarak yang sedikit jauh.


"Selamat malam Mas.." seru Aisyah pelan, dan perlahan mulai meredupkan sepasang bola matanya.


"Malam..." jawab Aditya, dengan mata yang terpejam.


Beberapa menit berlalu, Aisyah begitu kaget saat ada kaki yang melingkar di atas dua kakinya.


Menyadari itu, Aisyah perlahan menurunkan kakinya Aditya, dan tentu saja dengan hati-hati agar tidak membangunkan pria itu dari tidurnya.


"Kakinya sangat berat!" gumamnya. Dan baru saja kaki itu akan dia turunkan, Aisyah lebih dikagetkan saat tiba-tiba Aditya menindinya.


"Mas...." seru Aisyah yang nampak kaget, dengan wajah yang sudah berubah pucat.


Seringai rendah menyelimuti wajah tampan itu, menatap Aisyah yang terlihat begitu gugup.


"Apakah kau pikir, malam ini aku akan membiarkan kau lolos? Apakah kau lupa? Kalau malam ini, malam pertama kita."


"Bu...Bukankah tadi Mas mengatakan, kalau Mas ingin tidur?"


"Itu tadi, tapi setelah kau tidur disampingku, aku berubah pikiran."


"Ja...Jadi kita akan melakukannya??"


"Ya, Malam ini juga!"


Aisyah begitu kaget, tapi tak mungkin dia menghindar, karena bagaimana pun Aditya adalah Suaminya sekarang.


Perlahan Aditya mulai membaringkan diri-nya disamping Aisyah, dengan tangan yang sudah membuka mulai membuka satu-persatu kancing baju wanita itu.

__ADS_1


****


Malam pertama Episode selanjutnya, dan maaf gak terlalu hot, takut gak dilolosin.


__ADS_2