Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 103 Ulah usil Aira.


__ADS_3

Hampir setengah jam Tari dan Dini menunggu akhirnya Aira terbangun. Dan melihat Dini dan Tari yang sudah duduk santai memangku Rayyan.


" Astaga kapan kalian datang " kata Aira yang langsung duduk.


" Sudah dari tadi pas kamu tidur ra, untung Rayyan sudah bangun duluan jadi kami bisa main nungguin bundanya yang terkapar " kata Tari.


" Ish kalian ini kan bisa dibangunin" kata Aira ngak enak pada Tari dan Dini.


" Gimana bangunin orang tidur nyenyak banget kaya orang mati mba " sahut Dini


" Ya maaf aq lelah banget " kata Aira.


" Ngak pa pa lagi ra kita sabar menunggu kok" kata Tari tersenyum manis


" Iya mba Aira lagian tuh luka baru pada kering " kata Dini sambil menujuk luka luka ditubuh Aira.


" Iya ini untung ngak parah banget" kata Aira.


" Aaaaa oooooo " celoteh Rayyan bertepuk tangan.


" Iya tuh bunda Rayyan baru bangun masih capek katanya " kata Dini mengajak Rayyan bicara


Rayyan pun tersenyum. Lalu bertepuk tangan sambil mengoceh. dengan bahasa bayinya.


" Euh......kok ramai i banget sih " kata mami yang ikut bangun.


" Eh maaf tante kami berisik ya " kata Tari


" Iya bu maaf " kata Dini sambil tersenyum.


" Kalian teman temannya Aira ya maaf ya mami ketiduran" kata mami yang lalu duduk.


" Ngak pa pa bu kita juga baru datang kok" kata Dini.


" Mereka asisten butik Aira mi dan teman kampus Aira " kata Aira menjelaskan.


" O begitu ya silahkan ngobrol mami mau ke toilet dulu nih " kata mami yang bergegas ke kamar mandi.


Dini Aira dan Tari pun akhirnya mengobrol tentang butik sepeninggalan mami.Dan Aira menceritakan tentang kecelakaan yang menimpanya. Sore setelah ngobrol banyak Dini dan Tari pun pulang. Sedang mami dijemput papi yang datang bersama Gala untuk bergantian menemani Aira.


..................................


Sebulan berlalu Lina dan Aira belanja ke mall karna semenjak hamil bobot Lina makin bertambah saja padahal baru menginjak 6 bulan.


" Belanjanya banyak amat sih Lin mau dipake semua tuh baju hamil " tanya Aira.

__ADS_1


" Iyalah aq malas ra bolak balik mall sekalian buat kehamilan 9 bulan" kata Lina


" Ya sudah borong aja semua tuh daster daster cantik " kata Aira


" Yap itu pasti ra masa aq pakai legging kaya ikan buntal " kata Lina.


" Aq ngak ngomong gitu lho lin" kata Aira memicing mata.


" He he he emang ngak aq ngomong sendiri ra kamu tahu badan ku jadi melar gini apa Devan masih sayang ya sama aq " kata Lina manyun.


" Iyalah harus sayang dia yang bikin tuh perutmu buncit masa dia mau kabur aja. ngak tanggung jawab awas aja macam macam di luar gue potong perkututnya sampai habis " dumel Aira yang membuat Lina mendelikkan mata.


" Hih seram amat sih kamu ra untung Gala ngak macam macam ya. Kalo dia macam macam bisa bisa perkututnya habis lho sunat " kata Lina manyun.


" Hahahaha.....tapi kalo disunat habis tinggal apanya " kata Aira berpikir.


" Hahahaha.... nah lho kena kan ngak bisa mantap mantap gigit jari pasti " ledek Lina.


" Tahu ah " kata Aira melengos pergi.


" Hei ra mau kemana " teriak Lina melihat Aira pergi.


" Aq kebelet lin kamu milih dulu aja mau ke toilet sebentar " kata Aira


" Bukannya itu kak Beni " guman Aira melihat Beni yang lagi ingin buang air kecil.


Sedangkan beni asyik bersiul sambil menurunkan celananya tiba tiba.....


