
Ketiganya sampai di cafe Triniti milik Aira.
Aira langsung bertemu Roni yang kebetulan baru datang. Sedangkan Nana dan Jeni sengaja disuruh Aira Untuk memesan makanan dan minuman sendiri.
" Ron nih teman gue gratis ya " kata Aira yang mengenalkan Jeni dan Nana pada Roni.
" Boleh tinggal pesan " Kata Roni yang masuk kedalam ruangannya
" Gue tinggal ya ada yang mau aq omongin sama pemilik cafe" bisik Aira pelan pada Nana dan Neni.
" Ra tapi benaran gratis kan?" kata Jeni ragu.
" Iya ra kaya nya nih cafe cukup mahal ,kita ngak punya duit buat bayar" kata Nana.
" Santai aja kan sudah dibilangin gratisan . Kalian tunggu sini ya makan sepuasnya " Kata Aira yang ingin menyusul Roni kedalam.
" Ah ra tunggu lho kenal dari mana tuh pemilik cafe" kata Nana penasaran.
"Dih dia teman SMA ku dulu" Kata Aira yang berlalu. Mengikuti Roni untuk bicara bisnis
" Ih gila Aira bisa pedekate sama pemilik cafe na " Kata Jeni berdecak kagum
" Iya lah makanya bisa makan gratis nih ayo cepat pesan " kata Nana yang mengambil buku menu. Untuk memesan makanan.
" Yup....pilih yang paling enak na kan mumpung gratisan nih " kata Jeni.
" Yap.... itu pasti Jen" kata Nana tersenyum. Karna aji mumpung Bisa makan enak kan jarang jarang.
Keduanya pun sibuk memesan makanan. Sedang Aira masuk ke ruangan Roni. Untuk membicarakan sesuatu hal yang penting
" Apa mereka masih mencari papah Ron" Kata Aira penasaran.
" Tidak mereka mencari mu ra, karna kamu yang menyimpan berkas berkas penting. Papah mu itu yang pernah dia titipkan padamu. " Kata Roni menjelaskan.
" Dan pa Bram ingin mengambil alih perusahaan Alexa group .Yang dipindah atas nama Alexa dan Lina .Tapi semua keputusan dipegang oleh alexa." kata Roni lagi.
" Kau kenal Alexa saudara Lina "kata Roni menyelidik Aira dengan mimik serius
Aira hanya bisa diam karna dia lah Alexa . Yang slama ini memakai nama lain Alexa. Hanya untuk di perusahaan. Atas permintaan papah Mark Tapi Aira tahu apa tujuan papah sebenarnya.
" Kenapa diam ra apa kau tak mengenalnya " Kata Roni heran menatap Aira serius
" Aq mengenalnya Ron, dia baik baik saja jadi dia yang di cari pa Bram " kata Aira bingung. Karna memang Aira mempunyai nama lain. Dan indentitas lain lagi yang ia sembunyikan
" Untuk sementara kau harus hati hati. Mereka juga mencari mu juga dan itu sangat berbahaya buat mu " kata Roni menjelaskan
" Baik Ron aku akan hati hati, trimakasih sudah banyak membantuku" kata Aira menatap Roni.
" Kita teman kan ra dan akan slalu begitu " Kata Roni lirih yang berharap pada Aira. Tapi rasa mustahil karna Aira. Tak memberi celah itu padanya
"Iya Roni aq berharap kita selamanya bisa berteman baik kelak " kata Aira pada Roni. Yang tak ingin Roni berharap banyak
" Ya sudah aq pulang dulu ya Ron" kata Aira Yang bangkit dari duduknya.
" Hati hati dijalan jangan melewati jalan sepi " Kata Roni mengingatkan Aira
__ADS_1
" Iya Roni trimakasih sudah mengingatku " Kata Aira lalu keluar . Dan menghilang dibalik pintu
Roni menatap punggung sahabat terbaiknya itu Dan sekaligus wanita yang ia kagumi.
Yang mengisi hatinya Namun belum bisa
ia miliki sampai kapanpun
..............................
Aira melaju membawa motornya. Ketika hendak berbelok ke arah supermaket Ada teriakan wanita minta tolong.
" Tolong.......tolong....." teriak seseorang yang membuat aira langsung mendatanginya.
Terlihat seorang wanita diseret dari mobilnya
oleh dua orang pria sangar. Aira langsung menghentikan motornya dan menolong wanita itu
" Hei lepaskan dia "Kata Aira yang lansung menarik tangan wanita. Yang diseret dan menghempaskan tangan dua pria .Yang menyeretnya dan memukulnya.
Bug.....plak.....plak.....
