Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 105 Aib Dea.


__ADS_3

Pagi ini Tari baru saja ingin turun dari taxi. Hendak memasuki halaman kampus Ketika tak sengaja Tari melihat orang orang berkumpul. Di dekat halaman kampus


Tari yang merasa penasaran pun langsung bergegas.Ingin melihat apa yang terjadi. Dan ikut berjejal diantara orang orang yang menonton. Seorang wanita baya menjambak seorang gadis muda.


" Dasar pelakor wanita gatal ngak tahu diri. Kau pikir aq akan diam saja melihat mu mengoda suamiku " maki wanita paru baya itu.


" Itu tidak benar bu suami mu yang menggodaku " isak tangis gadis itu yang sangat malu diserang ditengah jalan .Dan ditonton orang banyak


" Astaga ......kak Dea " kata Tari yang langsung menutup mulutnya.Ketika melihat wajah gadis yang dirundung wanita paru baya itu.


" Dasar pelakor pake ngak ngaku " kata wanita itu sambil memukul kepala Dea. Dengan tasnya berkaki kali. Namun tak ada yang melerainya hanya diam dan menonton nya saja.


" Sudah bu sudah " sela seseorang yang mencoba menengahi kejadian itu.yang tak tega melihat Dea.


" Jangan ikut campur kamu, ini urusan saya biar saja dia jadi gembel di jalanan " hardik wanita paru baya itu


" Bu maaf ini jalanan dia pasti sudah kapok tuh lihat jadi tontonan orang orang " Kata wanita itu yang menyela memberi tahu.


Wanita paru baya itu pun langsung kaget. Melihat dia merundung Dea .Lalu bergegas masuk mobil . Yang ditunggui oleh sopir nya Yang sedari tadi ikut menonton dan membiarkan saja. Majikannya berbuat sesukanya.


Setelah wanita itu pergi semua orang pun bubar dengan mencibir Dea.


" Cih cantik cantik jadi pelakor jual tampang murahan banget"


"Iya bisanya jual badan " apa ngak bisa cari yang halal


" Iya jaman sekarang banyak gadis yang mau enaknya saja ngak pake otak" kata yang lain


Masih banyak kata kata sinis yang dilontarkan orang orang yang tadi menonton Dea.Tapi itu memang pantas untuknya.


Dea hanya bisa menangis .Terduduk di trotoar. jalan yang satu persatu ditinggalkan para penonton Drama memalukan dirinya.Karna karma atas perbuatanya sendiri.


Tari yang ikut menonton pun ikut menjauh. Dan meninggalkan Dea seorang diri yang menangis Didekat mobilnya pinggir jalan.


" Astagfirullah amit amit mudahan gue dan keturunan gue ngak kaya gitu " guman Tari yang merasa miris melihat kejadian tadi.


Tari berjalan menuju kelasnya. Dengan hati gamang karna merasa iba dengan seniornya itu Untungnya Dea tinggal wisuda .Dan kejadiannya tidak di dalam kampus.kalo ngak pasto di Do. Membuat Tari merasa bersyukur. Tidak hidup dengan jalan pintas. Yang membuatnya bergidik ngeri


" Woi .......kok baru sampai" kata Amar yang membuat Tari kaget.

__ADS_1


" Ah lho mar ngagetin aja " kata Tari kesal hampir jantungnya kolaps.


" Lagian ngelamun serius amat neng" kata Amar yang duduk disebelah Tari.


" Itu tadi ada kejadian memilukan didepan sana bikin aq kasihan mar lihatnya " kata Tari bercerita.


" Udah tahu gue kak Dea kan, tuh disambangi sama istri suami yang biasa ia porotin duitnya " Kata Amar cuek


" Hah kok lho tahu mar " kata Tari menatap Amar penuh tanda tanya.


" Iya lah gue sering lihat dia jalan sama om om diluar sana. Patasan saja kak Gala sama ka Albi ngak mau sama dia. Tuh cewek matre banget dan menghalalkan segala cara demi duit" kata Amar lugas.


" Iya mar kok bisa gitu ya gila tuh " kata Tari miris mendengar pengakuan Amar.


" Iyalah Tar uang itu cukup buat makan, Bukan buat gaya hidup kaya kak Dea.Tapi aq salut sama temanku ini yang banting tulang kerja ngak nyari jalan pintas " kata Amar merangkul Tari.


