Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 61 Aira kecelakaan.


__ADS_3

Aira bergegas masuk mobil setelah keluar dari kantor Gala. Dan membawa mobil melaju pelan membaur bersama mobil lain Di jalanan raya yang penuh pengendara.


Entah mengapa perasaannya menjadi tak enak. Ketika melewati jalan yang agak sepi.


Sesekali Aira melihat ke kaca spion. Dan melihat ada mobil yang mengikutinya .Dari sejak keluar dari kantor Gala suaminya.


" Siapa mereka ya " kata Aira tenang dan tetap menyetir. Sambil meraih ponselnya dan kembali memilh masuk kejalan yang ramai . Agar bahaya tak mengintainya.


" Aq telp Roni saja " Kata Aira yang langsung menghubungi Roni .Yang slalu siaga untuk nya setiap saat.


" Ron aq dibuntuti orang " Kata Aira tetap mencoba tenang.Sambil menunggu ponsel tersambung setelah beberapa saat


" Ok tenang jangan panik aktifkan gps mu di mobil .Aq akan suruh Ken mengikuti mobil itu. Kamu tenang saja. Nanti aq akan kesana. Putar mobil kearah selatan dan tunggu aq disana. Dan ingat jangan matikan ponsel mu " Kata Roni memerintahkan Aira untuk mengikuti petunjuknya.


" Baik Ron...." kata Aira. Yang membiarkan ponselnya tetap aktif


"Ra ....masih disana " kata Roni yang ponselnya di speaker oleh Aira


" Masih Ron gimana ." kata Aira sambil menyetir mobil nya pelan.


" Ok aq sudah di belakang mu. Tak jauh dekat mobil yang membututi mu. Dan Ken juga dibelakang " kata Roni berteriak di ponselnya.


" Kamu siap ra" kata Roni memberi aba aba


Bahwa Roni ingin menjemput Aira


" Siap Ron" kata Aira yang memasang tas ranselnya dan tas Selempang nya ditubuhnya


" Ok percepat mobil dan buka pintu kiri aq akan mendampingi mu. Siapkan mobil seolah ada penumpangnya kata Roni " Mengintruksikan Aira untuk mengosongkan mobilnya.


Aira lalu melepaskan sepatunya dan menyusunnya diatas gas mobil Lalu menindihnya lagi dengan sebotol aqua besar yang biasa ia bawa buat stock minum.


" Sudah Ron apalagi " kata Aira


" Buka pintu mobil kiri dan melompat ketika aq sudah disebelah mobilmu Aq akan mendampingi mu sampai di padang rumput depan sana " Kata Roni yang sudah ada dibelakang mobil Aira memakai motor sport


" Ok.....Ron aq siap " kata Aira yang sudah siap melompat. Sedangkan Ken mengalihkan perhatian mobil .Yang mengikuti Aira selama Aira keluar dari mobilnya


" Aira sekarang......" Kata Roni berteriak. Setelah menjejeri mobil Aira.


Aira pun berdiri dan hup............tubuh Aira langsung hinggap di motor Roni .Yang lalu memeluk Roni dengan erat. Roni pun langsung me gas motornya dengan kecepatan tinggi. Agar tak terlihat orang yang mengikutinya.


Mobil Aira yang kosong Melaju dengan kencang dan bertepatan Ken yang berbalik arah. Karna Aira sudah aman di bawa Roni ke markas.


Brakkk......brakk......dum....brak.....

__ADS_1


Mobil Aira ditabrak tronton besar. Yang kebetulan menyalip mobil Aira .sehingga menyebabkan mobil itu terbakar. Yang dikira kecelakaan


Kecelakaan yang terjadi mengudang perhatian .penguna mobil lain. Mobil yang membututi Aira langsung berhenti .Ketika melihat mobil Aira yang kecelakaan remuk redam. Tersenyum puas ketika tahu mereka berhasil. Membuat Aira tewas di tempat.


" Telpon bos kita aman dan ngak perlu repot melenyapkannya " Kata seorang pria itu lalu memutar mobil. Sedang Ken yang mengawasi mengikuti kemana mobil itu pergi.


Sedang Roni yang membawa motornya melaju ke markas.Berhenti ketika mereka sampai. Dengan kecepatan sedang


setelah menyelamatkan Aira.


Brum ...brum ....brum


Lima menit kemudian motorpun merapat ke garasi.Teras markas yang berbentuk hotel mewah itu.


" Huh .....gila juga kamu Roni " kata Aira sambil turun dari motor. Dengan dada deg degan.


