Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 104 Amar Ketemu Dini


__ADS_3

Tari baru saja merapikan bukunya setelah mapel terakhir. Dan bergegas untuk cepat pulang . Karna harus ke butik namun apes di jalan ban motornya kempes.


" Yah kok kempes sih mana lagi ngejar klein " omel Tari kesal .


" Tari kenapa motor lho " kata Amar yang lewat dengan motornya.


" Hei mar kebetulan bantuin gue nih ke bengkel ya ,buat tambal bal trus anterin gue ke butik . Sekalian ya masalah bensin gampang nanti gue ganti deh "kata Tari.


" Ok ngak masalah ayo kita derek ke bengkel diujung sana" kata Amar


Lalu Tari pun naik motornya nya .Dan berpegangan dengan motor Amar..Untuk mengantar motornya ke bengkel setelah menaruh motor dan bicara ke mekaniknya. Keduanya pun pergi. ke butik. Untuk menemui Dini mengantar laporan Tari.


" Mar ayo masuk sebentar, nanti antar gue ke butik yang satunya lagi " kata Tari.


" Kamu kerja disini Tar" kata Amar yang tahu Tari sudah lama bekerja. Tapi tidak tahu kalo Tari kerja di butik.


" Iya ayo " kata Tari yang masuk ke butik langsung keruangan Dini diikuti Amar.


" Hai Din maaf telat tadi motor masuk bengkel" kata Tari sambil duduk


" Mar sini kenalin nih teman gue " kata Tari mengenalkan Amar


"Oh saya Dini " kata Dini mengulurkan tangan ke Amar dan Amar pun menyambutnya


" Amar " kata Amar tersenyum yang membuat Dini terpaku melihat senyum Amar.


" Din." panggil Tari ketika Dini terdiam


" Eh iya gimana " kata Dini gelagapan karna kaget.


" Mar duduk sini " kata Tari yang menarik kursi disebelah sisi kanannya


Lalu Amar pun duduk dikursi yang ditarik Tari.duduk dengan tenang sambil menatap Dini dan begitu juga Dini yang terpukau dengan senyum manis Amar


" Ini sudah lengkap Tar tinggal rincian harga " Kata Dini.


" Ok ya sudah berarti aq langsung balik ke cabang ya " kata Tari.


" Iya Tar ya sudah aq pamit yuk Din " kata Tari berdiri. beranjak dari kursinya


" Oh iya kami pergi ya " kata Amar pamit pada Dini.


" Oh iya mas " kata Dini tersenyum ramah.


Lalu Tari pun pergi bersama Amar. Untuk kekantor cabang .Mengecek lagi stock barang butik yang masih kurang.


Sedang Dini terpaku seorang diri setelah Tari pergi meninggalkan ruangannya.


" Ya ampun ganteng juga tuh cowok " kata Dini mengingat senyum manis Amar.

__ADS_1


................................


" Tar itu tadi bos lho i ?" tanya Amar penasaran.


" Bukan teman gue bosnya lagi dirumah ngak datang biasanya seminggu sekali doang " kata Tari.


" Yah enak dong bisa kerja santai " kata Amar


" Dih lho mar , kebiasaan cari yang enak mana ada kerja santai " protes Tari


" Lah ini lho jalan jalan sama gue kan santai" Kata Amar.


" Ngawur gue sih bagian pengecekan barang mar jadi sana sini " kata Tari


" Gue mau Tar ada lowongan ngak Tar " kata Amar bertanya


" Ngak tahu emang lho perempuan mar, kerja di butik " kata Tari


" Ih ngak masalah lagi perempuan atau laki yang penting kerja." kata Amar protes.


" Dih sewot, disana yang kerja semua cewek mar kalo lho mau kerja di butik lho bisa jadi melambai nanti jadi benci " ledek Tari.


" Ngak lah, gue ya bagian gudang atau apa biar ada masukan nih Tar kaya lho Tar" bujuk Amar.


" Dih maksa lho mar nanti gue tanyain dulu bosnya " kata Tari manyun.


" Serius Tar wah makasih Tar " kata Amar senang. Sambil me gas motornya yang melaju.


ketika Amar membawa kencang motornya.


" Ini standar Tar belum gebut ini nih ngebut " Kata Amar yang makin menambah gas motornya.


