
Lama keduanya terdiam tampa bicara.
Sampai akhirnya Gala memulainya. Membuka suara untuk bicara
" Ada perlu apa kesini " kata Gala cuek
" Hanya ingin meminta mu bertemu seseorang " kata Aira gugup.
" Siapa dan untuk apa ?" kata Gala kembali menatap aira.
" Dia merindukan mu " kata Aira gugup karna tidak tahu apa yang ingin dikatakannya.
"Ha.....ha.....ha...kau lucu kita tidak saling kenal kenapa harus menurutimu " kata Gala datar tanpa ekspresi.
Aira membuang nafas kasar . Untuk mengatakan hal sebenarnya. Namun
entah mengapa mulutnya terasa terkunci.
" Ngak masalah kalo kau tak mau " kata
Aira mencoba menenangkan hatinya.
Ingin rasanya ia memeluk pria yang ada didepannya. Namun tubuhnya serasa kaku
karna rasa bersalah .Atas ketidak jujuran
nya slama ini.
" Siapa yang ingin bertemu " kata Gala.
" Ikutlah dengan ku sekarang atau setelah pulang kantor " kata Aira.
" Baik beri kan alamatnya " kata Gala
Aira pun langsung mengambil secarik kertas di tasnya. Dan menulis alamat rumahnya. Dan memberikan nya ke Gala.
Gala pun meraihnya dan membacanya.
Gala hanya mengernyit dahinya merasa tak mengenal daerah itu.
" Baiklah kalo begitu urusan kita sudah selesai " kata Aira seraya berdiri dari duduknya.
" Mhem " dehem Gala.
Aira pun langsung keluar dengan perasaan yang bercampur aduk. Dan meninggalkan kantor Gala Dengan mata berkaca kaca.
memasuki lift untuk pulang.
.............................
Tangis Aira pecah ketika sudah berada dikamarnya Menumpahkan segala rasa
yang berkecamuk dalam dadanya.
Sikap Gala yang cuek membuat Aira rasa tak berdaya atau memang Gala sudah melupakannya.
" Aaaa.........huuuuuu" celoteh Rayyan yang masuk bersama Ama nya kekamar Aira.
" Ra kenapa nak " Kata ibu yang heran. Melihat mata sembab sang putri.
" Ngak pa pa bu tadi Aira cuma kelilipan debu"
Kata aira memberi berbohong
" Ya sudah nih Rayyan minta main sama bunda" kata ibu pada Aira dan menyerah kan Rayyan ke pangkuan Aira.
" Makasih bu mungkin kak Gala nanti akan menemui Rayyan " kata Aira.
" Sekarang ? malam ini ?" kata ibu bertanya.
" Iya bu, papah dan Lina juga " kata Aira.
" Ya sudah sekarang ibu siap siap dulu.
Untuk berganti baju" kata ibu.
" Ya bu " kata Aira.
Ibu pun lalu keluar kamar untuk berganti
baju .Untuk menyambut papah Mark
dan Lina.
__ADS_1
" Assalamualaikum "
" Walaikumsalam " jawab Aira yang membuka pintu rumah
Lalu pintu pun terbuka lebar terlihat papah
Mark dan Lina berdiri tersenyum
" Pah, Lin ayo masuk " kata Aira senang sambil mengendong Rayyan.
" Ya ampun ra ini Rayyan ya ih lucu banget" Kata Lina langsung menoel noel pipi Rayyan.
" Pah ayo kita keruang tengah " kata Aira Yang membawa papah Mark dan Lina
keruang tengah.
" Pa Mark " kata ibu yang baru keluar dari kamar.
"ibu " kata Lina yang langsung memeluk ibu Aya. ibu Aira.
" Ibu aya apa kabar " kata papah Mark berbasa basi
" Alhamdulilah baik pa " kata ibu Aya
" Syukur lah maaf kami baru bisa datang
hari ini " kata papah Mark
" Ngak masalah pa Mark , Semoga bapa slalu sehat juga Lina dan Devan " kata ibu yang masih memeluk Lina dan menciumnya.
" Kami baik baik saja bu" kata Lina terharu.
Lalu mereka pun duduk sambil ngobrol.
Bi i Sumi membawakan teh panas dan cemilan Untuk teman ngobrol melepas rasa rindu Karna sudah lama tak bertemu.
" Mba Tiara ada tamu diluar " kata bi Sumi yang tergopoh gopoh.
" Suruh masuk saja bi kumpul kesini" kata
Aira yang tahu pasti siapa yang datang.