" He...he....he..Tapi keren kan ra,.Nginap di sini dulu biar aman dan lihat beritanya nanti" Kata roni yang melepaskan helmnya.


" Tapi Ron, aq takut papah dan Lina shock " Kata Aira sambil membuang nafas kasar


" Kau tak penasaran siapa yang ingin melenyapkan mu ra ." kata Roni menatap Aira lekat .Sahabatnya sejak kelas Satu SMA itu.


" Siapa mereka" kata Aira bertanya.


" Kita akan tunggu Ken dia sedang mengikuti mobil itu " kata Roni lagi.


....................................


Sedang Gala baru sampai dirumah ketika mami tergopoh gopoh keluar dari dalam rumah.


" Gala ayo ikut " Kata papi...


" kemana pi " kata Gala bingung.


" Kita pastikan dulu benar atau ngak" Kata mami yang mengelus bahu Gala .Dan ikut masuk kedalam mobil .Gala duduk disebelah mami Sedang papi bersama sopir. didepan.


Gala bertanya tanya dalam hati Sedangkan mami dan papanya hanya diam. Seribu bahasa karna tegang mendengar berita mengejutkan.


Tak lama mobil pun merapat dikantor polisi


Terlihat Lina menangis di pelukan Devan. Sedang papah Mark duduk dengan wajah Sedih yang teramat sangat.


"Papah ada apa " kata Gala yang bingung.


" Aira la Aira .kecelakaan ..." isak Lina .Yang menangis pilu dalam dekapan suaminya

__ADS_1


Gala yang tak percaya pun langsung terduduk dilantai karna kaget.Mendengar Aira yang kecelakaan


Seorang polisi datang menghampiri papah Mark, papi dan maminya.Untuk memberi informasi


" Maaf anak bapak tidak selamat mobilnya remuk dan terbakar " kata polisi mengatakannya dengan pelan.


Tubuh Gala serasa lemas. Dia langsung bersimpuh didepan papah Mark. Dengan mata berkaca kaca terguncang mendengar berita itu.


" Itu tidak benar kan pa" kata Gala mendongakkan wajah nya .Kepada polisi yang berdiri disamping papah Mark.


" Tapi semuanya benar mobil terbakar. Dan ada dua mayat yang gosong " kata polisi itu menjelaskan.


" Ngak.....mungkin.....ngak mungkin Aira ...." teriak Lina yang histeris


" La ...." kata mami berjongkok memeluk putranya yang belum percaya


"Mi....Gala ngak sanggup mi Gala mati saja " Kata Gala lirih. Membuat papi dan papah Mark hanya bisa saling pandang .Untuk menguatkan pria yang berstatus penganten baru itu.


" Hiks.....hiks.....hiks " tangis Gala pun akhirnya pecah.....ruangan itu menjadi haru biru .Dengan ratapan Gala .Sedang Lina yang masih tersedu sedu di pelukan Devan.


" Drt......drt.....ponsel Lina bergetar disaku celananya. Membuat Lina melihat tak percaya. Lalu dengan cepat mengangkat ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


Mata Lina terbelalak .Dan berhenti menangis. Lalu agak menjauh untuk memastikan. Siapa yang menghubunginya.


" Lin ini aq jangan bicara apapun.sekarang aq masih hidup " kata Aira dari seberang sana


" Kamu dimana " kata Lina dengan bibir bergetar. Yakin banget kalau itu memang Aira


" Aq lagi di suatu tempat. Tenang lah .jangan menangis " kata Aira disebrang sana


" iya....":kata Lina yang menangis haru karna sahabat itu selamat.


" Jangan bilang papah dulu, ada yang harus aq selidiki " kata Aira lagi.


" Ya." kata Lina lalu hubungan pun terputus


" Pah " kata Lina yang masih terisak.


" Ada apa siapa yang telpon " Kata papah Mark curiga karna Lina bersikap aneh


" Kita pulang dulu ya pah " Kata Lina menatap sang papah memohon dengan sangat.


Namun papah Mark diam tak menjawab. Lalu memandang tajam. Seakan mencari sesuatu yang putrinya sembunyikan.


" Kata kan pada papah ada apa " kata papah Mark

__ADS_1


Lina diam karna ia sudah berjanji dengan Aira .Tak mungkin ia mengatakannya Sedangkan Gala masih terduduk lemas bersimpuh dengan kesedihannya. yang luar biasa.


Lina yang tak tega hanya bisa menatap Gala dengan perasaan gamang. Antara jujur atau tidak. Itu membuatnya bingung Namun ia tak bisa bicara apapun.


__ADS_2