
Aira pulang menuju rumah.sesampai nya dirumah Aira meletakkan tas diatas meja. ketika hendak berganti baju.
Drt ....drt......drt......
" Halo Ron gimana...." kata Aira sambil melepaskan kaosnya.
"...................
" Ok Ron aq kesana tunggu ya." Kata Aira yang mematikan ponselnya.dan berganti baju dengan cepat
Lalu keluar mencari sang ibu dikamarnya.
"Bu Rayyan mana? kata Aira mencari baby Rayyan.
" Tuh lagi sama bi Siti dibelakang sekarang sudah mulai akrab" kata ibu pada Aira
" Ya sudah Aira pergi dulu ya bu titip Rayyan dan susu nya ada di freezer " kata Aira yang menyimpan asi nya untuk stock Rayyan pagi tadi
" Iya nak hati hati" kata ibu
Aira pun menyalami sang ibu.Lalu bergegas pergi dengan motornya. Menuju markasnya dan Roni.
Hampir 30 menit Aira menuju markasnya .dan disana Aira sudah disambut Roni dan Ken juga beberapa anak buahnya.
" Kenapa bisa terjadi " kata Aira ketika masuk ke ruangan dimana Roni dan Ken menunggu.
" Mereka bergerak cepat ra dan kami tak menduga " kata Roni.
" Aq sudah mengingatkan sebelumnya Ron untuk mengawasi papah" kata Aira.
" Maaf kan aq ra semua diluar dugaan." kata Roni merasa bersalah.
" Huh....baik ayo sebelum semuanya terlambat kita kesana " kata Aira. yang melangkah masuk kamar .Dimana ia berganti baju Dengan celana hitam dan baju kaos hitam. Juga rompi anti peluru dan jaket kulitnya.
Sedang Roni dan ken menunggu .Setelah Aira keluar mereka pun langsung menuju mobil Dan pergi dengan anak buah Roni yang berjumlah 6 orang.
........................
Di suatu tempat Lina menangis dengan tangan terikat. Terduduk dilantai bersama papah Mark Yang dikursi roda dengan bibir pecah mengeluarkan darah
" Kata kan Mark dimana surat itu aq akan melepaskan kalian" kata suara bariton seorang pria paru baya sambil menjambak rambut papah Mark.
" Percuma Bram aku tak punya apa apa. Semua sudah ku serahkan pada anak anakku. jadi aq tak ikut campur " kata papah Mark.
" Pah beri kan saja apa yang mereka mau kita masih punya yang lain" isak Lina yang tak tega melihat sang papah di dijambak
" Bagus putrimu sudah menyerah lalu dimana surat itu " kata pria berwajah sadis itu mendekati Lina.
" Aq tidak menyimpannya.aq tidak tahu adikku yang menyimpannya.dan dia sudah tiada. " kata Lina menangis karna takut
" Tak mungkin kalian bohong cepat katakan dimana dan tanda tangani ini " kata pria itu
melempar sebuah map ke wajah Lina.
Lina pun hanya diam menatap sebuah map yang meminta hak kuasa pemindahan kepemimpinan perusahaan Alexa group
Lina pun hendak menanda tangani surat peryataan itu namun.
__ADS_1
Brakk........
Pintu yang di dobrak paksa itu pun terbuka lebar. Dua orang yang datang dengan cepat menyerang pria paru baya dan dua pengawalnya.
Empat pria berpakaian hitam mengunakan masker langsung menyerang Sedang kan Aira langsung menuju Lina dan meraih map yang hendak ditandatangani Lina dan merobeknya.
" Hai apa yang kau laku kan " teriak pria bengis itu menyerang Aira yang mengunakan masker penutup wajah.
Keduanya pun bertarung saling menyerang. Adu kemampuan Dua orang yang mengawal aira bergerak cepat melumpuhkan lawannya.
" Siapa kalian jangan ikut campur" kata pria bengis itu yang menyerang Roni
" Kau tak perlu tahu siapa kami" kata Roni.
" Ra cepat bawa mereka dari sini " kata Roni yang membantu Ken yang bertarung dengan pria bengis
Aira pun melepaskan ikatan Lina lalu berdiri mendekati papah Mark
" Ayo kita pergi " kata Aira sambil mendorong kursi roda papa Mark keluar dibantu Lina.
" Ke arah sana" kata Aira menunjuk kesebuah mobil yang menunggu.
" Hei siapa kalian" kata dua pria berotot menghalangi mereka.
" Lina bawa papah keluar dan cepat masuk mobil aq akan mengalihkan mereka " perintah Aira seraya menghadang orang yang ingin menghalangi Lina
" I..iya" kata Lina tergagap.
