
Aira menyeka tubuh papah Mark Setelah sarapan.dan menganti semua pakaian. Sedang untuk urasan dalaman Devan yang menggantikannya.
" Sekarang papah minum obat ya " bujuk Aira setelah baju papah Mark diganti.
" Iya pah biar istirahat " kata Lina.
" Papah harus sehat biar nanti bisa main sama Rayyan dan adiknya " kata Devan sambil mengusap perut Lina yang duduk menemani papah Mark
" Iya pah " kata Lina sedih.
Papah Mark tersenyum melihat keakraban keluargga kecilnya. Sayang mamah Lia sudah tak ada andaikan masih ada. Pasti sangat senang sekali melihat perkembangan cucu cucunya. Ada rasa sedih dihati papah Mark Namun tak mau ia perlihatkan karna papah Mark ingin melihat anak anaknya hidup bahagia.
" Iya papah harus sehat agar bisa bermain dengan cucu papah " kata papah Mark.
" Aaaaaa ....." Rayyan pun langsung bertepuk tangan didepan pintu. Membuat papah Mark.
tersenyum menoleh ke cucunya Rayyan.
" Aaaa huhu...." celoteh Rayyan senang di gendongan Gala
Gala yang mengedong Rayyan pun masuk. ke kamar papah Mark dan duduk dekat Aira.
" Iya nak opa akan sehat " kata papah Mark menatap sang cucu yang tersenyum padanya.
" Papah senang Lina hamil dan Aira sudah kembali kerumah ini " kata papah lagi lalu tersenyum
" Aira akan menginap disini pah beberapa hari bersama Gala dan Rayyan " kata Aira.
" Itu harus " jawab Papah.
" Aaaa.....ooooo." Rayyan mengoceh menyahuti obrolan opa dan bundanya seakan mengerti.
" Hahaha...... bisa saja kau ini nak " kata papah Mark tertawa. Mendengar celotehan Rayyan. sambil memegang pipi Rayyan.
" Sini la berikan pada papah biar papah gendong " kata papah Mark yang ingin mengedong Rayyan.
" Jangan pah papah masih sakit besok aja kalo papah sudah sembuh " kata Aira menegaskan agar tak mengendong Rayyan.
" Iya pah kami masih menginap disini kok sampai papah sembuh " kata Gala menambahi omongan sang istri.
" Baik lah " kata papah yang tak ingin berdebat dengan anak dan menantunya.Padahal ia ingin sekali menimang sang cucu.
.................................
Aira baru menepikan motornya ketika sampai diparkiran kampus. Setelah izin dua hari tidak masuk kuliah.
" Tiara " panggil jeni ketika Aira berjalan menuju kelasnya.
"Hai Jen baru datang juga" sapa Aira. yang menoleh dan menunggu Jeni yang menghampirinya.
" Iya gue pikir lho ngak masuk lagi " kata Jeni berjalan disamping Aira
" Kan cuma izin dua hari Kelamaan bisa hilang semua nih mata kuliah di otak ku Semua ngilang berterbangan " jawab Aira.
__ADS_1
" Dih kan masih bisa di restart ulang tuh Otak lho yang pintar, masak bisa ke hapus " kata Jeni.
" Ya kalo kelamaan kan ke hapus semua datanya Jen" kata Aira santai.
" Dih otak kita kan lebih canggih dari laptop ngak bakal lupa kali " kata Jeni.
" Bisa lah kalo pas error " kata Aira.
" He..he...he...iya ya kan kita juga kadang bisa lupa " kata Jeni terkekeh.
Lalu keduanya pun sudah sampai kelas .Dan duduk didekat Nana yang sudah datang lebih dulu. Karna makul akan dimulai.
.........................
Sepulang kuliah Aira yang sudah janjian dengan Jeni dan Nana. untuk makan siang bareng di cafe triniti. Karna sekalian Aira ingin bertemu Roni.
Aira naik motornya Sedang Jeni dan Nana mengikuti dari belakang. Namun ketika melaju dijalan sepi sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menabrak motor Aira.
" Brak.....
Aira dan motornya langsung terpental ke bahu jalan. karna terkejut
Cit.....
"Aira..." teriak Jeni dan Nana yang turun. Dari mobil Sedang mobil yang menabrak langsung kabur begitu saja
" Na catat nomornya B 6522 AZ " teriak Jeni yang sempat melihat ke arah plat mobil.
Nana yang memegang hpnya pun Langsung memfoto mobil yang kabur. dari kejauhan dan mencatat no plat mobilnya.
" Aira Jen....Aira" teriak Nana yang langsung lari mendekati motor Aira yang ringsek Dan hancur ditabrak.