"Dih modus lho mar , ih jangan seenaknya main rangkul deh " kata Tari yang menghempaskan tangan Amar.


"Hahaha ......ih gitu aja sewot tambah cantik deh " kata Amar yang menoel dagu Tari.


" Amar ...! apaan sih genit amat " hardik Tari kesal karna kelakuan Amar.


" Ya maaf Tar , sudah ditanyain belum masalah kemaren " tanya Amar pada Tari.


" Yah gue sayang sama lho Tar, lagian kan kita sudah lama temanan " kata Amar manyun melihat Tari sewot.


" Sudah gue tanyain lho kerjanya dicafe aja. Nanti siang gue antar kesana .Kalo di butik nanti lho jadi alay lama lama oplas kelamin deh" kata Tari asal


" Ih ... sembarangan mana ada gitu gue normal Tar perlu bukti , lho boleh nyoba gratis " tantang Amar sewot mendengar Tari mengatainya alay


" Aish.... gah gue ngak minat " kata Tari dengan mata mendelik dengan ucapan Amar.


" Lagian tadi lho seenak nya ngatain gue alay


jadi gue tantang aja. Apa lho mau gue ajak ke hotel buat ngerasain kelakian gue " kata Amar kesal.


" Dih ......seram amat " kata Tari ngeri ngeri sedap karna membuat Amar gusar.


" Iya deh maaf tadi gue bercanda " kata Tari. Mengalah bisa tambah ribet kalo ia membuat sahabatnya itu kesal. Karna Amar orang yang sangat baik.

__ADS_1


" Gah gue maafin lho" kata Amar cuek


" Yah Amar kok gitu ,kalo gitu lho ngak jadi kerja dicafe dong " kata Tari membuat Amar yang mendengarnya langsung memicingkan mata mati kutu.


" Ya deh gue mau maafin lho asal traktir makan dikantin ya " kata Amar tersenyum karna tak mau hilang kesempatan kerja.


" Dih modus maunya " cibir Tari terjebak.


" Mau ngak " kata Amar.


" Iya iya gue traktir deh timbang lho kelaparan ngak tega gue" kata Tari datar.


" Ok deal jangan ingkar janji" kata Amar memberikan kelingkingnya yang disambut Tari dengan wajah cemberut.


Huh.........Tari pun menghela nafas kasar .Dan akhirnya diam begitu juga Amar. Karna sudah banyak siswa yang masuk ke kelas Karna makul akan dimulai.


................................


Sedangkan dirumah papah Mark , Aira baru saja selesai memandikan Rayyan dan memasang baju buah hatinya setelah mandi.


" Duh ganteng amat anak papah dan wangi lagi " kata Gala yang masuk membawa nampan bubur Rayyan untuk sarapan.


" Iya dong pah Rayyan , kan mau pulang kerumah oma dan opa " kata Aira mewakili Rayyan.


" Tapi sarapan dulu ya , ini juga ada buat bunda " kata Gala yang meletakan bubur dan sepiring nasi lengkap dengan lauk dan sayur diatas meja


" Iya by makasih, bunda sama Rayyan mau sarapan " kata Aira menirukan suara anak kecil.


Gala pun mencium pipi gembul Rayyan dan mencium pucuk rambut Aira yang telaten mengurusnya. Dan buah hatinya itu walau mempunyai banyak kesibukan. Yang melebihi kesibukan Gala sendiri.Namun Aira tak melupakan kewajibannya sebagai istri.Hanya sesekali Gala membantunya seperti sekarang. Membawakan sarapan pagi untuk kedua orang yang disayanginya.


" Kamu sudah makan by?" tanya Aira menatap lekat Gala yang mengendong Rayyan yang disuapin Aira.


" Sudah bareng papah dan kak Devan tadi " jawab Gala santai sambil sesekali mencium putranya yang membuatnya bangga menjadi seorang hot daddy.


" Kak Devan sudah berangkat ?" tanya Aira lagi.


" Sudah dari tadi " jawab Gala.


" Kamu tidak ngantor by ?" tanya Aira kembali bertanya.

__ADS_1


" Nanti setelan ngantar kalian ke rumah mami dan papi " jawab Gala yang tak ingin kehilangan momen dengan keluargga kecilnya.


Gala hanya ingin menebus waktu setahun yang terbuang. Karna kelalaiannya yang tak tahu Aira masih hidup .Namun kini ia bersyukur kini kebahagian itu kembali seutuhnya padanya.


__ADS_2