" Hai kak Beni......." tegur Aira dari balik dinding yang membuat Beni gelagapan.


Beni yang mendengar suara pun langsung menoleh . kearah suara tersebut dan melihat sosok Aira yang tersenyum sambil melambai lambaikan tangan.


" Ha.....ha....hantu........." teriak Beni yang lari keluar toilet kearah keramaian dengan celana melorot.


" Hantu....hantu....." kata Beni yang kaget ketika orang orang tertawa melihatnya dengan celana melorot belum terpasang.


Orang pun berbisik bisik ada juga yang tertawa melihat Beni. Beni yang baru sadar langsung berlari ke tempat sepi menjauh karna malu


" Astaga apes gue ketemu hantu Aira pakai celana belum dipasang " gerutu Beni kesal. karna sangat malu dilihat orang banyak.


Sedang Aira tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya


Setelah tertawanya selesai. Aira pun masuk ke toilet sambil tersenyum senyum. Mengingat Beni yang lari ketakutan melihatnya.


" Skali skali dikerjai tuh orang " kata Aira.

__ADS_1


Setelah selesai pun Aira kembali menemui Lina dan menceritakan keusilannya pada Lina tentang Beni.


" Hahahaha.....gila lho ra masa kak Beni dikerjai .Pasti malu banget mana celana belum terpasang hahahaha...." tawa Lina


" Ya skali kali kerjain aja tuh orang lagian dia ngak tahu aq masih hidup." kata Aira terkekeh.


" Hadeh...lagi kumat ya ra penyakit jahil lho " Kata Lina yang masih tertawa mengingat keusilan Aira


" Iya kali dirumah mami aja pas malam malam aq cari makanan mba Uli dan mang Parjo lari terbirit berita lihat aq ada didapur " Kata Aira bercerita.


" Iya lah mereka ngira lho hantu gentayangan pasti besok heboh tuh Beni pasti cerita sama kak Albi cs dan Dea cs " kata Lina.


" Biarin lah eh tapi ngomong ngomong bukannya Gala cs pada wisuda " kata Aira


" Iya ra... kamu mau kasih apa buat suamimu itu mau ikut kekampus atau nunggu dirumah aja " kata Lina yang sibuk memilih daster hamil.


" Dirumah aja Lin, kasihan Rayyan ditinggal tuh anak bisa rewel Karna makin ngak bisa jauh aja dariku pengennya slalu ikut kalo mau pergi." kata Aira.


" Berarti Rayyan pintar ra, Rayyan juga perlu hiburan bosan dirumah jadi pengen lihat dunia luar " kata Lina.


" Iya juga Lin besok biar ku bawa ke butik aja sepulang kuliah " kata Aira.


" Terserah deh ra, yang penting keponakanku


jangan sampai rewel deh " kata Lina.


" Itu pasti lah Lin aq pengen Rayyan tumbuh dilingkungan yang nyaman Lin" kata Aira


" Iya lah ra, aq juga pengen anakku sehat . Udah nih sudah penuh mau belanja apa lagi " " Kata Lina.


" Kita cari buah aja deh Lin biar bisa ngejus dirumah. " kata Aira


" Ok lets go " kata Lina sambil mendorong keranjang belanjaannya menuju kasir.


Setelah membayar belanjaan. Keduanya pun menuju tempat buah buahan yang akan dibeli.Sambil memilih buah buah segar. Aira juga mencari cemilan dan susu dan roti untuk stok malam. Apabila ia lapar ketika menyusui Rayyan. Karna Rayyan juga perlu tambahan gizi. dimasa pertumbuhan.


Sedang Lina memilih milih buah kesukaannya dan juga cemilan buat Devan yang sering lembur dirumah semenjak Lina hamil karna ingin menjadi suami siaga.


" Sudah Lin " tanya Aira yang melihat Lina memilih milih


" Bentar lagi ra nyari cemilan buat kak Devan nih " kata Lina.


" Ok aq lihat itu dulu ya " kata Aira menuju roti roti yang siap disantap.


Setelah selesai keduanya pun bergegas pulang. Aira membawa mobil kerumah papah Mark karna Rayyan disana bersama bi Sumi dan bi Siti.

__ADS_1


__ADS_2