
Gala menyiapkan buku dan berkas bekas sebelum berangkat kuliah.Setelah semuanya siap gala pun berpamitan.
" Bi.....berangkat dulu ya" kata Gala yang berpamitan dan mencium pipi Aira.
"Ya by.....nanti aq ke butik ya" kata Aira.Yang minta izin pada Gala.
" Tapi aq yang antar, ,ingat jangan pergi sebelum aq pulang " kata Gala dengan penuh penekanan
" Ya by. " kata Aira terpaksa harus mengiyakan.
" Ya sudah aq berangkat dulu." kata Gala lalu mengecup pipi Aira sekali lagi.
Aira hanya tersenyum dengan sikap bucin Gala yang berlebihan. Sekaligus menikmatinya. Kapan lagi dapat kesempatan
di manja suami.
Aira pun mengantar Gala sampai depan kamar Karna tak mungkin dia turun dengan daster pendek yang digunakannya.
" Hati hati ya by" pesan Aira.
" Mhem " jawab Gala. Yang mengecup lagi bibir Aira namun sedikit lama.
Mpt.....mpt.....by...sudah berangkat sana" kata Aira yang mendorong tubuh Gala dengan maksud menghentikan ciumannya.
" He....he...he ..baiklah " kata Gala lalu berlalu menuruni tangga.
Aira hanya mengeleng melihat kelakuan suaminya . Yang membuatnya cukup ngeri.
Bila mengingat Gala menghajarnya habis habisan. Aira hanya berpikir kenapa Gala tak pernah lelah. Dengan olahraga malamnya yang membuat Aira pusing.
" Aish......kenapa aq mengingatnya " kata Aira mengeleng mengingat penyatuannya dengan Gala tadi malam.
" Ih.....aq bisa gila nanti " kata Aira bergegas masuk kekamar Sambil mengeleng geleng kepalanya. Karna kegiatan panas yang melintas di kepalanya berseliweran
..............................
Gala duduk dikantin bersama Albi serta Beni Sambil menyantap bakso langganan mereka.
" Hai la " sapa Dea pada Gala yang baru datang. Dan duduk di depan Gala dan Albi .begitu juga Lisa dan Bella temannya
Namun Gala cuek saja. Seolah Dea tak ada disana.Hanya fokus dengan bakso yang dimakannya.
"La kamu kenapa sih gitu banget, sama gue la kan gue sudah minta maaf." kata Dea mencoba merayu Gala
" La kita teman sejak SMA , Sedang kan kamu kenal gadis itu kurang dari setahun ." kata Dea.
" Gadis siapa sih?" tanya Beni kepo ingin tahu.
__ADS_1
"Siapa lagi gadis kampung itu lah ." si Aira kata Bella ikut bicara.
Mata Gala langsung mendelik menatap Bella
dengan tajam.Karna bicara tentang Aira.
" Hah....gimana bisa bawa bawa Aira. Emang apa hubungan dengan Gala."kata Albi bingung
" Ya pacarnya lah " kata Dea asal bicara
"What......Albi. Beni Lisa dan Bella ikut terkejut. Mendengar ucapan Dea.
"'Benar la, lho pacaran sama Aira" kata Beni dan Alb.Yang menatap tajam Gala.
" Iya lah 2 kali gue lihat Gala bareng Aira ke kampus " kata Dea tak perduli Gala marah.
" Jangan asal bicara " kata Gala kesal
"Apa benar la lho bareng Aira kapan ,sejak kapan" kata Albi bertanya menyelidik membuat Albi curiga dengan sahabatnya itu
Gala hanya diam tak bersuara. Karna dia tak mau menjelaskan semuanya didepan umum.Karna Gala yakin Aira pasti tak suka.
"La jelaskan kapan " kata Albi. Menekan Gala
agar bicara.
" Apa kamu ngak tahu bi, Aira sering diantar Gala." kata Dea memanasi Albi.Yang memang tak tahu hubungan Gala dan Aira.
" Iya bi gue ingin tahu juga " kata Beni yang kepo makin penasaran
Gala hanya diam tak menjawab apa apa.
Karna Ia tak ingin rahasianya terbongkar.
" La jangan bilang kamu tunangan Aira la " kata Albi menatap Gala penuh menyelidik. Membuat Beni ,Bella dan Lisa ikut terkejut.
" Oh.....jadi Aira tunangan mu la" kata Dea kaget.
" Pantas ..." kata Lisa membuat kaget yang lain. sehingga menatapnya.
" Apanya yan pantas " kata Dea heran.
" Ya pantas lah kalo dia dekat kan mereka tunangan." kata Lisa.
Gala bukanya menjawab tapi berdiri. Dan meninggalkan meja. Lalu membayar semua makanan nya. Dan pergi meninggalkan kantin.Tampa bicara sepatah kata pun
" Kenapa dengannya"Kata Beni bingung
__ADS_1
"Berarti benar mereka tunangan " kata Lisa
" O m g.....beruntung banget tuh gadis kampung bisa jadi tunangannya Gala" kata Lisa
" Iya ganteng tajir pintar baik dan tidak pelit lagi." kata Bella
Albi....diam dan berpikir lalu beranjak dari duduknya. Dan meninggalkan Beni Lisa dan Dea juga Bella.tampa pamit. Untuk mencari Gala.karna penasaran dengan yang ia dengar.
Sedang Gala membawa mobilnya menuju rumah.Ia sudah berjanji untuk mengantar Aira. Yang akan pergi ke butik mengantar laporan
Brak ......
Gala membanting pintu mobil .Dan buru buru masuk kerumah. Dan menuju kamar nya.
"Bi sudah siap " kata Gala. Yang melihat Aira sudah rapi menunggunya.
" Sudah by kok buru buru amat." kata Aira
" Aq kangen sama istriku yang cantik ini " Kata Gala memeluk Aira. Lalu mengecup bibir Aira yang terasa manis
" By sudah " kata Aira yang mendorong dada Gala. Agar berhenti mengecup bibirnya. Karna lama lama membiarkannya.Aira tidak akan bisa bekerja ke butik.
" Kenapa ,ngak boleh kangen istri" kata Gala. Yang tak melepas dekapannya.
"By aq sibuk hari ini, Kau bisa melanjutkannya nanti malam " kata Aira keceplosan.
" Ups....Aira langsung menutup mulutnya.
" Oh ya serius " kata Gala mengoda Aira dengan wajah merah merona.
Aira pun menganguk dengan serba salah.Karna keceplosan.Dan tak bisa menjilat lagi omongannya.
" Bodoh ..bodoh ....kamu ra mau menjadi umpan " bathin Aira kesal dengan mulutnya sendiri.
"Kenapa " kata Gala heran. Tapi senang sambil memeluk Aira semakin erat.Dan mengecup lagi bibir Aira.
" Ngak pa pa by." kata Aira tersenyum.
Gala pun tersenyum dan melepaskan pelukannya. Lalu menangkup kedua pipi Aira dan mengecup bibir Aira sekali lagi.
"By ...sudah ayo pergi" kata Aira. Yang tak bisa berlama lama dirumah. Karna Dini asistennya pasti sudah menunggu nya.
" Baiklah " kata Gala. Yang tak ingin membuat Aira tak nyaman. karna ulahnya yang agresif.
Akhirnya keduanya pun keluar dari kamar. Menuruni tangga lalu untuk pergi ke butik Aira
Sekalian Gala berangkat yang ingin kekantor.
__ADS_1