Aira yang selamat dan luka luka meringis menahan sakit. Lalu tersungkur di aspal
" Ra ...lho masih hidup kan " tangis Nana yang memangku Aira di pangkuannya. Karna Aira lemas karna terkejut yang terluka. parah.
"Ra.....jangan mati dulu ya ngak ada teman yang sebaik kamu buat traktir kita " kata Jeni ikut terisak.
" Jeni....." teriak Nana masih sempat aja pikiran ditraktir cepat bantu gue bawa Aira kemobil kita harus kerumah sakit " kata Nana.
" iya ayo dibopong" kata Jeni yang ikut memapah aira.
Sedang orang orang yang melihat kejadian tersebut berkerumun ikut membantu Nana dan Jeni mengangkat Aira kemobil. Sedangkan Aira hanya diam tak bergerak karna badannya sakit semua
" Ya Allah mudahan Aira selamat " tangis Nana
"Iya na cepat nyetirnya tuh mobil jahat banget sih ngapain coba nabrak Aira pake tabrak lari " dumel Jeni sambil menangis.
Sedang Roni yang menunggu Aira gelisah karena sudah janjian dengan Aira sebelumnya . Lalu menelpon ponsel Aira. Jeni yang memangku Aira. di tengah Dan langsung mengambil tas Aira dan mengangkatnya.ponselnya.
" Ra ini gue dah sampai mana " kata suara disebrang sana
" Mas ini temannya Aira ,Aira kecelakaan tolong kami.Kkami lagi menuju rumah sakit terdekat " kata Jeni menyahuti suara disebrang sana.
__ADS_1
Sambungan pun langsung terputus
" Halo ...halo" kata Jeni bicara terbata bata
" Ya Allah tuh siapa sih " kata Jeni bingung.
" Udah Jen paling dia nanti nyusulin kita kalo tahu Aira kecelakaan." kata Nana yang menyetir didepan
" Iya na" kata Jeni.
Mobil pun merapat kerumah sakit dan Nana langsung berlari dan berteriak ke UGD. Para medis pun berdatangan.Lalu Aira pun langsung diletakkan di brankar dan dibawa keruang tindakan
Roni yang menyusul bersama ken langsung. menuju rumah sakit Dan sesampainya disana langsung mengecek dimana Aira berada.
" Pasien hanya sok dan kaget jadi butuh istirahat Luka lukanya akan segera mengering" kata dokter yang menangani Aira.
" Apa ada yang parah dok " kata Roni yang muncul tiba tiba.
"Tidak juga tapi lukanya cukup parah dipunggung" jelas dokter pada Roni Jeni dan Nana.
" Baik dok usahakan yang tebaik untuk teman saya " kata Roni penuh penekanan Menatap dokter yang menangani Aira.
" Kami akan usaha kan yang terbaik mas " jawab dokter.
" Trimakasih dok " kata Nana yang berdiri disebelah Aira yang tertidur karna diberi obat penenang.
Dokter pun lalu pergi meninggalkan ruangan.
Sedang Roni dan Ken mendekati Nana dan jeni yang berdiri didekat brankar
" Bagaimana kejadiannya " kata Roni yang menanyakan kejelasan kejadiannya.
Jeni dan Nana pun menceritakan tentang kejadian yang terjadi menimpa Aira Dan sempat mencatat no plat mobil yang menabrak Aira. Roni yang mendengar penjelasan keduanya pun langsung menyuruh Ken Untuk menyelidiki semuanya.
Ken pun lalu pergi mengurus semuanya. Sedang Roni menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyiapkan segalanya. Yang
menelpon di depan kamar rawat Aira.
Sedang Jeni dan Nana menunggu Aira sadar dengan wajah sembab menangisi .Aira.
Gala yang mendengar berita dari anak buahnya Langsung menuju rumah sakit tempat Aira dirawat. Namun perawat tak tahu karna Roni lebih dulu membuat kesepakatan. Untuk menjaga keamanan Aira.
"'Kalian ngak salah ini rumah sakitnya " kata Gala panik.
" Iya bos tadi kami mengikuti mereka dan itu mobilnya masih." kata seorang bodyguard Gala yang bertugas mengawasi Aira.
" Astaga dimana kau ra " kata Gala lalu menghubungi sang papi untuk mencari pemilik rumah sakit itu agar bisa menemukan Aira.karna tidak mungkin mengecek satu persatu. menggangu orang yang sakit
Roni yang melihat Gala yang merasa kenal
memperhatikan Gala yang sedang sibuk menelpon seseorang
" Bukan nya itu tuan muda Atmaja group ngapain dia disini " guman Roni yang pernah bertemu Gala ketika mewakili bisnis Aira di kalangan pebisnis.
__ADS_1