
" Aish......kenapa dengannya " kata Gala bingung.sambil berpikir
" Ah masa bodoh tidur dulu ah" kata Gala meletakan ponselnya diatas nakas.Setelah menelpon Albi.
Tak lama setelah itu hanya terdengar dengkuran Gala Yang mengisi ruangan kamarnya.
Sore hari setelah bangun tidur Gala pun mengerjakan tugasnya sendiri
Gala bukanlah pria bodoh bahkan sangat pintar Tapi sayang sifat malasnya membuat
Gala sangat manja .Karna anak tunggal dari keluargga kaya. Papinya yang pengusaha
mewarisi perusahaan besar sang kakek.
Yang turun menurun .Sampai nanti Gala pun ikut mewarisinya. Hingga mengambil alih dari sang papi.
"Tok....tok....tok....
" Ceklek.
" Ada apa bi" kata Gala yang melihat bi Ratih didepan pintu.
" Tuan muda sudah ditunggu tuan dan nyonya untuk makan malam" kata pelayan setia keluargganya itu
" Ya sebentar lagi" kata Gala lalu menutup pintu kamarnya kasar.
" Brakkk.....
Bi Ratih hanya mengelus dada melihat tingkah tuan mudanya itu. Yang kadang ramah dan kadang cuek
Lalu bi Ratih pun turun dari lantai 2. Menuju ruang makan Untuk menemui majikannya.
Yang menunggu dimeja makan
" Nyonya tuan muda akan turun sebentar lagi" kata bi Ratih member laporan.
" Ya sudah kita duluan pi tuh anak makin banyak polah nya saja " kata mami Intan pada sang suami mengadu.
" Apa lagi yang dia lakukan " tanya papi Sakti.
" Biasa paling berantem dengan temannya" kata mami Intan
" Astaga kenapa dia tak pernah mau mengalah sih" kata papi Sakti
" Itu karna papi slalu memanjakannya " kata mami Intan yang cemberut.
" Astaga...papi lagi " kata sang suami tapi memang tak bisa dipungkiri Memang ia slalu memanjakan anak semata wayangnya itu. Dengan kemewahan karna menebus kesibukannya.Yang tak bisa dekat dengan sang putra setiap saat karna sibuk bekerja
" Tapi memang begitu kan " kata mami
" Yah.....baiklah ..." kata papi Sakti mengalah
dari pada harus ribut di meja makan.Lalu mulai makan tampa sang anak.
.........................
Gala baru saja turun untuk makan ketika kedua orang tuanya sudah selesai.Dan makan sendiri.Karna ia lapar sedari bangun tidur.
"Bi mami sama papi sudah makan" tanya Gala yang menanyakan bi Ratih mengambil piring kotor bekas makan majikannya.
" Sudah tuan muda " jawab bi Ratih
" Yah........" kata Gala yang melanjutkan makannya
Setelah selesai makan. Gala berniat untuk kembali ke kamarnya Namun langkahnya terhenti ketika papi nya memanggil
" Gala sini nak " kata papi memanggil Gala yang duduk disofa memang ingin bicara pada anak tunggalnya itu.
__ADS_1
" Ya pi ada apa" tanya Gala lalu duduk disebelah sang papi dengan tenang.
" Kamu punya masalah?" tanya papi
menatap putra kesayangannya.
dengan mimik serius.
" Ngak pi, tadi cuma ngerjain tugas" kata Gala bingung kenapa papinya bertanya seperti itu.
" memang kenapa pi." tanya Gala heran.
" Ngak pa pa papi cuma mau kamu fokus sama kuliahmu. Dan bantu papi mengurus perusahaan. Bila ada waktu kosong. Karna sudah saatnya kamu belajar mengurus
perusahaan " kata papi menarik nafas
" Iya pi tapi tunggu Gala semester 7 ya pi" kata Gala memberi alasan tak mau pusing.
" Baik papi tunggu setahun lagi papi pegang janjimu" kata papi serius menatap Gala.
" Ya pi Gala janji" kata Gala menatap papi dengan tersenyum.
" Baiklah sekarang papi mau keruang kerja"kata papi yang bangun dari duduknya dan meninggalkan Gala seorang diri.
Gala menghembus nafas kasar. lalu ikut melangkah menaiki tangga menuju lantai 2 untuk kamarnya.
..................................
