
Aira sampai dirumah sekitar jam 8 malam . Lalu langsung masuk kamar untuk membersihkan diri. Dan menyusui Rayyan. Untung tadi pagi Aira sudah menyetok asi nya Hingga Rayyan tak rewel.
" Dari mana saja " kata Gala yang masuk kamar. Karna sejak sore sudah pulang
" Tadi aq .......
" Harusnya kau bilang kalau Devan dalam bahaya. Jangan diam dan menyembunyikan nya dari ku" kata Gala memotong perkataan Aira.
Jleb
Aira terdiam tak bersuara. Bagaimana Gala bisa tahu kalo dia mengikuti Devan Bahkan ia belum cerita sama sekali.
" By aq minta maaf tadi aq ngak sengaja tahunya mendadak" kata Aira merasa bersalah.
" Kau tahu aq suami mu , Sebelum bertindak harus kau hubungi suamimu dulu. Apa kau tak memikirkan Rayyan kalo terjadi apa apa " Omel Gala yang duduk disisi ranjang.
" By maaf tapi bukan aq melangkahi mu Tapi karna Devan bagian dari keluargaku. Jadi aq
harus mengawasinya langsung " Kata Aira memberi alasan.
Gala terdiam memang slama ini Aira sangat mandiri. Bahkan melampaui dirinya . Membuatnya merasa tak berguna. sama sekali.
Gala memejamkan matanya. Mencoba menenangkan perasaannya. Karna Aira juga tak salah. Entah kenapa hatinya terasa tak nyaman Karna istrinya bersama orang lain. Diluar sana sedang kan dirinya duduk santai dikantor. Hanya mendengar kabar.
Drt.....drt....drt.....
Ponsel Aira pun bergetar disamping bantal Rayyan . Sedang Rayyan baru tertidur nyenyak. Setelah disusui Aira. Lalu Aira meraihnya dan mengangkatnya .
" Iya Lin gimana?" tanya Aira yang tahu Lina menelpon.
Terdengar Lina berbicara pelan disebrang sana .Menceritakan apa yang terjadi.
" Ya nanti aq akan kesana" jawab Aira lalu menutup pembicaraan nya dengan Lina.
" By kita kerumah papah.papah sakit " kata Aira yang turun dari ranjang .
" Biar aq yang kesana kau istirahat saja. Kasihan Rayyan sudah ditinggal seharian " Kata Gala yang duduk lalu mengambil jaket kulitnya.
" Tapi by papah ingin bertemu denganku" kata Aira lirih Seraya menatap Gala seakan memohon
" Biar Rayyan ku gendong saja" kata Aira lagi. Sambil menyiapkan beberapa baju Rayyan.
Di tas bayi milik Rayyan.
" Baiklah " kata Gala mengalah lalu membantu Aira menyiapkan keperluan Rayyan
Setelah semua siap Aira pun hati hati mengedong Rayyan agar tidak terbangun.
...............................
Aira meletakkan Rayyan dengan hati hati ke atas ranjang. Lalu menyelimutinya
__ADS_1
" By aq temui papah dulu ya " kata Aira Setelah menyelimuti buah hatinya.
" Ayo "Kata Gala yang ikut keluar kamar. Dan menutup pintu pelan. Menuju kamar papah Mark yang sudah ada Devan dan Lina disana
Terlihat papah Mark terlihat pucat. Terbaring di atas tempat tidur
" Kenapa bisa begini lin" kata Aira yang mendekati papah Mark.
" Maaf ra, pas kemaren kamu telpon aq
aq sempat nangis karna Devan. Dan papah sempat anfal karena kaget " kata Lina.
" Astaga ya sudah biar papah istirahat dulu. Kami akan menginap disini dulu beberapa hari " kata Aira.
" Ya ra, ya sudah kamu istirahat dulu sana
kasihan Rayyan ditinggal " kata Lina
" Ya sudah " kata Aira lalu keluar kamar bersama Gala dan kembali kekamarnya.
Aira tidur berbaring di sebelah Rayyan . Gala memeluk tubuh Aira. Ketika sudah naik keatas ranjang Sambil kepalanya berada dicaruk leher Aira.
"Berjanji lah pada ku bila terjadi sesuatu slalu menghubungiku " kata Gala berbicara pelan ditelinga Aira.
" Iya by " jawab Aira pelan menggenggam tangan Gala yang memeluknya.
