Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 127 Ada musuh


__ADS_3

Setelah pengarahan Aira dan Jeni pun menuju rumah tinggal didesa .Yang akan mereka tempati. Aira dan Jeni mendapat satu kamar dalam rumah. Sedang 8 teman yang lainya juga sama.Dua orang satu kamar.


Di kelompok Aira terdiri dari 10 orang, 6 wanita dan 4 pria.Mereka dari kelas Arsitek, manajemen dan ilmu komputer.


Mereka pun saling memperkenalkan diri.Setelah masuk rumah yang mereka.


tinggali Untungnya para pria di sebelah rumah yang mereka tempati Jadi sedikit aman bisa bebas karna satu rumah ada 6 wanita.


" Wah ra pemandangannya bagus banget " kata Jeni yang membuka jendela kamar mereka berdua.



" Wow iya Jen "'kata Aira ikut senang


" Siapa tuh sudah turun aja ke sawah " kata Jeni melihat seorang pria yang sedang menikmati suasana sawah.


" Tahu, mungkin teman kita dari tim lain" sahut Aira.


" Ganteng ra kalo dari jauh " bisik Jeni.


" Trus Levi mau dikantongi gitu "kata Aira menatap Jeni.


"He he he he ...bercanda lagi ra mana berani gue ra mainin perasaan teman lho " kata Jeni tersenyum.


" Bagus kalo lho nyadar Jen " kata Aira sambil melipat dua tangannya didada.


" Ya ra , buat hiburan mata aja kali kan Levi jauh " kata Jeni mengerucutkan bibirnya.


" Terserah deh sekarang kita ngapain nih " kata Aira. lalu keluar kamar mencari empat temannya yang lain.


" Mana mereka." tanya Aira heran.


" Woi sini semua ngumpul " kata Dila yang nongol dibalik pintu.


" Jeni ayo " kata Aira memanggil Jeni.


" Iya " kata Jeni lalu mereka berdua pun bergabung dengan tim mereka yang diketuai Adit dari kelas Arsitek.


" Sudah kumpul semua kan, kita akan bahas wacana kita" kata Adit ketua tim


Semua yang berkumpul pun menyimak semua planning. Yang akan mereka lakukan


bersama semasa kkn.Aira pun duduk mendengarkan dengan seksama.Sedang disisi lain. Ada sepasang mata yang menatap Aira dengan rasa penasaran.


Setelah selesai mereka pun lalu diskusi.Agar rencana dalam tim bisa berjalan baik.Aira tak banyak bicara.Hanya mendengarkan saja. Pendapat teman temannya.Lalu setelah selesai semuanya kembali. Ke rumah sebelah untuk masuk kamar masing masing.


" Dit kenal cewek yang pake Hoodie itu " tanya Iwan pada Adit ketua tim


" Naksir lho wan, jangan deh play boy kaya lho ngak bakal bisa dekatin dia " kata Adit


" Hah kenapa emang" tanya Iwan heran.


" Dia jadi incaran pa Albi wan " kata Fandi teman mereka.

__ADS_1


" Kok bisa " kata Rey ikut nimbrung ketiga teman barunya itu.


" Gue lihat dari kita berangkat tuh cewek dilihatin mulu sama pa Albi." kata Fandi


" Lah belum jadian ini baru incaran kan " kata Iwan santai.


" Ingat wan bakal di putusin Dewi kalo macam macam " kata Adit tertawa.


" Ya kalo dapat yang lain ngak masalah " kata Iwan santai.


" Menurutku yang ini nggak mungkin wan " kata Adit menantang Iwan.


" Sip dit gue dukung lho " kata Rey ikutan.


" Gue juga " kata Fandi.


" Udah tinggal tunggu aja endingnya " kata Iwan santai.


" Terserah deh wan, gue sih pengen lihat lho dibuat malu nanti ." kata Fandi.


" Oh ya ngak mungkin " kata Iwan. Merasa tertantang untuk mendapatkan Aira


" Bukannya ditolak lagi dihajar bro " kata Rey


tertawa senang.


"Ck....ngak bakal " kata Iwan sombong.


Aira memang jarang dikampus. Karna setelah makul langsung pulang .Dan juga jarang kumpul kumpul selain dua sahabatnya Jeni dan Nana.