Gala menghempaskan tubuhnya disofa
di dalam kamarnya sambil menghidupkan
layar tv lalu menonton film kesukaannya.
Drt....drt.....drt........
Namun Gala tak perduli.karna asyik nonton acara tv..
Drt.....drt...drt...ponselnya kembali bergetar
di atas nakas
" Siapa sih nganggu aja " kata Gala yang bangkit lalu berjalan meraih ponselnya.
" Hai ada apa" kata Gala datar
" Ngak jadi kesini" kata Albi disebrang
" Sudah telat..." kata Gala sambil kembali duduk sofa melanjutkan tontonan nya.
" Ya sudah.....bye" kata Albi disebrang sana
memutuskan sambungan.
" Ok......ada apa dengannya.Sedikit aneh sedikit berubah kaya orang linglung." guman Gala penuh tanda tanya.
" Tahu ah....bukan urusan gue ini " kata Gala kembali asyik nonton dan kali ini sambil
rebahan di sofa
.....................................
Sedang di sisi lain dirumah papah Mark.
Aira sedang belajar besama Lina sambil diskusi masalah bisnis kantor.
" Kayanya ini lebih rumit deh Lin " kata Aira serius menatap berkas berkas penting.yang sedang mereka pelajari.
__ADS_1
" Iya ra tapi akan mudah kalo kita sudah menguasai dengan baik cuma prakteknya cukup rumit" kata Lina
" Ya kita harus sabar mempelajarinya agar tidak terjadi kesalahan" kata Aira. serius.
" Betul...ra memang ektra sabar kalo yang ini tidak seperti kemaren " kata Lina. serius.
" Apa kita kekantor lagi besok" kata Aira
" Ya boleh kalo ada waktu" jawab Lina.
" Ok ...kita temui om Devan besok biar lebih mudah mempelajarinya. karna beliau lebih gamblang menjelaskannya" kata Aira.
" Yup aq setuju " kata Lina berbinar senang dan tersenyum manis.
" Ya ampun.....belum ketemu aja sudah senyum senyum" sindir Aira.
" Yah.....curiga aja" kata Lina mencebikkan bibirnya. karna ketahuan
" Ngak....." jawab Aira cuek
" Ngak apa" kata Lina heran
" Ngak salah hwa...ha....ha...ha...." tawa Aira.
" Ngak lucu....." kata Lina manyun merasa terkena jebakan Aira.
" Aq.... jatuh.cinta.....aq jatuh cinta"
Kata Sira bernyanyi menyindir Lina.
" Ngak ya mana ada" kata Lina dengan wajah merona merah karna malu
" Ya ..terserah...aq hanya mendukung saja " kata Aira masih terkekeh mengerjai Lina.
" Mhem......" jawab Lina tampa bicara karna tak ingin menjawab perkataan Aira yang menyudutkannya.
Aira pun tertawa lepas. Melihat Lina yang dibuatnya salah tingkah. Karna memang sahabatnya itu terlihat.Seperti orang yang sedang jatuh cinta
Lina pun juga tak bisa menutupinya .Karna
ia sangat dekat dengan Aira
Bahkan tak ada yang bisa ia sembunyikan Pada Aira yang sudah seperti saudaranya sendiri
Keduanya pun mengakhiri belajarnya .karna sudah lelah. Dan merapikan semua berkas. Yang akan mereka bawa besok Untuk dibawa menemui om Devan.
" Dah selesai ayo tidur" kata Lina.
" Dah duluan lin aq mau taruh ini dulu di laci" Kata Aira sambil membawa berkas. Dan memasukannya ke laci meja brankas.
" Tapi besok kita bawakan" kata Lina bertanya.
"Iya lin besok pagi aq ambil lagi takut lupa " kata Aira agar tidak lupa dan hilang.
" Baiklah ya udah aq duluan ya " kata Lina.
" Ya ......" kata Aira yang merapikan berkas
Lina pun meninggalkan ruang kerja sang papah.Kembali kekamarnya untuk tidur karna sudah lelah.
Sedang Aira yang sudah merapikan berkas. Lalu menaruhnya di laci. Dan berjalan keluar kamar. Tidak lupa menutup dan
mengunci ruang kerja papah Mark agar aman
Lalu menuju kamarnya untuk beristirahat karna ngantuk sudah menyerang dirinya.
Yang juga sudah lelah.
__ADS_1