" Tidurlah " Kata Gala yang mendekap Aira Agar merasa hangat dalam pelukan nya
""Pa pa pa ...." oceh Rayyan membuat Aira terbangun.
" Masyaallah nak , sudah bangun " kata Aira yang masih dipelukan Gala. Sedang Rayan sudah duduk sambil bertepuk tangan. melihat kedua orangtuanya.
" Bunda sholat dulu ya, Rayyan bangunin Papah yang lagi tidur tuh " kata Aira tersenyum lalu mencium pipi Rayyan.
Lalu Aira pun turun dari ranjang .Untuk berwudhu dan sholat subuh.Sedang Rayyan membangunkan sang papah. Dengan menepuk nepuk dada Gala.
" Hoam ya Allah anak papah sudah bangun " Kata Gala yang menaruh Rayyan diatas perutnya. Membiarkan Rayyan bermain di dadanya.
Gala pun melihat Aira yang sedang sholat.
Lalu duduk sambil memangku Rayyan.menunggu Aira selesai sholat untuk bergantian.
............................
" Apa masih sakit " kata Lina melihat Devan memegang bekas memarnya.
" Sedikit " kata devan
" Apa yang menabrak sudah ditangkap " kata Lina bertanya.
" Aq kurang tahu karna Aira yang
__ADS_1
mengurusnya " kata Devan seraya naik keatas ranjang untuk tidur
" Harus nya kakak juga punya orang yang dipercaya untuk menemani " kata Lina
" Iya besok aq akan mencari beberapa bodyguard untuk mengawal " kata Devan.tak ingin membuat Lina khawatir. Apalagi istrinya itu sangat sensitif ketika hamil muda.
" Sudah sekarang tidurlah. Malam sudah larut biar bi War yang jagain papah " kata Devan.
" Iya kak " kata Lina lalu berbaring disebelah Devan.
Devan memeluk Lina sambil menepuk dan mengusap pelan bahu Lina. Agar tertidur pulas. Ketika merasa nyaman Lina pun terlelap tidur dipelukan suaminya.
...............................
" Bi War di mana Aira " kata papah Mark lirih.
" Nona lagi memandikan baby Rayyan tuan apa perlu saya panggil" kata bi war.
" Ngak usah aq mau makan bilang bi Munah siapkan bubur asparagus " kata papah dengan suara serak.
" Iya tuan " Kata bi War lalu keluar kamar. Untuk menyiapkan sarapan.
Sedang Aira yang sudah memasang baju Rayyan langsung tersenyum. Karna Rayyan sudah rapi dan terlihat tampan.
" Ya ampun anak papah sudah ganteng ya " Kata Gala yang baru selesai mandi. Dengan handuk sepinggang.
" Baju nya disini by " kata Aira yang menunjuk baju Gala yang sudah diatas ranjang.
" Trimakasih " kata Gala yang mencium kening Aira. Dan pipi Rayyan sambil memasang pakaiannya yang disiapkan Aira.
"Aaaaaaa......." celoteh Rayyan bersuara.
" Iya sabar ya bentar papah pasang baju dulu. nanti baru main " kata Aira. Yang melihat Rayyan mengulurkan tangan minta digendong sang papah
Setelah selesai Gala pun mengajak Rayyan untuk ke taman belakang .Menikmati udara pagi sebelum ia berangkat kuliah.
Sedangkan Aira izin karena sang ibu sudah pulang kampung. Sedang bi sumi masih di rumah kontrakannya. Rencananya Aira ingin mengajak bi Sumi kerumah sang papah. Agar bisa menjaga Rayyan bila ditinggal.
Aira pun langsung kekamar papah Ketika Gala sudah membawa sang putra ke taman belakang.
" Pah ayo sarapan " kata Aira sambil duduk disamping papah menyuap bubur kesukaan sang papah .
" Yang banyak ya pah " kata Aira yang lalu menyuap bubur ke mulut papah Mark pelan pelan. agar bisa menelan .
" Dimana Rayyan nak " tanya papah
" Lagi sama papahnya pah di taman belakang. Sambil melihat kupu kupu. Dan menghirup udara pagi " kata Aira.
" Bagus lah pasti Gala sangat senang bisa bermain dengan Rayyan " kata papah
" Ya pah itu pasti " kata Aira tersenyum.
__ADS_1
Lalu melanjutkan menyuapi sang papah dengan perlahan.hingga bubur habis.