Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 112 Dini dan Amar.


__ADS_3

Tari yang ditinggal Roni pergi. Langsung menghentak hentakkan kakinya karna jengkel


" Sialan tuh cowo mesum main sosor aja" Kata Tari jengkel. Lalu menegang bibirnya bekas ciuman Roni.


" Ih kenapa denganku " kata Tari mengeleng geleng kan kepalanya .Lalu kembali masuk butik.


Sedang Roni membawa mobilnya pulang . Ke cafe sambil tersenyum senyum sendiri.


" Dia cantik juga walau judes " kata Roni mengingat ciumannya tadi dengan Tari.


........................


Lina merapikan rukuh nya setelah sholat magrib . Dan meletakkan kembali ke tempatnya semula. Dimana ia mengambilnya di laci lemari.


"Lin lagi apa sayang " kara Devan yang baru pulang


" Kaka baru pulang , sudah sholat ?" tanya Lina


" Sudah sayang kamu sudah sholat ?" kata Devan balik bertanya.


" Baru saja selesai " kata Lina yang mendekati Devan dan melepaskan kemeja sang suami.


" Mau mandi air hangat " kata Lina menanyakan Devan


" Ngak usah sudah kamu disini saja siap kan pakaian kaka saja " kata Devan yang mencium Lina lalu mengelus perut buncit Lina dan menciumnya.


" Akh......" kata Lina mendesah.


" De jangan nakal ya kasian mommy mu " Kata Devan tang tahu bahwa bayi nya aktif bila ia menyentuhnya.


" Kok tahu sih kalo daddy yang gelus " kata Lina yang langsung duduk di sisi ranjang.


" Pastilah tahu ya kan de" kata Devan Yang kembali mencium perut buncit sang istri. Lalu mengecup bibir Lina.


" Kak Dev mandi dulu ya ,habis itu makan malam " kata Dev yang mengusap kepala Lina tanda sayang dan masuk kekamar mandi.


Lina pun tersenyum memandangi punggung Dev.. Lalu merebahkan dirinya diatas kasur. Mengingat kehamilannya yang sudah hampir jalan sembilan bulan. Membuat Devan lebih sering pulang cepat. Dan tak pernah lembur lagi ..Karna siaga untuk menjaga sang istri.


" Sabar ya de, sebentar lagi bisa lihat mommy dan daddy " kata Lina mengelus gelus perutnya.


Selesai mandi Devan pun langsung berpakaian Lalu sholat isya bersama Lina. Setelah itu keduanya pun keluar. Untuk makan malam bersama papah Mark.


" Lina mulai sekarang persiapkan pakaian yang penting. Serta pakaian bayi supaya nanti Dev langsung bawa saja. Pas sudah terasa" kata papah mengingatkan.


"Iya pah sudah Lina siapkan. Semua tinggal berangkat saja " kata Lina yang memang sudah menyiapkan semuanya. Ketika kemaren Aira membantunya. Agar nanti tidak bingung ketika mau lahiran.


...............................


Siang itu yang terasa panas . Membuat Dini yang sibuk di ruangan .Merasa gerah padahal ac nya stabil.


" Ih pengen cari jus aja deh haus ,Tapi aq telepon Tari dulu ah . biar ada teman " Kata Dini yang lalu menghubungi Tari


Tari yang keluar dari kampus pun. Berjanji menunggu Dini untuk nongkrong di cafe. Untuk bersantai sekalian makan siang


" Sudah lama Tar ?" tanya Tini yang baru datang.

__ADS_1


" Yah paling 15 menitan santai din ngak masalah kok " kata Tari tersenyum.


" Sudah pesan gue , nih lho pesan " kata Tari


Yang memberi buku menu pada Dini


" Ok " kata Dini yang memanggil pelayan cafe untuk memberikan pesanannya.


" Cuma ini mba " tanya pelayan cafe ramah


" Iya mba gabungkan saja sama teman saya ini" kata Dini menunjuk Tari.


" Baik mba mohon ditunggu ya" kata pelayan cafe.


" Ok ...trimakasih " kata Dini yang juga sopan.


Sambil menunggu pesanan datang keduanya pun asyik ngobrol sampai ....


" Woi....." kata Amar mengangetkan keduanya.


" Amar !!" ih .....kenapa sih senang banget ngagetin orang " kata Tari sebal


" He he he maaf ngak sengaja " kata Amar yang datang bersama Levi.


