Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 44. Godaan Dea.


__ADS_3

" Kak aq, bawa mobil sendiri ya, nanti mau mampir kantor papah " kata Aira pada Gala.


" Kenapa ngak naik mobilku saja. Nanti bisa bareng kekantor papi juga " kata Gala


"Mafi aq ada keperluan lain la maaf ya" kata Aira yang tak enak hati .


" Ya sudah hati hati bawa mobil " kata Gala. yang menatap pungung Aira yang masuk mobilnya.


Gala pun masuk mobil dan menuju kampus bersamaan mobil Aira juga.


" Aq duluan " kata Aira lalu berjalan cepat meninggalkan Gala.


" Ya....." kata Gala datar seraya melihat kepergian Aira.


Gala berjalan gontai menuju kelas yang sudah ada Beni dan Albi duduk menunggunya.


" Kok muka lho ditekuk gitu la" tanya Beni heran.


" Emang kenapa ,kurang tidur gue ngurusin orang mabok" kata Gala memberi alasan.


" Maaf la gue ngak sadar" kata Albi.


" Gila kalian ya ngak pake otak mabok mabokan gitu ,pengen cepat mati." kata Gala


" Yah.....lho la pagi pagi ceramah bikin gue ngak enak hati masa makan hati nih sarapannya." kata Albi.


" Biarin habisnya kalian ngak tahu diri masak mau sama Dea yang ngak waras gitu " kata Gala sinis.


" Dih .tapi bisa icip gratis la, kalo lho mau " kata Albi ketawa.


" Buat lho aja jijik gue bekas orang "kata Gala cuek.


"Wow ...wow....kok lho bisa tahu bi" kata Beni kaget bukannya nya lho sering bareng dia ,apa lho menyicipi duluan" kata Beni.


Plak ....plak.....


Gala memukul tangan Beni dengan keras membuat Beni meringis menahan sakit.Karna Gala merasa kesal


" Asal lho.ya, gue ngak pernah gituan sama Dea, mungkin sama lho " kata Gala jengkel.


" Yah .....emang iya Ben" kata Albi. Menatap Beni tajam menyelidik.


" Jangan jangan lho juga nikmati dia kan Ben" Kata Albi lagi.


" Ng...ngak kok gue cuma nemani aja." kata Beni tergagap.

__ADS_1


"Cih....apa kalian berdua sudah gituan" kata Gala.


" Gue yakin bi pasti Beni sudah nyoba tuh Dea mukanya mesum gitu kok nolak " kata Gala yakin


Beni diam tak menyahut. Karna memang ia pernah sekali tidur dengan Dea .Juga Lisa.waktu ke villa pas liburan semesteran.


" Gila lho Ben " kata Albi berdecak kesal.


" Cih...bukan gila lagi bi Kelakuannya sudah melanggar batas " kata Gala cuek .Karna tak habis pikir dengan Beni bisa sebejat itu.


Albi dan Gala pun diam tak bicara lagi. Sedang Beni tak berani bersuara. Melihat sahabat sahabatnya marah. Beni hanya diam Karna dia melakukan kesalahan yang fatal.


....................................


Aira duduk dipojok kantin dengan Lina Ketika waktu istirahat .Keduanya memesan jus dan makanan ringan juga bakso.


Tiba tiba Gala dan Albi juga memasuki kantin bersama Beni. Namun tak memperhatikan Aira dan Lina yang duduk dipojok


" Mang bakso 3 pesan Beni sambil menarik


kursi dan duduk. Begitu juga Gala dan Albi yang juga memesan jus.


Ketiga asyik ngobrol tentang kkn. Ketika Dea datang dengan merengkuh tubuh Gala. Dan duduk di pakuan Gala dengan tidak sopan.


" Astaga Dea dorong Gala yang kaget dengan kelakuan Dea.. Lisa dan Bella. yang mengikuti Dea pun ikut kaget .Atas perlakuan Gala. yang membuat Dea menambrak tiang. penyangga


" Gila lho ya " kata Gala marah.


