
Aira meninggalkan markas setelah berpamitan dengan Lina dan Roni Aira meminta Roni dan Ken untuk mengawasi papahnya dan Lina Selama ia tinggalkan
Lalu Aira pulang kerumah kontrakannya.
Takut Rayyan akan mencarinya. Dan tak bisa tidur . Kalo tak bersama sang bunda.
Hanya 40 menit Aira naik motor. Aira pun sampai dirumah dengan selamat.
" Assalamualaikum" salam Aira ketika membuka pintu.
" Walaikum salam nak kok pulang malam ra" Kata ibu dengan wajah khawatir.
" iya bu tadi ada urusan penting bu "kata Aira. Memberi alasan agar sang ibu tak curiga.
" Rayyan mana bu " kata Aira yang mencari buah hatinya
"'Tuh lagi asyik main tadi rewel sebentar. nyariin bundanya" Tunjuk ibu. ke arah Rayyan. Yang duduk diatas ranjang aira
" Ya ampun kok belum tidur nak, Ini sudah malam lho " Kata aira .Mendekati buah hatinya yang duduk dan mengendongnya.
" Aaaaaaa......" kata Rayyan mengoceh sambil memukul dada Aira.dengan tangan kecilnya.
" Uluh ...uluh lagi ngomel bunda. terlambat pulang ya" Tawa Aira mencium pipi Rayyan.
Sedang ibu masih berdiri didepan pintu. Melihat Aira yang mengendong cucunya.
Yang sambil bercanda Membuat ibu senang tersenyum bahagia.
" Ra mandi dulu biar ibu suruh bi sumi,
rebus air panas ya nak " kata ibu
" Ngak usah bu, tadi Aira sudah mandi ditempat teman Aira bu " kata Aira berbohong. Karna tak mungkin Aira menceritakan. Hal yang sebenarnya pada sang ibu.
" Ya sudah ibu tinggal ya " kata ibu yang ingin istirahat. Setelah seharian menjaga sang cucu.
" Iya bu trimakasih sudah jagain Rayyan seharian " kata Aira pada ibu
" Rayyan itu cucu ibu ,sudah kewajiban ibu menjaganya " kata ibu tersenyum Dan berlalu meninggalkan Aira dan Rayyan dikamar
" Hari ini Rayyan ngapain aja ya, maaf kalo bunda sibuk " kata Aira yang mencium pipi baby Rayyan
Rayyan yang diajak bicara pun menatap sang bunda. Dengan tersenyum lalu menepuk wajah Aira.
"Ih marah ya sama bunda " kata Aira yang membiarkan Rayyan memukul pipinya. Dengan tangan kecilnya yang mungil.
" Pa pa pa pa" oceh Rayyan berceloteh.
" Iya nanti kita akan ketemu papah. Rayyan kangen papah kan bunda juga" kata Aira. Mengelus kepala Rayyan lalu mencium.
bocah tampan dan lucu itu.
Ada rasa bahagia di hati Aira .Melihat Rayyan tumbuh sehat dan pintar. Baby Rayyan merupakan semangat hidup Aira dikala sepi.
Celoteh Rayyan mampu membuatnya tertawa.Melihat baby Rayyan yang sedang belajar duduk dan merangkak
Aira membiarkan Rayyan puas bermain. Bersamanya sampai larut malam.Setelah itu keduanya terlelap tidur sampai pagi
Aira terbangun ketika ibu membangunkannya.
Untuk sholat subuh yang hampir terlambat.
" Ra bangun nak sudah hampir jam 6 " kata ibu pelan. Takut membangunkan Rayyan disebelah Aira yang masih terlelap.
__ADS_1
" Iya bu " kata Aira. Yang bangun pelan pelan agar tak mengusik baby Rayyan.
" Biar ibu yang jaga " Kata ibu yang membawa baju Rayyan Yang sudah disetrika bi siti
Aira pun bergegas masuk kamar mandi. Dan berwudhu untuk sholat. Lalu setelah selesai kembali kekamar mandi Untuk membersihkan diri Dan berangkat kuliah seperti biasanya
" Sarapan dulu ra sebelum berangkat " Kata ibu yang tahu rutinitas Aira setiap hari.
"Ya bu " Kata Aira yang mengambil beberapa buku .Dan memasukkannya kedalam tas ranselnya
" Aira sarapan ya bu" Kata Aira yang berlalu keluar kamar
" Iya nak " kata ibu menatap punggung Aira.
Ibu lalu duduk melihat baby Rayyan yang belum bangun. Lalu mengelus kepala sang cucu dan menciumnya.
" Kasihan kau nak belum bertemu ayah mu" Guman ibu sambil membenahi selimut sang cucu.
Lalu ibu pun berdiri sambil membuka tirai jendela Kamar Aira agar udara pagi masuk. Dari celah celah jendela kaca.
" Bu Aira berangkat dulu ya " kata Aira yang sudah kembali kekamar
" Ya nak hati hati " kata ibu menatap Aira.