" Wah asyik nih kita ngak ditawarin duduk " sindir Levi


" Duduk aja sendiri sana tuh banyak bangku kosong " kata Tari sewot


" Yah Tari gitu kita boleh gabung ngak " kata Amar yang mengajak dini bicara karna dari cuma diam.


" Ya duduk aja ngak masalah kok " kata Dini tersenyum


Amar yang sedari tadi mencari perhatian Dini Langsung menawarkan pulang bareng. Untuk mencari kesempatan.


" Ih modus lho jangan mau Din bahaya " kata Tari


" Dih Tari ngak pengertian banget sih sama teman. Gue kan berniat baik supaya Dini aman sampai butik " kata Amar memberi alasan


" Ngak pa pa kok Tar asal amarnya iklas " kata Dini yang juga mulai tertarik dengan Amar.


" Tuh orangnya aja ngak nolak kok kamu yang sewot sih " kata Amar.


" Ya terserah deh tapi jangan macam macam sama teman gue " kata Tari yang akrab dengan Dini semenjak di butik.


" Iya dijamin nyampe pokoke " kata Amar.


Sedangkan Levi hanya mengerucutkan bibirnya. Mendengarkan obrolan ketika orang didepannya.


" Lho kenapa Lev kok diam aja " kata Amar heran melihat temanya itu banyak diam.


" Gue lagi sedih aja bokap lagi sakit Lagi pusing nih nyari kerja partime " kata Levi sendu.


" Lho mau kerja mau ngak dicafe. Nanti gue tanyakan pemiliknya ' kata Tari serius mengingat Roni tempo hari mengatakan mencari karyawan tambahan.


" Serius Tar ngak bohong kan " kata Levi sedih.

__ADS_1


" Ya serius lah nanti gue antar kesana habis ini. tapi gue sekalian diantar pulang." kata Tari.


" Ngak masalah gue setuju " kata Levi.


" Aq juga mau dong Tar kemaren gue sudah ngomong sama lho kan " kata Amar yang menatap Tari.


" Ya sudah sekalian aja , nanti tapi lho antar Dini dulu ke butik. Trus kita kesana mumpung siang nih hari " kata Tari.


" Ok ngak masalah yuk Din abang Amar antar " kata Amar ramah.


" Aih ....lebay" cibir tari melihat gaya Amar mengeluarkan jurus rayuannya.


" Ya sudah Tar makasih ya biar aq yang bayarin semua " kata Dini yang lalu beranjak ke kasir.


" Alhamdulilah rezeki anak sholeh " kata Levi senang ditraktir pas lagi boke.


" Iya alhamdulilah Lev pas banget ya, pas nih dompet menipis.


Selesai membayar Dini pun pulang diantar Amar. Sedang Levi dan Tari menikmati makanannya sambil menunggu Amar untuk ke cafe triniti milik Aira yang dipegang Roni.


.............................


" Din sudah punya pacar belum ?" tanya Amar ketika mereka dijalan.


" Belum bang kenapa ?" kata Dini malu malu.


" Yah kalo kosong boleh dong bang Amar mengisi hati Dini" gombal Amar


" Emang abang mau " kata Dini tersenyum sambil merangkul pinggang Amar.


" Yah kalo Aini ngak keberatan sih " kata Amar


" Ih bisa aja abang " kata Dini yang semakin merapat ke tubuh Amar.


" Din mau kan " kata Amar lagi menanyakan Dini.


" Mau bang asal dini ngak dimainin abang " kata Dini serius.


" Yah satu aja belum punya mana bisa abang main main " kata Amar


" Emang abang belum pernah pacaran" kata Dini bertanya.


" Belum sih yang smp dulu cinta abal abal. Karna abang ngak punya modal " kata Amar


" Kita sama sama dari nol aja bang " kata Dini.


" Yah kaya isi bensin dong " kata Amar tertawa


" Iya dong kalo ngak ngisi bensin mana bisa jalan motornya" kata Dini.


" Ok deal ya " kata Amar


" Ya bang tapi jangan bilang Tari dulu ya bang " kata Dini.


" Ok ....kenapa enang " kata Amar

__ADS_1


" Ngak enak aja nanti kalo sudah jalan lama baru kita kasih tahu bang " kata Dini


" Ok ..... i love Dini " kata Amar lalu menambah gas motornya .Yang membuat Dini memeluk Amar erat. Dan tertawa bersama Amar. Yang bahagia karna hari ini cintanya. Tak bertepuk sebelah tangan.


__ADS_2