SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH
BERTEMU DADDY


__ADS_3

Netra mata itu Aditya arahkan pada sebuah figura besar, yang terpajang sempurna di dinding rumahnya. Dua mata itu begitu dia hanyutkan, pada gambar sang Bunda yang berada di dalam sana. Iris hitamnya begitu tenggelam dalam tatapan itu, akan rasa rindu yang teramat menyiksanya.


"Aku sangat merindukanmu, Ma! Sangat merindukanmu. Kau tahu! Aku sedang bahagia saat ini. Aku tidak menyangkah, kalau Tuhan memberi aku dua orang anak sekaligus. Seandainya masih ada, pasti kebahagian ini akan semakin lengkap."


Tenggelam dalam suasana hatinya, akibat rasa rindu yang teramat berat. Hening dunianya, kala tenggelam dalam suasana hatinya sendiri. Hingga tiba-tiba saja terdengar suara panggilan, yang mengalihkan seketika tatapan mata itu seketika.


"Tuan..."


"Kau sudah datang Simon? Apakah kedua putriku sudah berada di sini?"


"Nona Bella, dan Sella sudah berada di rumah Tuan! Mereka sedang menunggu anda, di ruang tamu," jelas Simon.


Rona bahagia terpampang nyata di wajah tampan Aditya-mendengar apa yang baru saja Simon katakan, kalau kedua putrinya sudah berada di hunian miliknya.


"Aku sudah tidak sabar, melihat bagaimana rupa kedua putriku?" ucap Aditya dengan langsung menghentakkan panjang kakinya, berlalu dari tempat itu.


Simon mendesahkan napas beratnya, dengan ayunan kaki yang ikut dia langkahkan mengikuti langkah kaki Tuannya. Terus memandang pada punggung kokoh, yang berada di depannya. Besar harapan pria itu, kalau sang Tuan akan mengajak serta Ibu dari kedua anaknya, untuk tinggal bersama mereka.


"Semoga saja suatu saat, kau akan membawa Nona Aisyah juga tinggal di rumah ini Tuan! Karena bagaimanapun, dia adalah Ibu dari kedua anakmu."


Wajah berseri-seri, dengan hentakan kaki yang melangkah dengan cepat, kala dua kaki itu membawa tubuh tegapnya menuju ruang tamu.


Ayunan kaki itu dia hentikan seketika, kala dari jauh iris hitamnya menangkap dua sosok gadis kecil dengan wajahnya yang tidak sama.


Senyuman bahagia di wajah itu, menatap dalam pada kedua putrinya yang sedang duduk pada sebuah sofa panjang.


"Anak-anakku. Ini sangat luar biasa, Tuhan menjadikan aku Ayah dari kedua gadis kecil ini sejkaligus. Dan aku akan menjaga, dan begitu mencintai mereka." bathinnya.


"Ada apa Tuan?" tanya Simon, kala mendapati Tuannya mnghentikan langkah kakinya.


"Apakah itu anak-anakku, Simon?"


"Iya Tuan, mereka Nona Bella dan Sella. Yang rambutnya bergelombang adalah Nona Sella, dan yang satunya adalah Nona Bella."


"Mereka kembar, tapi tidak memiliki wajah yang sama. Dan ayo!" Dengan kembali melanjutkan langkah kaki itu.


Rasa rindu sejenak terlupakan, dengan suasana baru yang temui, di hunian mewah Ayah mereka. Ada saja hal yang dilakukan kedua hadis kecil itu. Bermain tepuk tangan, menyentuh barang-barang disekitarnya saat rasa penasaran menghampiri mereka.


Bola mata Bella tak sengaja berpaling pada arah lain, dan mendapati sosok tampan yang tengah menatap pada dia, dan adiknya.


Sella yang sedang memperhatikan sebuah patung Harimau, seketika membalikkan wajahnya pada sang Kakak, saat mendapat sentuhan darinya.

__ADS_1


"Sella... Sella..." panggil Bella dengan pelan.


"Ada apa Kak?"


"Mungkinkan itu Daddy kita?" tanya gadis kecil itu, dengan melemparkan pandangannya terus pada Aditya.


Dua kaki Sella dia ayunkan kembali menghampiri pada sang Kakak, dengan melabuhkan tubuhnya kembali di sisi Bella.


"Mungkin saja Kak! Bukankah Mommy bilang Daddy kita sangat tampan?" ucapnya berbisik


Aditya melukis senyum tipisnya, dengan tubuh yang sudah kian mendekat pada kedua anaknya.


"Hallo..."Aditya menyapa dengan ramah, dan melabuhkan tubuhnya pada sebuah kursi tunggal, yang berada dekat dengan kedua putrinya.


"Ha...Hallo..." Bella membalas sapaan Ayahnya, dengan sikapnya yang malu-malu.