" Aira titip Rayyan lagi " kata Aira .Yang lalu berjongkok mencium pipi gembul Rayyan. Sebelum berangkat kuliah.
" Iya ibu akan slalu menjaganya " kata ibu Seraya mendekati Aira.
" Kapan kau akan mempertemukan Rayyan dan ayahnya ra" kata ibu bertanya.
" Mungkin dalam waktu dekat ini bu" Kata Aira
seraya menatap sang ibu. Karna Aira tahu ibunya pasti mengkhawatirkan Pertumbuhan Rayyan yang belum bertemu Gala ayahnya.
" Ya bu " kata Aira lalu menyalami tangan ibu penuh takzim. Untuk pamit dan berlalu pergi
kuliah
..................................
Dikampus Nana dan Jeni .Baru saja keluar dari mobil ketika Aira datang
" Tiara " panggil Nana dan Jeni.
" Hai kalian baru nyampe juga " kata Aira. Yang lalu turun dari motornya.
" Mobil baru nih" kata Aira. Yang menghampiri kedua temannya itu.
" Mobil baru apaan nih mobil bokap.. Gue pinjam buat kuliah. Motor gue kemaren lagi masuk bengkel" kata Jeni.
" Kok bisa " kata Aira kaget
" Bisa lah ra , Jeni kan suka begajulan kalo dijalan " kata Nana. Menjelaskan kelakuan jeni.
"Ya ampun pantasan tuh motor bisa tamat " Kata aira tertawa
" Iya lah minta ganti yang baru " kata Nana
" Ngawur lho na gue kemaren ketabrak Bukan ugal ugalan di jalan. Asal ngomong tuh mulut" kata Jeni cemberut.
" Sudah yuk masuk" kata Aira
" Ayo Jeni ngak usah dipikirin" kata Nana.
__ADS_1
"Lho mah enak ngomong na lho aja numpang" Kata Jeni ngomel.
" Lah lho yang jemput gue , makanya tadi ngak usah jemput kalo ngak iklas." kata Nana. Balik mengomeli Jeni.
" Sudah ngak usah dibahas depan umum kali. Malu tuh didengar orang " kata Aira.
" Iya nih nana buka kartu gue aja malu lagi" Kata Jeni sewot
" Yah ......kok gue yang disalahin sih" kata Nana manyun.
" Sudah nanti dilanjut kan dikelas, kalo pengen ngomel " Kata Aira yang melangkah lebih dulu.
Akhirnya Jeni dan Nana pun mengikuti Aira
Dari belakang menuju kelas mereka
" Wah tumben masih sepi nih " kata Jeni ketika ketiganya sudah didalam kelas dan duduk dikursi masing masing.
" Tahu nih kok sepi" kata Nana.
" Woi.....kalian ngapain disitu. Makul kosong dosen lagi sakit." Kata mahasiswa yang lain melewati kelas
" Serius lho Jo " kata Jeni
" Yah kalian ngak lihat pengumuman tuh di dinding " kata Jo pada ketiganya.
" Hah.....dimana " kata Nana yang bangun. Dari kursinya menuju pintu kelas. Dan melihat pengumuman di dinding.
" Yah tahu gitu mending gue bangun siang tadi " Kata Jeni ketika melihat pengumuman. Di dinding dekat pintu.
" Dih dasar pemalas untung pengumuman baru ditempel. Jadi lho ngak bolos Jen'" Kata Jo yang lalu pergi.
Aira hanya menghela nafas. Lalu membaca pengumuman yang ditempel
" Ya sudah pulang aja deh" kata Aira.
"Eh kok pulang kan ada makul lain" kata Nana
" Tuh baca makul diganti besok. Karna dosen lagi rapat tahunan" tunjuk Aira ke kertas pengumuman.
" Lah kita bisa nongkrong ra di cafe " kata Nana mengajak nongkrong
" Ngak ada duit gue na lagi boke .Kalo pun ada buat bayar servis motor " kata Jeni.
" Dih cuma nongkrong ngak usah makan minum doang " kata Nana.
" Kalian mau gratisan ?" kata Aira sambil tersenyum.
" Mau ra " kata Jeni langsung tanggap.
" Gue juga mau banget " kata Nana ikutan
" Ikut gue ke cafe Triniti yuk yang dijalan xx" Kata Aira
" Ok lho bareng kita aja ra naik mobil " kata Jeni antusias
" Ngak aq naik motor aja, dan kalian ngikutin aku dibelakang ya " kata Aira.
" Ok terserah deh " kata Nana setuju.
"Ngak masalah ayo jalan" kata Jeni
Ketiganya pun berjalan keparkiran.Aira pun menghidupkan mesin motor. Dan membawa motornya keluar halaman kampus. Yang ikuti nana dan jeni.
__ADS_1
Aira memang berniat pergi ke cafe miliknya. Yang di awasi Roni .Sekalian ingin bertemu Roni membahas hal penting..Dan juga melihat perkembangan cafe. Selama setahun Aira tinggalkan.