" Hei mau kemana "
Aira pun melawan dua pria yang menghadangnya.sedang kan Lina membawa papah Mark kemobil. Yang sudah di tunggu anak buah Aira Dan salah seorang yang berpakaian hitam membantu papah Mark untuk naik disusul Lina.
Aira yang hampir kewalahan dibantu Roni yang muncul bersama Ken.
" Ra ayo cepat pergi " kata Roni yang datang membantu.Aira
Aira yang yang masih melawan pun mundur berlari menuju mobil.
hiat ...bug....bug.....bug.
" Ayo Ken ......" kato Roni yang sudah melumpuhkan dua musuhnya yang babak belur.
Keduanya bergegas pergi dan menuju mobil ketika Roni dan Ken sudah masuk. Mobil pun melesat pergi dengan cepat meninggal kan tempat itu. Diikuti satu mobil dari belakang. Dan dua motor yang mengawal dari belakang mobil mereka
..........................
" Sialan siapa mereka kenapa kalian lengah" Kata pria bengis itu yang tak lain Bram Alexander saudara tiri Mark
" Kami tidak tahu bos mereka mengunakan Masker wajah hingga kami tak mengenalinya" Kata anak buahnya yang wajahnya lebam karna bertarung dengan Roni
" Sialan awas kau Mark " kata Bram yang meringis menahan sakit dihajar Roni dan ken.
Secara brutal yang tak kenal ampun.
" Cih....sialan rupanya Mark masih punya orang yang melindungi nya " kata Bram menahan nyeri di bibirnya yang berdarah
..................................
__ADS_1
Mobil memasuki wilayah aman markas Aira.
Lalu Roni turun lebih dulu.dan membantu Aira Yang menurun kan papah Mark bersama Aira Sedang Lina dibantu Ken.Aira pun lalu mendorong papah Mark Dan diikuti Lina . Masuk kedalam rumah yang seperti gudang itu .Namun cukup besar karna bekas hotel tua
"Ken tolong ambilkan kotak obat " kata Aira memerintah
" Baik..." kata Ken yang berlalu.
" Trimakasih sudah menolong kami siapa kalian " kata Lina yang duduk di dekat papah Mark.
Aira pun menurunkan maskernya didepan papah Mark dan Lina yang membuat Lina terkejut
" Pah ini Aira " kata Aira mendekati papah Mark lalu menghapus darah yang keluar disudut bibir papar Mark bekas tamparan Bram saudara tirinya
" Iya nak " kata papa Mark lalu memeluk putri angkatnya itu.
" Aira ....kau masih hidup " kata Lina terbelalak terkejut lalu mendekati saudaranya itu dan langsung memeluknya Aira setelah selesai memeluk papah Mark
" Aq pikir kau sudah mati " kata Lina terisak menangis haru. dipelukan Aira
" Hiks....hiks....hiks...
Sedangkan papah Mark mendekati kedua gadis itu dan memeluk keduanya
" Aira memang masih hidup " kata papah Mark
" Papah tahu ,kenapa tak memberi tahu Lina " kata Lina terisak karna menangis.
" Ini lah gunanya Aira bersembunyi untuk menolong kita di waktu yang tepat " kata papah Mark mengelus punggung Lina pelan
" Kenapa tak memberi tahukan ku ra kamu jahat ra tega banget kamu ra" isak Lina terharu
" Semua ada alasannya Lin maafkan aq " kata Aira menatap wajah saudara angkatnya itu lekat
" Tapi paling tidak kabari aq, aq sangat rindu " kata Lina.
" Aq juga rindu " kata Aira lalu memeluk Lina lebih erat.
sedang kan papah Mark hanya bernafas lega atas intuisi sang putri angkat yang slalu bisa datang tempat waktu.
Sedang Roni dan Ken dan yang lain nya. Hanya melihat drama keluarga bosnya itu Dengan melihat diam tampa bicara.
" Ron, Ken istirahat lah ' kata Aira
" Iya ra ayo bubar" kata Roni menyuruh anak buahnya bubar dan kembali ketempat masing masing ke kamarnya
" Tidak ada yang terluka kan Ron" tanya Aira yang menghentikan langkah Roni dan Ken.
" Tidak ada ra semuanya baik baik saja" kata Roni seraya pamit terhadap papah Mark dan dan Lina dengan tersenyum
" Baik trimakasih " kata Aira.
" Baik kami permisi istirahat lah " kata Roni yang pergi bersama Ken dan juga anak buah Roni yang lain
Kedelapan pria berbaju hitam pun pergi . Menjauh hilang dibalik tembok.Aira pun tersenyum pada Lina dan juga papah Mark Lalu membawa keduanya kekamar. Milik
Aira untuk istirahat.Kamar persembunyian Aira yang selama ini. ia. pakai selama di markas.
__ADS_1