"Lho ngak punya sopan santun ya De , ini kantin " kata Gala geram menahan emosinya


"Ya ampun la gue ngak sengaja .Cuma pengen duduk di pangku lho . Gimana rasanya gitu biar terlihat romantis " kata Dea manja.


" Najis gue dengar nya De, gue ngak tertarik sama lho dan ingat kita hanya temanan " Kata Gala ketus .Membuat semua orang yang memperhatikan mereka terkejut.


" Lho harusnya jaga sikap De, ini kantin bukan club malam" kata Albi angkat bicara.


" Ya ampun bi , masa lho lupa kita tadi malam pesta " kata Dea genit.


" Gue ngak sadar De waktu itu"kata Albi.


" Yah lho mah lupa teman kalo sudah enak enak " kata Lisa


" Jaga mulutmu Lis" kata Albi mendelik tajam ke Lisa


" Kok pada emosi ya hari ini pada lupa minum vitamin ya " kata Bella yang tak mengerti apa yang terjadi.

__ADS_1


Semuanya pun terdiam. Aira dan Lina yang mendengar keributan itu hanya diam. Melihat dari tempat duduk keduanya


" Kenapa." kata Lina berbisik


" Ngak tahu" kata Aira juga ikut berbisik.


" La nanti anterin gue pulang ya " kata Dea merayu Gala. tersenyum manis.


" Maaf De , mulai sekarang gue ngak bisa ngantar lho atau nebeng sekalipun. Gue kerja sepulang kuliah. Jadi ngak ada waktu bersantai dan bersenang senang " kata Gala tegas.


" Yah la cuma sebentar doang kok pelit amat.


Ngak sayang sama gue lagi ya " kata Dea


" Lho minta antar Beni aja" kata Gala menolak


permintaan Dea.


" Yah....Gala kenapa sih sekarang berubah gitu" kata Dea manja.


" Iya la , kita ngerti kok lho sibuk. Tapi sesekali ngumpul ngumpul gini kan asyik heppy fun " kata Lisa.


" Trimakasih kalian aja gue ngak punya waktu " Kata Gala lagi dengan penuh penekanan.


Albi dan Beni hanya diam .Atas kelakuan gadis gadis manja itu. Sedang Gala cuek tak perduli. Karna dia mengangap bahwa pergaulan teman temannya .Sudah diluar batas dan tak pantas.


" Bi gue duluan nya" kata Gala . Ketika sudah selesai makan dan menghabiskan jusnya.


" Ya ampun la buru buru amat sih " kata Dea yang meraih tangan Gala yang diliat oleh Aira dan Lina juga.


Gala langsung menghempas tangan Dea..Yang membuat Dea terkejut bukan main


" La ....lho tega sih " kata Dea dengan mata berkaca kaca..Ingin menangis karna Dea sangat mencintai Gala.


" Maaf De, gue sudah jelaskan semuanya kan tadi . Jadi tolong jangan pernah menganggu gue lagi " kata Gala marah.


Lalu berlalu pergi meninggalkan kantin.Tampa menoleh sedikitpun.


La ...la...tunggu " kata Dea yang mengejar Gala keluar kantin sambil menangis.


" La ....la ...ada apa sih denganmu." kata Dea yang mengikuti Gala. Membuat semua orang melihat keduanya.


Gala pun berhenti berjalan dan Dea cepat menghampirinya.


" La jangan gini gue sayang lho " kata Dea menangis dihadapan Gala

__ADS_1


Tapi tak membuat Gala iba. Lalu Gala mendekati Dea dan berbisik ditelinga Dea


" Dengar De bersikaplah biasa, dan jangan pernah mengusikku. Atau gue bongkar kelakuanmu diluar sana. Dengan om Anton Beni dan pria yang lain nya" kata Gala. Lalu pergi meninggalkan Dea yang terpaku diam. Mematung seorang diri


__ADS_2