Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 67 Aira Ikut Bingung.


__ADS_3

Lina menelpon Aira waktu putar balik.


Lina juga memberitahu kalau Gala tak jadi pulang kerumah papah Mark.


Aira yang ditelpon Lina hanya bisa mengiyakan. Dan menjaga papah Mark sementara Lina pergi kerumah mertuanya.


" Yah kok bisa jadi begini " gerutu Aira.


" Tahu gini mending buka kartu, dan ngaku aja " guman Aira lagi.


Lalu Aira hanya termenung dikamar menunggu para pelayat pulang.


Aira tak bisa membayangkan bagaimana lagi caranya ia menjelaskan.Bila ia muncul di tengah tengah teman temannya.


Akhirnya Aira hanya bisa menunggu di kamar dengan perasaan bingung.


ketika malam sudah larut barulah Aira keluar. Dan menemui papah Mark .Yang tadi ikut repot karna sandiwara Aira tewas kecelakaan.


" Pah ...maafin Aira ya " kata Aira lesu.


" Ngak pa pa nak ini juga demi kebaikan kita semuanya " kata papah Mark tenang.


"Ya pah" kata Sira


" Sekarang tolong antar papah ke kamar" kata papah Mark


" Ya pah" kata Aira


Aira lalu mengandeng papah Mark kekamar untuk beristirahat.


"Papah sudah makan? " tanya Aira


" Sudah nak " kata papah sambil naik keranjang di bantu Aira.


Setelah berbaring Aira menyelimuti papah Mark dengan selimut tebal.


" Sudah nak istirahatlah " kata papah Mark tersenyum.


"Ya pah Aira balik kekamar "


" Ya nak "


Aira pun melangkah ke keluar pintu untuk kembali kekamarnya. Dan menutup pintu perlahan. Papah Mark dikamar sudah memejamkan matanya untuk tidur .Setelah tadi seharian menemui tamu yang datang melayat bahkan juga para karyawan nya.


" Kasihan papah " kata Aira yang masuk kembali kekamarnya.


Malam ini Aira tidur sendiri tampa Gala .Karna mereka sepakat untuk bermain sandiwara.


dan saling mendukung untuk mengerti satu sama lain.


Aira berbaring diatas ranjangnya Mengingat


semua yang terjadi. Banyak masalah yang tak ia mengerti .Namun bagaimanapun Aira harus siap menghadapi. Terutama saat ini melindungi papah Mark dan perusahaannya.


Lama Aira terdiam berpikir., Bagaimana kalo ia pulang saja ke desanya. Untuk sementara waktu menunggu waktu yang aman .Sampai


Gala menyelesaikan masalahnya dikantor.

__ADS_1


Tampa ia sadari Aira terlelap dengan sendirinya .Karna lelah memikirkan hidupnya yang rumit. Ditambah masalah baru.


...........................


Pagi Aira sudah bangun dan menemani papah Mark di halaman belakang.


Sambil menikmati roti bakar dan segelas susu murni .Yang biasa diantar tiap pagi oleh kurir pengantar susu segar.


" Ra.......sudah telp Gala nak?"tanya papah.


" Sudah pah , Gala bilang Aira sementara sembunyi dulu sampai keadaan aman " jelas Aira mengingat pesan Gala padanya.


" Ya sudah kamu turuti saja kemauan Gala demi kita semua" kata papah Mark.


" Ya pah " kata Aira mengiyakan


Lalu papah Mark dan Aira duduk sambil bercerita. Tentang rumah yang kini mereka tempati yang adalah milik kakek Lina.


Papah Mark juga bercerita tentang orang orang yang bermain kotor didunia bisnis.


Membuat Aira mendengarkan semua


cerita papah Mark . Agar bisa menjadi pelajaran berharga.


Aira menjadi mengerti banyak hal. Kenapa selama ini papah Mark jarang mengenalkan Lina ke dunia bisnis .Sebab banyak orang orang yang bermain kotor untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Namun tidak sedikit juga banyak yang sukses. Asal bisa mengelola usahanya dengan baik.


Banyak nasehat yang papah Mark berikan pada Aira .Juga cerita masa lalu papah Mark dan mamah Lia yang berpacaran. Sejak sama sama merintis usaha dari nol hingga sampai saat ini.


