Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 23 Gala Mulai Penasaran.


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Aira dan Lina. Pergi kekampus.. Tapi kali ini Aira memakai


mobil barunya. Untuk pemanasan karna


lama tidak dipakai


" Ra aq duluan ya " kata Lina


" Ok ntar aq nyusul " kata Aira yang


masih siap siap.Sedang Lina duluan berangkat.


Aira memakai mobil barunya. Dari hasil keringatnya sendiri.Hasil tabungan yang Aira kumpulkan. Dari sejak mereka buka usaha.


Setelah siap Aira pun berangkat kekampus.


Lalu Aira mencari parkiran. Yang tak jauh dari


mobil Lina.


Aira turun dari mobilnya. Bertepatan dengan Gala yang datang. Dengan mobil mewahnya.


Deg.......


" Bukannya itu si gadis tomboy" guman Gala dari dalam mobil. Lalu memperhatikan Aira yang sedang berjalan. Dari halaman parkir menuju ke kampus.


" Gila...mobilnya baru oey" kata seorang


siswa melihat mobil Aira. Yang masih terlihat kinclong.


" Iya mobil siapa tuh, apa ada anak baru?"


Kata siswa lain


" Entahlah kayanya sih iya" sahut yang lain.


Lalu Gala turun dari mobilnya. Melewati


siswa yang bergosip. Tentang mobil baru


Aira. Sekilas Gala memperhatikan mobil


itu sejenak.Lalu menghela nafas kasar


" Ngak mungkin gadis dekil seperti itu bisa punya mobil semahal ini" guman Gala lalu meninggalkan halaman parkir. Untuk


menuju kelasnya.


.....................


" Woi....kok bengong " tegur Albi menepuk pundak Gala yang melamun.


" Heh...bikin kaget aja lho bi" kata Gala.


" Mikirin apa" kata Gala. Menyelidik melihat Gala. Dengan penuh tanda tanya.


" Nothing.......bro cuma lagi mikirin


omongan tadi malam" kata Gala


" Yakin.." gue sanksi lho bohong" kata Albi.


" Buat apa gue bohong ngak ada untungnya lagi "Kata Gala sedikit gusar.


" Cie...kok nyolot gitu bro santai dikit".kata Albi kaget


" Lagian lho nanyanya gitu banget "


Kata Gala. Seperti sedang emosi. Entah apa sebabnya.


" Huh....ya sudah ...." kata Albi. Yang


mengambil kursi disebelah Gala.Lalu diam tak bicara.


Lalu suasana kelas jadi hening. Dengan pikiran masing masing.


................................


Sedang kan Aira lagi masuk kelasnya. Dan duduk ditempat yang kosong. Karna siswa pada belum datang.

__ADS_1


" Ra, sudah lama?" tanya Tari yang baru


masuk kelas.Melihat Aira seorang diri.


" Baru aja tar" kata Aira tersenyum manis.


" Manis banget tuh senyum, Meleleh hati abang nih" kata Amar yang juga datang sambil mengoda Aira.


" Dih gombal aja kamu mar " kata Aira.


" Tapi suka kan ra" kata Amar sambil tersenyum manis.


" Hadeh geer dia ra" kata Tari menyela.


" Ha ..ha....ha ...gombal nya ngak dijual neng karna ngak laku" kelakar Amar pada Aira.


" Iya lah ngak ada yang mau beli juga mar" Kata Aira Balik membalas candaan Amar.


" Diloakin aja mar, mungkin masih laku kok Ha ..ha...ha .." tawa Tari tergelak senang.


" Yah.....ngece lho Tar gini gini banyak


yang suka" kata Amar percaya diri.


" Iya percaya mar tapi ngak pake modus kan" Kata Aira tersenyum.


" Ngak asli ra, bukan kw ganteng gini kok"


kata Amar mengoda Aira


Namun Aira cuma tersenyum, Karna memang Amar suka bercanda .Dan humoris. Pria hitam manis itu ramah dan baik.Juga sangat perhatian. Sayang Aira belum ada rasa


pada siapapun untuk saat ini.


.........................


Disisi lain Lina sedang asyik. Mendengar penjelasan dosen . Yang berdiri didepannya. Yang sedang memberi mata kuliah. Yang diajarkan pada siswanya.


Setelah 2 jam menunggu makul. Selesai makul habis. Lina pun dengan cepat membereskan buku bukunya. Dan lalu memasukkan nya dalam tas.Untuk menemui Aira berjanji kekantor.


Lina keluar berjalan menuju perpus. Untuk menyepi. Karna ada buku yang harus ia cari.


Sesampainya di perpus .Lina memeriksa beberapa buku penting. Yang ia butuhkan untuk tugasnya.


Ponsel Lina bergetar disaku celananya.


