
Gala meletakan kunci mobilnya dilaci.ketika sudah duduk dikursinya. dia pun memanggil Doni sang asisten.
"Doni...." panggil gala. Yang memanggil Doni yang berada di ruangannya.lewat ponselnya.
" Ya bos ada yang kurang " kata Doni.Lalu Doni pun masuk keruangan bosnya.
" Ngak cuma mau tanya gimana kelanjutan proyek kita dengan pa Damar ?" tanya Gala. Sambil mengecek pekerjaannya.
" Masih dipending bos, karna dari pihak Alexa group minta data dan desain secara mendetail dan transparan." Kata Doni menjelaskan.
Gala berpikir sejenak. Dia lupa kalau Aira. Juga ambil andil dalam proyek itu.
" Baiklah sekarang kembali keruangan mu" Kata Gala.
" Baik bos " kata Doni. Yang heran kenapa bos nya itu santai saja .Padahal proyek itu lumayan besar. Namun tak akan jalan selama Alexa group me acc semua kerjasamanya.
Doni pun hendak melangkah keluar. Namun ia masih penasaran dengan sikap Gala. Yang santai dan tersenyum sendiri.
" Bos bukannya keuntungan sangat besar bila kita bekerjasama . Bos kan bisa merayu nona Alexa buat me acc proyek itu dengan mudah.
" Kata Doni seraya menatap Gala.
" Sok tahu dan sok pintar kamu Don, kamu pikir kita bisa seenaknya saja kerjasama . Lalu dapat untung tampa berpikir ulang. Dan mempertimbangkan segala konsekuen resiko dan dana yang jelas" Kata Gala menjelaskan
" Tapi bos " kata Doni berpikir
" Sudah sana balik kerja" usir Gala.
" Baik bos " kata Doni yang tak berani membantah pewaris perusahaan Apalagi ia baru kerja. beberapa bulan.
Doni baru saja ingin keluar dari ruangan Gala. Ketika wanita seksi yang ia lihat kemaren datang lagi.
" Bos mu adakan " kata Dea bertanya pada Doni yang menatapnya.
Doni berhenti dan menghalangi Dea wanita ulat keket yang gatal mencari mangsa.
" Awas minggir gue mau lewat " kata Dea dengan percaya diri.
" Maaf mba bos sibuk tak mau bertemu siapa pun " kata Doni .Mengingat Gala berpesan tak mau menemui Dea. Gadis seksi yang menurutnya cantik tapi genit. Tapi seperti ulat keket yang meliuk meliukkan badannya kalau berjalan
" Minggir atau ku laporkan bos mu tahu ngak gue ini calon istrinya." Kata Dea meremehkan Doni .Yang merupakan asisten Gala
" Wow....wow .pede banget anda dengar ya nona genit dan cantik, Bos menyuruh saya untuk mengusir anda. Bila anda datang kesini. Dan juga mengatakan jangan menerima tamu sembarangan " kata Doni menatap Dea yang berpakaian kurang bahan itu.
__ADS_1
" Kau......" kata Dea marah.
" kenapa....kaget.....maaf bos saya kelihatannya tidak tertarik dengan anda nona
" Kata Doni yakin sambil melihat Dea dari atas sampai bawah.
Dea cantik memang dan juga seksi tapi kelakuannya seperti gadis liar. Membuat otak Doni memikirkan hal hal yang jelek di otak nya.
" Apa lihat lihat minggir" teriak Dea jengkel
Namun Doni cuek dan mencari alasan. Yang masuk akal untuk membuat gadis itu pergi meninggal kantor.
" Bisa minggir ngak" teriak Dea semakin jengkel pada Doni.
Membuat keduanya jadi perhatian para karyawan disekitar.Lalu Doni tersenyum sinis. dan mengeleng geleng kan kepalanya.
" Satpam bawa gadis ini keluar dari sini" panggil Doni menyuruh dua satpam yang sedang bertugas. Tak jauh dari tempat Doni berdiri untuk mengusir Dea pergi
" Heh.....berani sekali kalian ini gue ini calon nyonya kalian " Kata Dea emosi .Karna tak bisa bertemu dengan Gala.
" Antar keluar pa kalau ngak mau seret saja " Kata Doni menyuruh satpam untuk menyeret Dea. tampa perduli Dea mengamuk.