Tapi bukan Aira tak tahu. Karna Jeni dan Nana yang hobby mendengar tranding topik kampus. Sangat aktif dalam memberi informasi akurat dan pasti.


.


................................


Sore setelah selesai memasak.Bareng teman temannya Aira pun langsung membersihkan diri .Lalu duduk santai di dekat jendela memandang persawahan yang hijau. Semuanya itu mengingatkan Aira. Pada desa tempatnya tinggalnya dulu.


" Ra jangan ngelamun nanti kesambet " tegur Jeni ketika masuk kamar sehabis mandi.


" Ngak lah orang lagi lihat sawah noh, bukan ngelamun " jawab Aira tampa menoleh.


" besok pas kita libur nyari keong ra, atau tutut " Kata Jeni.


" Apaan tuh " kata Aira bingung.


" Itu keong sawah yang bisa dimakan enak lho " kata Jeni.


" Boleh tuh , nanti ajak Nana Jen " kata Aira


" Pasti ra, senang banget tuh anak pas di ajak main becek becek kan " kata Jeni yang mendekati Aira.


" Iya pasti aq juga " sahut Aira tersenyum.

__ADS_1


" Lah kok bisa ra, anak orang kaya turun ke sawah " ledek Jeni.


" Emang ada larangan Jen, mumpung bisa bebas besok kita sekalian mandi di danau Jen " kata Aira.


" Ok....atur manis saja " kata Jeni


Lalu keduanya pun keluar dari kamar. Untuk berkumpul teman mereka yang lain. Sambil ngobrol untuk mengakrabkan diri. Dengan teman teman satu tim.


" Hai gua Amel lho Tiara kan " kata Amel terlihat sinis.


" Iya kenapa emang " kata Aira heran.


" Ngak ada cuma ingatin lho aja jangan sok cantik deh " kata Amel lagi.


" Hah ..maksudnya apa mel, ngomong gitu " Kata Jeni yang mendekati Amel .


" Yah cuma ngasih tahu teman lho itu, untuk ngak kegatelan aja. Sama teman teman cowok kita " kata Amel sombong karma menyukai Adit.


Aira yang mendengar hanya diam ta ambil pusing dengan urusan receh.Sambil tersenyum sinis. Andai mereka tahu dirinya sudah bersuami . Pasti ngak akan berani meremehkan Aira.


Namun Jeni yang mengenal sahabatnya itu dengan baik. Tak mau terima begitu saja.


" Heh ..gue kasih tahu lho ya ,jaga tuh mulut jangan asal jiplak.wajah pas pasan mau sok artis lho .Dan mulut lho tuh perlu gue cabein kalo macam macam sama Tiara." kata Jeni yang mendorong bahu Amel yang membuat temannya yang lain kaget.


Aira yang melihat hanya terdiam. Dan itu terdengar oleh para pria .Yang kebetulan hendak makan bersama sebelum.magrib.


" Ada apa sih kok ribut ribut" kata Fandi.


" Dia nih cari ribut " kata Jeni yang melengos lalu duduk disebelah Aira dengan tenang.


Namun ketika Jeni hendak mengambil piring.


Tangan amel sengaja ingin menyerang jeni. Tapi Aira yang waspada.Langsung menahan


gelas yang menyiram Amel balik.


" Ahk....... apaan sih ra " kata Amel menatap tajam Aira.Tapi dibalas tatapan tajam Aira.


" Gerakan mu terbaca kawan ,hati hati niatmu bisa membuat masalah " kata Aira


" Kau tahu ra, dia yang cari masalah,dia yang marah kasihan banget deh lho " kata Jeni mengejek Amel .


Semua yang melihat hanya diam. Sedang Adit


membuang nafas kasar nya .Gerakan Amel yang terbaca membuat nya malu. dan tak berkutik.Apalagi Jeni menertawakannya.


Semua yang melihat tak mau ikut campur.Karna tahu sifat Amel yang usil.


Iwan yang melihat itu semakin penasaran dengan Aira. Entah mengapa Aira jadi daya tarik tersendiri bagi Iwan.


Selesai makan bersama .Tim Aira pun bubar


begitu juga dengan Aira dan jeni yang ngobrol di kamar. Sambil duduk santai.Bercerita tentang masa masa diwaktu sulit.

__ADS_1


__ADS_2