" Siapa ra ?" tanya Lina.
" Nanti juga tahu sendiri" kata Aira tersenyum
senang banget bikin orang penasaran " kata Lina yang penasaran siapa tamunya Aira.
" Maaf meng..........
" Hai la apa kabar " kata Lina yang melihat
Gala muncul.
Mata Gala langsung terbelalak melihat
papah Mark dan Lina ada dirumah yang didatanginya.
" Pah " kata Gala lalu memeluk papah Mark
dan menatap Aira dengan penuh tanda tanya.
" Kau sehat nak lama tak bertemu " kata
papah Mark menepuk punggung Gala
" Rayyan yang digendong Aira pun langsung
mengoceh karna tahu banyak tamu.
" Pa pa pa pa aaa........" oceh Rayyan yang membuat Gala menoleh kepada Rayyan.
Lalu Lina langsung mengambil alih Rayyan
dalam gendongannya.
"Iya sayang kangen ya sama papamu"
kata Lina sambil mencium pipi gembul
Rayyan yang lucu.
" Dia ......"
__ADS_1
" Dia anakmu la cucu papah dan papi mu"
kata papah yang ikut menoel pipi Rayyan.
" Papapa ......" kata Rayyan lagi sambil bertepuk tangan karna senang
Gala menatap lekat wajah Rayyan yang mirip dengannya Lalu menatap Aira Dengan mata berkaca kaca Bagaimana mungkin dia tak bisa mengenali istrinya .padahal ia yakin
tiara adalah Aira.
" Maaf " kata Aira lirih.
Ada gelayar aneh didada Gala lalu langsung
mengambil Rayyan dipangkuan Lina dan Rayyan pun begitu senang di gedong Gala .
Gala langsung memeluk Rayyan dengan erat Lalu membawanya mendekati Aira dan memeluk Aira. Wanita yang di anggap Gala
sudah meninggalkannya untuk selamanya
Aira pun membalas pelukan Gala.
dengan perasaan haru. Sambil menangis.
Gala berkali kali mencium pucuk rambut
Aira Dengan air mata yang menetes tampa
suara. Memeluk istri dan anaknya yang
Gala anggap sudah tak ada lagi.
" Maaf kan aq tak tahu bila kau masih hidup " Kata Gala lirih.
" Hiks....hiks.....bukan salahmu" jawab Aira
yang terisak
Ibu dan papah Mark juga Lina ikut terharu.
Dan meneteskan air mata. Melihat pemandangan dramatis.
Ada rasa bahagia di hati ibu melihat Aira dan Rayyan sudah bertemu pada sang menantu yang tak pernah dikenalnya slama ini.
" Oh ya bu ini minumnya " kata bi Sumi yang
datang mengantar teh untuk Gala.
" Makasih bi " kata ibu yang menyambut nampan teh dan meletakkannya diatas meja.
Setelah pertemuan mengharukan itu selesai
mereka pun minum dan ngobrol bersama.
" Bisakah kau berpura pura tak mengenalku
bila bertemu " kata Aira ketika sudah menjelaskan semuanya . Tentang alasannya bersembunyi.
" Bagaimana bisa kau adalah istriku" kata Gala keberatan.
" Hanya untuk sementara saja la, sampai semuanya aman " kata papah Mark.
" Baik tapi dengan syarat kau dan Rayyan ikut
pulang agar aq bisa mengawasi kalian dirumah." kata Gala.
" Iya ra sebaiknya kamu ikut Gala pulang disana bisa aman karna om Bram tak tahu kanu istri Gala " kata Lina.
Lama Aira terdiam. Lalu akhirnya mengangguk setuju dengan permintaan Gala.
" Baik aq akan menginap malam ini disini " Kata Gala yang tak mau lagi kehilangan sang istri .Apalagi ada buah hatinya bersama
Aira Yang tak pernah diketahuinya sejak awal.
" Iya ngak pa pa nak pasti Rayyan sangat senang " kata ibu melihat sang menantu
kagum karna Gala terlihat tampan dan bijak.
" Baik lah berarti papah pulangnya besok saja Ada kamar kosongkan ra" kata papah yang juga ingin menginap karna senang melihat Rayyan cucunya
" Ada pah biar Aira suruh bi Sumi yang siapkan " kata Aira yang lalu kekamar
bi Sumi untuk menata kamar untuk
__ADS_1
papah Mark
Malam itu pun Gala dan papah Mark menginap sedangkan .Lina dijemput Devan pulang