" Heh awas kamu ya lihat pembalasanku suatu hari nanti " kata Dea marah. Sambil menghentak hentakan kakinya. Lalu pergi dengan perasaan malu. Karna dilihat para semua karyawan Gala
.................................
Aira sedang menyisir rambutnya didepan cermin. Sehabis mandi ketika sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang
" By sudah pulang " kata Aira kaget.
" Baru saja " kata Gala sambil menaruh kepalanya dicaruk leher Aira.
" Sana mandi dulu by bau asem nih" kata Aira mencubit hidung Gala pelan
" Baiklah cantik aq mandi dulu " kata Gala yang lalu mencium pipi Aira sebelum melepas pelukannya.Dan melangkah masuk ke kamar mandi.
Aira hanya tersenyum melihat punggung suaminya itu.Sambil kembali menyisir rambutnya yang tadi sempat tertunda.
..................................
Seperti biasanya Gala dan Aira turun untuk makan malam. Bersama papi dan mami setelah sholat.
" Wah tumben mami masak tengkleng
__ADS_1
kaki kambing " Kata Gala yang tahu makanan itu adalah makanan kesukaan sang papi. Yang sudah jarang dilahap papi lagi. Karna alasan darah tinggi.
" Iya papi baru pesan tadi kepengen, katanya lama ngak makan sekalian buat kamu" Kata mami tersenyum.
" Oh iya mi kebetulan banget " sahut Gala tersenyum penuh arti .Mengingat janji Aira tadi siang yang perlu dibuktikan.
" Ayo makan ... ayo nak " kata mami. Melihat ke Aira menantunya yang diam sedari tadi.
"Eh iya mi..." kata Aira gelagapan. Sempat melamun lalu mengambil nasi untuk Gala. Dan juga tengkleng kambing . Yang diinginkan sang suami.
Makan malam pun berjalan tenang .Sambil mengobrol kedua pasang beda usia itu juga bercanda ringan .Membahas pekerjaan rumah dan kantor.
...............................
"Brakk......."
Motor Tari menabrak sebuah mobil yang ada didepannya. Karna ia buru buru ingin pulang ketika selesai bekerja
" Aduh...apes deh " kata Tari. Yang melihat seorang pria keluar dari mobil. Yang barusan ditabraknya
" Wah mba, ngak lihat mobil segini besar nya kok main tabrak aja " Kata pria itu sinis.
" Maaf mas saya ngak sengaja. Karna buru buru tadi." kata tari gugup. Melihat cowok didepannya yang terlihat keren.
" Turun dari motor mu dan ganti kerugian nya. " Kata pria itu sambil melipat tangan di dadanya.Yang tersenyum sinis pada Tari.
" Ya ampun mas, gini aja saya pulang dulu ini tolong bawa ke bengkel aja. Nanti saya cicil bayarnya " kata tari takut. Apalagi ia ngak punya uang.Namun ia tak bisa lari karna harus bertangungjawab.
" Ngak bisa, mau lari dari tanggung jawab" Kata pria itu cuek.
" Maaf mas tapi tolong mas, Saya buru buru pulang sehabis bekerja. Kalo sudah gajian pasti saya ganti " kata Tari memelas karna putus asa.
" Ini no hp saya " kata Tari memberikan sobekan kertas no ponselnya. Kepada pria angkuh didepannya.
Pria itu pun terdiam lalu menatap gadis itu penuh selidik. Seraya memperhatikan Tari dari atas sampai bawah
" Baik lah aq terima tapi jangan lari dari tanggung jawab' " kata pria itu mengancam
"Ya mas saya permisi " kata Tari yang sedih karna apes. Kenapa tadi ia buru buru padahal motornya juga ringsek Karna menabrak mobil. Apalagi motornya dapat pinjaman dari butik tempatnya bekerja.
Akhirnya Tari pulang dengan perasaan sedih.
Padahal baru kerja setengah bulan dan gajian saja belum. Sudah ada musibah dan pastinya gajinya belum bisa menutupi kerusakan mobil itu.Ditambah dia harus mengganti motor yang ringsek juga. Membuat Tari pusing berpikir . Bagaimana ia bisa menyelesaikan masalah nya.
__ADS_1