Aira mendengarkan cerita papah Mark.


Aira pun membawa papah Mark keruang makan untuk sarapan pagi


Sambil ngobrol santai sambil menikmati


sarapan yang disajikan bi Munah


" Pah nanti Aira suruh Lina belikan vitamin ya" kata Aira.


" Apa vitamin papah habis " tanya papah.


" Iya tapi Aira sudah pesan Lina tadi pah "


" Ya syukurlah apa Lina mampir sini dulu sebelum kuliah ?" tanya papah.


"Iya pah mungkin sekarang lagi dijalan sama kak Devan "kata Aira.


"Ya .nanti suruh Devan untuk nemuin papah diruang kerja ra " kata papah


" Baik pah " angguk Aira.


Selesai sarapan Aira mengantar papah ke ruang kerjanya. Untuk mengecek berkas kemaren yang dibawa Devan untuknya.


Aira kadang kadang membantu papahnya. Untuk mengecek ulang agar tak terjadi kesalahan.


Setelah papah Mark duduk Aira meninggalkan papah Mark .Untuk kekamarnya mengecek pekerjaannya yang Aira ipantau.secara online Sedangkan pengawasan ditangani Lina.


" Aira."....panggil Lina yang masuk kamar Aira.

__ADS_1


" Eh Lin tak pikir belum nyampe " kata Aira.


" Tadi kekamar dulu ambil buku buat kuliah,


gimana kemaren ada drama ngak?" tanya Lina


" Ngak tuh Lin, memang kenapa ?" tanya Aira heran.


" Kemaren ada kak Albi juga. aq sempat lihat pas putar balik " cerita Lina pada Aira.


" Masa sih aq ngak brani keluar karna sudah ada papah dan papah ngelarang aq untuk keluar" kata Aira


" Yah ngak seru dong , jadi kaya jadi benaran deh dibuat papah " protes Lina.


" Tapi papah bilang itu juga untuk kebaikan kita Lin" kata Aira.


" Ya sudah berarti kamu sembunyi terus dong, Terus gimana dengan kuliahmu ra".tanya


Lina serius.


" Semua sudah diurus Gala Lin, jadi aq nurut aja. " kata Aira


" Mau gimana lagi ,aq juga bingung " kata Aira menatap Lina.


" iya sudah sabar ya ra, ini juga demi kebaikan kita semua" kata Lina.


" Ya Lin.....makasih udah bantuin ngurus butik" kata Aira


" Sama sama ra, tapi aq dah cerita ke Dini semuanya " kata Lina.


" Hah kok bisa, jadi Dini sudah tahu trus gimana Lin"?" tanya Aira


" Besok dia kesini nemuin kamu ra, supaya dia percaya.tadinya dia ngak percaya ra " Kata Lina dengan mimik serius.


" Yah.....kok bisa " kata Aira lesu.


" Karna dia bilang aq cuma menghibur nya. Biar ngak sedih karna dia sayang banget sama kamu ra " kata Lina


" Yah dia kan asisten kepercayaan ku Lin ,wajar saja dia sedih " kata Aira.


" Iya ra....." kata Lina ikut mengingat Dini untuk pertama kalinya. ketika mereka bertemu.


" Ya sudah sana sarapan dulu , sebelum berangkat kuliah " kata Aira.


" Aku sudah sarapan ra di rumah mami Intan." Kata Lina


" Bagus lah" kata Aira yang menutup laptopnya.


" Ya sudah aq berangkat kuliah dulu ya " kata Lina .pamit pergi kekampus.


"Ya hati hati Lin" kata Aira yang menatap punggung Lina yang meninggalkannya.


Aira pun lalu mengambil ponselnya. Untuk menelpon Dini sang asisten. Karna Dini sudah tahu ia masih hidup. Jadi tak ada lagi yang membuatnya bingung untuk mengurus butik. Berarti tinggal bertemu Dini besok atau hari ini.


Sedang Devan sedang ngobrol dengan papah Mark diruang kerjanya..Membahas pekerjaan yang kini diambil alih Devan dan Lina yang sebagian juga masih diurus Aira. Secara online agar bisa saling berbagi tugas. Mengurus perusahaan papah Mark . Karna papah Mark sudah mulai waktunya pensiun.


Untuk menikmati masa tua. dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2