" Amar ....." teriak Tari yang takut hingga berpegangan kencang di pinggang Amar


Amar cuma tertawa. Sampai mereka sampai di butik cabang .Tari pun langsung turun dengan wajah cemberut karna Amar ngebut


" Keterlaluan kamu mar untung ngak jantungan " omel Tari yang cemberut.


" He ..he..he....kan biar cepat sampai Tar " kata Amar tersenyum.


" Nih ganti bensin nya " kata Tari menyodorkan uang ratusan pada Amar.


" Ngak usah Tar, kan lho mau bantuin gue kerja jadi gratis buat ngantar lho hari ini " kata Amar tersenyum.


" Ya sudah benar nih ngak mau " kata Tari mengimingi Amar.


" Iya kutunggu kabarnya lokernya ya " kata Amar yang kembali menghidupkan mesin motornya.


" Yakin nih ditolak " goda Tari. pengibar kan uang ratusan karna biasanya Amar paling cepat kalo masalah duit.

__ADS_1


" Iya Tar , gratis tapi besok lho tanyain benaran ya sama bos lho " kata Amar. Mengingatkan Tari tentang loker di butik.


" Ya tunggu aja kabarnya " kata Tari tersenyum.


" Ok gue pegang janji lho bye....." kata Amar berlalu dengan motornya.


Tari yang ditinggal Amar hanya mengeleng geleng kan kepalanya. Pada sahabat kampusnya itu .Lalu setelah Amar tak terlihat lagi Tari bergegas masuk ke butik cabang . Untuk mengecek barang yang datang dan yang kosong.


....... ...................


Aira baru saja ingin berbaring. Ketika sebuah tangan memeluknya.


" By kapan datang kok aq ngak tahu kamu masuk " kata Aira yang menoleh pada Gala.


" Baru saja Rayyan mana ?" tanya Gala. Yang tak melihat buah hatinya itu.


" Lagi bobo dikamar mami tadi digendong papi Mau tak bawa kesini eh malah ngak mau. "'adu Aira pada Gala.


" Mungkin masih pengen main sama opa dan omanya . ya sudah biarin aja kita bikin ade buat Rayyan aja " kata Gala yang mencium Aira.


" Dih masih siang juga by , nanti malam aja ngak emak nanti kalo Rayyan nyari " kata Aira. memberi alasan pada Gala.


" Ngak aq maunya sekarang " kata Gala yang langsung mengangkat tubuh Aira keranjang.


" By .........!"teriak Aira yang kaget Gala sudah mengangkatnya. Hingga tubuhnya melayang


Siang itu pun hawa terasa panas.Karna bercampur peluh karna keduanya menghabiskan momen manis dikamar selagi Rayyan belum datang menganggu.


..................................


" Rey sudah kau selidiki semua tentang Alexa" Kata sebuah suara berat.


" Sudah bos tapi kami belum menemukan apapun tentang datanya gadis itu " kata Rey


" Bagaimana bisa bukan kah sudah 3 bulan kau menyelidikinya , kenapa belum ada hasil sama sekali waktu kita sudah hampir habis " Kata suara berat yang tak lain adalah Bram saudara tiri papah Mark.


" Maafkan bos tapi sepertinya indentitas Alexa memang di sembunyikan sejak awal, karna saya tidak menemukan jejaknya sama sekali " kata Rey yang hampir putus asa mencari indentitas gadis itu.


" Apa dia fiktif atau fakta " kata Bram gusar.


" Kami juga tidak tahu tapi karyawan Alexa group ,ada yang mengatakan dia ada dan masih muda. Karna beberapa kali ia sempat datang ke kantor Alexa group untuk bekerja." jelas Rey pada Bram.


" Tapi kenapa kalian tak juga menemukannya " kata Bram emosi.


" Maafkan kami bos karna dikantor memang namanya Alexa tapi diluar berbeda." kata Rey..Yang menceritakan karna ada yang memanggil Alexa dengan nama yang berbeda.


" Ok cari tahu secepatnya aq ingin secepatnya mengambil Alexa group milik kakakku" kata Bram


" Tapi tuan nona Alexa sepertinya sudah tahu Ada orang yang ingin menguasai perusahaan .Karna data keuangan dibekukan dan hanya atas izinnya bisa dicairkan " kata Rey menjelaskan.

__ADS_1


" Sialan kau Mark, kita lihat nanti siapa yang lebih pintar" kata Bram mengepalkan tangannya.


__ADS_2