" Sialan siapa kau " Kata salah satu pria itu Lalu menyerang Aira
Dan perkelahian pun terjadi satu lawan dua.
Aira yang lincah bergerak cepat.
"Bruk......bug ...bug ....
" Siapa kau hah brani mencampuri urusan kami " bentaknya.
"Aq bukan siapa siapa " Kata Aira yang masih memakai helm di kepalanya.
Perkelahian pun terus berlanjut sampai kedua pria itu kewalahan. Dan ada orang yang berteriak
" Woi polisi tangkap " Kata seorang anak muda yang berteriak membuat kedua pria
itu ketakutan . Dan lari kembali ke motornya dan langsung kabur begitu saja.
" Mb ngak pa pa " kata anak remaja itu pada Aira
" Ngak pa pa trimakasih ya de " Kata Aira . Lalu mendekati wanita yang duduk bersandar
Di samping mobil karna lemas.
Sedang remaja pria itupun pergi Setelah semuanya aman. Aira membuka helmnya.
Dan mendekati wanita yang tersandar.
" Dau tidak apa apa ?" Tanya Aira yang melihat wanita itu menangis.
Deg.......
" A....a.....a"
__ADS_1
" Namaku Tiara kamu kenapa ?" Kata Aira yang juga sempat terkejut. Karna orang yang ditolongnya adalah Dea. Namun Aira bersikap tenang agar Dea tak mengenalinya.
" Tiara.....namamu Tiara " kata Dea
" Iya aq Mutiara ada apa sepertinya kau terkejut melihatku, apa kita saling kenal " Kata Aira pura pura berakting.
" Ah maaf mungkin aq salah orang ku pikir kau temanku " kata Dea tergagap. Menyembunyikan sesuatu
" Ya sudah naik mobilmu dan pulang " Kata Aira menyuruh Dea pulang.
" Iya terimakasih Tiara, oh ya namaku Dea trimakasih sudah menolongku kalau tadi kau tak menolongku aq tidak tahu gimana nasibku " kata Dea lirih.
" Kenapa mereka ingin menangkap mu .Kau punya musuh" selidik Aira
" Ia mereka ingin mencelakai ku karna aq berhutang pada bos mereka " kata Dea.
" Ya sudah pulang lah tenangkan dirimu " kata Aira yang membantu Dea berdiri.
Dea pun lalu berdiri dan membuka pintu mobilnya. Dan masuk namun sebelum menutup pintu mobil
" Skali lagi terimakasih Tiara " kara Dea menatap Tiara dengan penuh rasa penasaran..Karna Tiara mirip sekali dengan
Aira orang yang pernah ia sakiti dan ia bully
" Iya hati hati dijalan " kata Aira datar
"'iya lho juga hat hati " kata Dea lalu menutup pintu mobil. Dan menghidupkan mesin mobil . Lalu meninggalkan tempat itu.
Aira pun kembali ke motornya. Setelah mobil Dea pergi menjauh Aira lalu melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah.
Ada rasa iba dihati Aira melihat Dea yang terlihat kurus Tak seperti yang dulu ia kenal.
Aira tak membenci Dea atau pun dendam Karna memang begitulah sikap wanita .Yang mengejar uang dan cinta.
Tak terasa Aira pun sampai dirumah. Lalu masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian Dan mencuci tangan dan kakinya sebelum menemui baby Rayyan.
Setelah bersih bersih Aira pun menuju kamar sang ibu Untuk menemui buah hatinya
"Hai.....lagi apa ya sama Ama" sapa Aira yang membuat Rayyan menoleh dan langsung. Merangkak menghampiri Aira minta gendong.
" Ya Allah anak bunda kangen ya " kata Aira yang langsung mengangkat tubuh Rayyan
Rayyan pun tertawa senang .Dan langsung mencium sang bunda. Sambil berceloteh dengan suara bayinya
" Masyaallah senang banget bundanya pulang cepat " Kata ibu tersenyum
" Iya Ama Rayyan ingin main sama bunda ini Jadi senang bunda cepat pulang ya kan nak" Kata aira mengajak Rayyan bicara.
" Aaaaa....ah " celotehnya lalu menciumi wajah Aira dengan gemas .Sambil mengigit pelan hidung Aira.
" Aduh kok bunda dicium sambil digigit sih " Kata Aira tertawa membuat Rayyan pun terkekeh dengan suara bayinya.
Ibu hanya tersenyum bahagia Melihat interaksi keduanya Yang mengingat akan dirinya dan Aira sewaktu kecil .Yang juga sangat lucu.dan mengemaskan.
Dan kini jadi gadis itu tumbuh jadi gadis yang pintar dan baik hati.Juga penyanyang keluargganya.
__ADS_1