Lalu Lina bergegas mengangkatnya


" Halo .".kata Lina


' A...a....pa....ngak mungkin." jawab Lina.Terkejut tak percaya. Serasa tubuh nya lemas tak bertenaga.


Lina pun mematikan ponselnya. Menerima kabar itu..Lalu bergegas menelpon Aira.


Sesudah menelpon Aira .Lina pun melangkah


pergi .Meninggalkan kampus menuju rumah sakit.


.......................


Aira memacu mobilnya dengan hati hati. Setelah mendengar papah mark dan


mamah Lia.kecelakaan.Yang membuat hati Aira bingung dan sedih.


Perasaan hatinya begitu khawatir. Dengan Lina sahabatnya .Yang juga sedang menuju rumah sakit.


Sedang kan dirumah sakit .om Devan sibuk mengurus Tuan mark dan istrinya. Yang terluka parah lalu langsung di operasi.


Tak lama mobil Aira pun sudah berada


diparkiran rumah sakit Bersamaan dengan Lina yang turun dari mobil.


" Ra ..".teriak Lina yang juga baru sampai.


dan memeluk Aira dengan erat sambil menangis.


" Sabar ya Lin ayo kita masuk " kata Aira lalu keduanya berjalan cepat. Lina dan Aira pun sambil bergandeng tangan


" Aq harap mereka baik baik saja" kata

__ADS_1


Aira sambil menggenggam tangan Lina erat.


Untuk memberikan kekuatan dan semangat untuk Lina sahabatnya.


" Mudahan saja ra" kata Lina dengan wajah khawatir. Sedih yang teramat sangat.


Lalu keduanya pun bergegas. Menuju ruang dimana Papah Mark dan mamah Lia dirawat.


" Om gimana papah mamah" kata Lina yang berjalan mendekati om Devan.Dan langsung memeluknya om Devan dengan menangis.


" Sabar ya " kata om Devan memeluk


Lina untuk membuat Lina tenang . karna khaeatir.


" kamu harus kuat dan sabar " kata Devan yang mengusap punggung lina pelan


Aira hanya menatap keduanya dengan perasaan terharu. Sambil duduk dikursi dekat


ruang tunggu.


"Hiks....hiks....hiks ..tangis Lina mulai


pecah ketika pintu kamar operasi belum


juga terbuka.


"Lin sabar ya " kata Aira sambil mendekati om Devan.Yang membiarkan Lina menangis.Di pelukan asisten papah Mark.


" Ra, aq takut......" kata Lina.


" Shut......geleng Aira .....seraya mengusap punggung Lina pelan agar bisa mengurangi kesedihannya Lina


" Lina harus tenang ya dan sabar jangan berprasangka yang tidak tidak " kata om Devan


" Iya om " kata Lina dengan suara serak.


Aira hanya bisa menghembus nafas kasar. Beberapa kali karna ruang operasi. Masih belum terbuka.


Ada perasaan sedih juga dalam hati Aira. Namun ia harus tegar demi Lona Yang sudah tertidur di pelukan om Devan.Katna lama menunggu dan lelah. Juga karna saking shock nya karna sedih.


Setelah lama menunggu ruang operasi.Pintu pun terbuka dan dokter memberitahukan.


Bahwa papah mark selamat.


" Lalu bagaimana dengan mamah saya dok" Kata Lina yang bangun dengan mata sembab.


Mendekati dokter yang mengoperasi.Papah Mark dan mamah Lia.


" Kami minta maaf tidak bisa menolongnya" Kata dokter tertunduk lesu.


" Tidak mungkin....mamah tidak mungkin


pergi kan ra" teriak Lina histeris. Yang membuat om Devan merengkuh tubuh Lina yang rapuh saat ini.


" Lina....Lin...." panggil om Devan panik


" Lina pingsan om" Kata Aira yang lalu ....


" Dokter tolong" teriak Aira. Memanggil


dokter jaga. Yang baru saja hendak melangkah pergi.


Sedangkan om Devan dengan cepat mengendong tubuh Lina. Keatas brankar yang ada dekat pintu masuk ruang operasi.


Lalu membawanya kekamar pasien.


Rasa sedih menyelimuti Aira seketika.


Dengan tangan gemetar Aira menelpon


Sang ibu di desa untuk datang. Dan mengabari bahwa ayah dan ibu angkatnya kecelakaan.


" Bu bisa kesini kan " isak Aira. Sambil mendengarkan suara sang ibu di sebrang sana


"Iya nak ibu akan kesana " kata ibu Aira.


" Iya bu Aira tunggu " isak Aira. Lalu


memutuskan hubungan di ponselnya. Setelah selesai bicara.

__ADS_1


Aira terduduk lemas didinding rumah sakit


Perasaan yang tak menentu. Membuat nya tak sanggup berdiri dan terduduk lunglai. Bersandar ditembok rumah sakit


__ADS_2