
Asyik ngobrol dengan cs nya Dea. Membuat Gala tak sadar bahwa Aira mendengar semuanya. Namun Aira ta ambil pusing dengan suami baru nya itu.
Ya suami aneh memang. Tapi ya mungkin ini takdir hidup yang Aira jalani.
"Ra kamu ngak pa pa kan " kata Lina melihat Aira .Karna obrolan Gala. Dan teman temannya.
" Ngak pa pa Lin ayo." kata Aira bangkit dari duduknya dan membayar makanan.
" Aira ......tegur Albi yang tak sengaja membuat Gala terkejut bukan main.Tidak tahu Aira ada disana.Mendengarkan semuanya.
Deg
" Ya kak maaf kami sudah selesai" kata Aira yang berlalu bersama Lina .Meninggalkan kantin.tampa perduli dengan Gala.
Gala yang baru tahu Aira ada disana dari tadi Merasa tak enak hati ingin mengejarnya. Tapi tak mungkin karna orang pasti akan curiga.
Gala pun cepat cepat menyelesaikan makannya. Lalu bangkit dari kursinya
" Semuanya gue duluan ya" kata Gala pamit terburu buru hendak mengejar Aira.
" Buru buru amat bi" kata Beni.
" Gue ada urusan sebentar " kata Gala Sambil mengeluarkan uang dua lembaran.Berwarna merah dan pergi meninggalkan kantin.
" Ada apa dengannya "kata .Albi heran.
" Kenapa dia buru buru ngak biasanya " kata Dea ikut heran
" Udah ngak usah dipikirin. Yang penting kita makan gratis nih "kata Beni .Memamerkan uang yang tadi Gala letakkan diatas meja
" Wah....bisa nambah dong gue mau bakso lagi ah" kata Bella .Minta tambah bakso satu mangkok lagi.
" Woi ...cewek kok makan nya gitu amat Bisa melar tuh badan " ejek Beni.
" Biarin gue ini lagian masih langsing gini" kata Bella dengan pedenya
" Ha...ha....ha. .langsing apaan Bell itu bokong sudan pull montok" kata Lisa ikut bicara.
" Yang penting pede guys " kata Dea membela Bella
" Iya tuh kalian iri gue nambah. Masih banyak sisa tuh duit paling nanti juga diembat si Beni " kata Bella.
" Kok tahu Bell gue sih ngak nolak mubazir tahu" kata Beni
"Iya Ben itu rezeki " kata Albi santai mendengar ocehan teman temannya.
"Iya maka nya gue nambah ngak usah ngiri Lis kalo masih lapar..." ejek Bella.
" Yah ...kalo gue ok aja lah gue mau nambah nih " kata Lisa cuek.
" Ha...ha....ha ...gayamu Lis ngece teman eh mau juga akhirnya." kata Lisa.
__ADS_1
" Katanya ngak nolak rezeki mubazir" kata Lisa tersenyum mumpung gratisan.
Mereka berlima pun makan sambil ngobrol Sedangkan ditempat lain. Gala mengejar Aira yang berjalan bersama Lina.
" Aira....tunggu..." panggil Gala yang berjalan cepat.
" Wah gercep amat tuh laki lho ra , Ya udah aku kekelas duluan ya" kata Lina membiarkan Gala bicara dengan Aira.
" Ya Lin...." kata Aira.
" Ra...maaf tadi aq ngak tahu kamu disana " Kata Gala gugup tak ingin Aira salah paham.
" Ngak pa pa ngak masalah " jawab Aira santai sambil berjalan.
" Kamu ngak marah" tanya Gala heran
" Ngapain emang biasa kan kamu ngumpul sama mereka. Kenapa harus dijelasin" kata Aira cuek
" Aq cuma ngasih tahu kamu, Aq ngak ada apa apa dengan Dea. Cuma sebatas teman jadi ku harap kamu ngerti " kata Gala.
" Ya...sudah selesai" kata Aira menatap Gala
" Sudah ra tapi nanti pulang nya bareng kan" kata Gala bertanya.
"Ngak kamu duluan aja, Aq ada urusan jadi bisa naik taxi " kata Aira yang masih cuek.
" Ya sudah aq mau kekelas jangan ngikutin" kata Aira lagi.Yang tak ingin Gala mengikutinya.
" Ra aku yakin bisa membuatmu jatuh cinta suatu hari nanti" bathin Gala lalu pergi dari tempat itu.
.................................
Gala duduk dikursinya dengan santai sambil memeriksa ponselnya ketika Beni dan Albi masuk ke kelas.
" Tumben sudah dikelas tadi ada urusan katanya udah selesai emang" kata Beni
" sudah selesai " jawab Gala datar tanpa menoleh pada Beni
" Tumben bro emang ada masalah dengan tugas " tanya Albi menyelidik.
" Ngak urusan lain" jawab Gala.
" Oh ...gue pikir masalah tugas .Dengar dengar lho sekarang kerja sama om sakti dikantor" kata Albi yang mendengar kabar dari sang ayah.
" Iya...." jawab Gala singkat.
" Lho kenapa la kok kaya orang lemas gitu" kata Beni memperhatikan Gala.
" Ngak usah usil deh tuh mulut .Kaya emak emang senang ngurusin orang" Kata Gala
" Aish wah la, bukannya kebalik lho yang kaya emak emak tuh ngedumel" ejek Beni.
__ADS_1
" Ha...ha...ha....menurut gue sih sama tuh " kata Albi ikut bicara menengahi.
" Yah beda bi ,gue ngak sok tahu kaya Beni
dan sombong lagi" kata Gala.
"Dih ngak gitu la, jaim gue" kata Beni.
" Jaim gundul mu Ben makan cari gratisan Jaim dari hongkong" omel Gala kesal.
" Wah....kan lho yang traktir la kesempatan ngak nolak " kata Beni yang sewot tapi kenyataan emang .
" Sudah jadi panjang nanti Ben, Galah Ben lagi bete dia" sindir Albi yang melihat gelagat Gala . Yang sedikit emosi.
" Ok...kenapa sih bro" kata Beni heran.
" Ih kepo lho Ben" kata Gala melengos.
" Tuh kan bi, dia lagi sense nih lho pms la"
Kata Beni bertanya.
Gala pun mendelik kan matanya pada Beni. Yang membuat Albi ketawa ngakak Melihatnya.
" Ha....ha.....ha....ha..
" Lagian lho sensi la kaya orang pms aja" kata Albi ngakak
" Sialan lho Ben senang tuh Albi" kata Gala kesal.
" Lagian salah sendiri lho dikit dikit baper kaya orang patah hati" kata Beni
" Iya kali Ben......wah siapa yang brani nolak pesona Gala ya" sindir Albi masih tertawa
" Ngak usah kepo deh" kata Gala cuek.
" Wah benaran bi , perlu di selidiki nih" kata Beni memancing
" Awas lho jangan macam macam Ben gue gantung di atas balkon" kata Gala mengacam Beni kesal.
"ih....takut gue bi galak nih si emak masa gue mau digantung" ledak Beni yang mengoda Gala yang sewot.
" Ha....ha....ha...." tawa Albi gemas melihat Gala kesal.
" Wah ....sejak kapan jatuh cintanya la " goda Albi.
" Rese nih bisa diam ngak sih berisik " kata Gala jengkel
Hwa....ha.....ha ....ha..
Albi dan Beni pun tertawa ngakak. Melihat Gala yang semakin kesal. Karna ngak biasanya temannya itu baperan. Seperti sekarang ini .Dan itu sangat langka terjadi. Karna Gala orang yang terkenal cuek.
__ADS_1