Sella yang sedikit cerewet, segera melontarkan pada pertanyaan pada Aditya, apakah dia benar-benar Daddy mereka?


"Hallo juga Paman, dan apakah kau benar-benar Daddy kami?"


Aditya menghebuskan napas panjangnya, sesak menghantam dada pria itu kala dipanggil Paman oleh anak sendiri.


Memerah seketika menyelimuti wajah Sella-begitu mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Aditya.


Dengan tatapan tajam, dan mimik cemberutnya gadis mungil itu langsung melontarkan perkataan, yang membuat Aditya begitu kaget.


"Kau memang Daddy yang jahat! Pasti Daddy kabur dengan pacar Daddy, hingga selama ini hanya Mommy sendiri yang merawat aku dan Kakak!"


Wajah Bella terlihat memucat, dengan kata-kata yang terlontar dari bibir sang Adik. Tubuh itu dia lebih dia dekatkan pada Sella, dan berbisik pelan di telinganya.


"Apa yang kau bicarakan, Sella? Bukankah Mommy bilang kita harus sopan pada Daddy kita?"


"Biarkan saja, Kakak! Karena memang aku harus marah padanya."


"Si..Siapa yang mengatakan seperti itu pada kalian? Apakah Mommy kalian yang mengatakannya?"


"Maafkan Sella, Daddy! Karena teman kami yang bernama Nia, Daddynya meninggalkan dia bersama Mommynya! Karena kabur bersama, pacarnya."


Aditya menghembuskan napas leganya. Rasa takut sempat melanda diri pria itu, jika saja kedua buahati-nya akan begitu membenci dirinya.


"Daddy sama sekali tidak pernah melakukan hal itu, pada Mommy kalian. Ada beberapa hal yang terjadi pada Daddy, dan Mommy kalian, yang membuat selama ini Daddy tidak bisa menemui kalian. Dan maaf, karena kita baru bisa bertemu sekarang. Dan ini adalah urusan orang dewasa, jadi Daddy tidak bisa menjelaskan pada kalian berdua."

__ADS_1


Bella, dan Sella sekilas saling memandang dengan raut wajah rasa bersalah mereka, setelah mendengar penjelasan dari yang terlontar dari bibir Ayah mereka.


"Jadi Daddy bukan kabur bersama pacar Daddy, seperti Daddy-nya Nia?" tanya Sella kembali.


"Tentu saja, karena Daddy tidak pernah melakukan hal itu."


"Maafkan kami, Daddy!" ucap Bella tatapan sayunya pada sang Ayah.


Senyuman hangat Aditya lukiskan di wajahnya, dengan dua tangan yang sudah doa lebarkan guna menyambut tubuh kedua anaknya.


"Kemarilah! Apakah kalian tidak ingin memeluk Daddy?"


Sekilas saling menatap, dengan senyuman di wajah masing-masing. Dua tubuh itu sudah beranjak bangun, dan berhamburan dalam pelukan Ayahnya.


"Tentu saja kami sangat merindukanmu, Daddy! Sangat merindukanmu," ucap Sella, dan Bella bersamaan.


Aditya mengeratkan pelukannya. Bertahun-tahun ingin mendekap buahatinya, dan Tuhan baru mengabulkan setelah beberapa tahun lama dia menunggu.


"Inilah kebahagian yang aku cari selama ini. Terima kasih Tuhan, karena kau sudah menghadirkan dua anak sekaligus dalam hidupku, dan aku sangat bahagia saat ini."


Beberapa menit tenggelam dalam pelukan Ayahnya, Sella seketika menarik diri.


Dua mata itu menatap penuh pada sang Ayah, yang balik menatapnya dengan heran.


"Ada apa Sella?"


"Daddy! Apakah kau tidak merindukan Mommy? Mommy pasti sangat merindukanmu."


Wajah Aditya memucat seketika. Dua mata itu dia arahkan pada Simon, Ani, dan juga Sisi yang nampak menertawakannya, setelah mendengar pertanyaan yang terucap dari bibir Sella.


"Daddy! Kenapa kau diam saja? Apakah kau tidak merindukan Mommy?!" tanya Sella yang terdengar menuntut, saat sang Ayah tak kunjung menjawab apa yang dia tanyakan.


"Te..Tentu saja, Daddy merindukan Mommy kalian," jawab Aditya terbata, karena harus menjawab pertanyaan yang sangat jauh dari kenyataan yang ada.


"Kalau begitu ayo kita pergi jemput Mommy, Daddy!"


"Iya Daddy! Ayo kita jemput Mommy!" timpal Bella pula.


"Nanti baru kita bicarakan hal itu. Sekarang, ayo kita pergi ke kamar kalian."


"Baik Daddy! Tapi setelah itu, kita jemput Mommy!" Sella berucap dengan nada penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2