
Pemakaman mamah Lia baru saja selesai.Aira. Berdiri memapah Lina bersama ibu dan kak Dera .Untuk masuk mobil. Isak dan tangis masih terdengar pilu dari bibir lina.Sedang Aira hanya terdiam.
Tak banyak yang bisa Aira lakukan atas kejadian yang tak terduga yang menimpa Lina
Sebenarnya Aira pun sangat sedih dan terpukul .Atas kehilangan mamah Lia .Ibu angkatnya itu. Sudah seperti ibu kandungnya sendiri.
Namun Aira masih terhibur. Karna ada ibu dan bapaknya.Juga kak Dera yang hadir tepat waktu.Ketika kepergian mamah lia.
Lina masih tertidur di atas ranjangnya. Dengan mata sembab..Pemandangan yang tak biasa, bagi Aira untuk melihat kesedihan Lina .Padahal rencana keduanya akan berlibur bersama. Ketika libur semester yang sudah didepan mata. Namun rencana hanya tinggal rencana .Allah jua sang pemilik rencana mutlak .Siapa yang menyangka semuanya terjadi begitu cepat.
" Lin makan dulu ya, kamu harus kuat masih ada papah yang harus kita jaga" kata aira lirih.
Sambil mengelus punggung Lina. Yang masih. terbaring telungkup
" Ra kenapa semuanya jadi begini, apa aq ngak boleh bahagia .apa salahku ra Apa dosaku hingga Allah tak sayang denganku" Isak pilu lina .yang membuat Aira memeluknya.
" Lin jangan bicara begitu.Ini adalah takdir Allah.Allah tak memberi ujian melebihi batas kemampuan umatnya .Pasti ada hikmah dibalik semua ini" kata Aira menguatkan Lina.
" Papah Mark masih butuh kita. Papah belum tahu mamah sudah pergi Lin, kamu harus kuat jangan begini" kata Aira. Yang akhirnya ikut terisak dan menangis
" Hiks......hiks.....hiks.
"Ra......."kata Lina .
Lina pun menatap sahabat sekaligus saudaranya.Yang juga sedih.Lalu keduanya
saling berpelukan dan menangis bersama.
" Kita pasti bisa melewatinya bersama Lin. Banyak kenangan mamah ada dalam setiap waktu dirumah ini" isak Aira.Sambil memeluk Lina.Karna Aira pun sangat sedih kehilangan mamah Lia.
"Iya ra kamu benar aq harus kuat.Papah masih belum tahu semua ini " kata Lina bicara dengan bibir yang bergetar
" Kamu harus makan ya, aq suapin .besok pagi kita kerumah sakit gantiin om Devan" Kata Aira.
Lina menganggukkan kepalanya.Lalu Aira pun mengambil piring yang sudah berisi makanan.Yang ia sengaja Aira siapkan untuk Lina.Agar mau makan.
Dengan pelan dan sabar Aira menyuapi Lina. Dengan rasa sayang seperti saudaranya sendiri.Karna Sudah satu hari Lina belum mau makan dan hanya menangis.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit nasi pun habis.Aira sangat senang lina mau makan.. Lalu Aira meletakkan piring kosong diatas nakas.Sambil memberikan segelas air putih.
Lalu Aira kembali duduk dihadapan Lina. Yang masih sedih dan tatapan mata yang kosong karna masih berduka.
" Lina ..lihat aq " kata Aira menangkup wajah Lina dan mencium pucuk rambut Lina dengan rasa sayang seperti kakaknya sendiri.
" Kita pasti bisa melewati ini semua. Mamah sudah pergi dengan tenang ke surga..Tak ada rasa sakit dan luka yang mamah rasa. Kita harus kuat biar mamah bisa tersenyum melihat kita dari atas sana.mungkin itu Yang terbaik bagi mamah " kata Aira mengibur Lina.
Karna tak ada lagi kata kata lain. Yang bisa Aira katakan
" Iya ra aq tahu " jawab Lina menatap Aira nanar.Lalu memeluk Aira erat dan menangis.Namun setelah beberapa saat Lina pun tenang.
" Sekarang istirahat ya, aq harus mengurus tamu yang datang untuk pengajian" kata Aira.
" Ya ra "kata Lina lirih Yang tak bisa berbuat apapun.
" Tidurlah " kata Aira lalu membawa Lina berbaring dan menyelimuti Lina. Agar Lina bisa lebih tenang.
Sejenak Aira menatap Lina yang memejamkan mata.ya. Mata Lina terlihat bengkak karna banyak menangis..Namun Aira bisa memaklumi rasa duka Lina. Yang
teramat sangat kehilangan.
...............................
Aira baru saja melepas pulang tamu tamu yang datang. Untuk mendoakan mamah Lia. Semuanya Aira urus sendiri dengan. Dibantu para pelayan setia..Tak banyak kata yang Aira keluarkan hanya ucapan trimakasih. Atas dukungan para pelayat.
" Nak ibu dan bapak akan pulang setelah beberapa hari " kata ibu. Memeluk Aira putrinya yang sudah lama tak ditemuinya.
" Iya bu. trimakasih sudah mau datang kesini "Kata aira sedih lalu memeluk sang ibu.
" Kami yang banyak bertrimakasih nak, sudah membuatmu repot slama ini" kata ibu lirih
" Kamu harus kuat dan bisa jagain Lina kasihan dia. Pasti sangat sedih dan terpukul. Apalagi tuan Mark juga masih dirumah sakit." Kata ibu menyemangati Aira.
" Iya bu" kata Aira lirih dan memeluk sang
ibu yang sudah terlihat menua. Setelah
__ADS_1
lama tak bertemu.
Aira juga memeluk sang kakak dan bapaknya. Yang ikut sedih atas orang yang banyak membantu Aira. Hingga Aira bisa sukses sampai saat ini.
" Bapak slalu berdoa untukmu yang terbaik nak" Kata bapak. Memeluk Aira dengan erat. Karna rasa rindu dan juga bersalah. Karna dulu tak bisa menyekolahkan sang putri kecilnya karna keterbatasannya.
" Makasih pak, bu dan kak Dera Yang mau
datang kesini" kata Aira Yang sedih namun berusaha tegar.
Aira dipeluk kak Dera yang sedang hamil. Dengan isak tangis.Keduanya melepas rindu karna lama tak bertemu.Kakak satu satunya itu sudah menikah. Dengan rudi tetangganya didesa. Dan sudah hidup bahagia.
" Kakak sayang sama Aira . Teruskan sekolah dan mengejar mimpimu. Kamu adik yang hebat dan kuat Kalian pasti bisa melewatinya" Kata kak Dera sambil memeluk Aira adik tercintanya. Yang sangat ia rindukan bertahun tahun.Karna lama tak bertemu.
Aira pun memeluk sang kakak dengan rasa rindu .Lama kedua nya berpelukan. Melepas semua rasa rindu yang tersimpan. Dan kini Aira bisa bertemu lagi dengan keluargga kecilnya.
Aira tidur bersama ibu dan kak Dera dikamar nya. Cuma sang ayah yang tidur di kamar yang berbeda.Sedangkan Aira meminta bersama kak dera dan sang ibu..Karna ingin melepas rasa rindu..Karna ingin merasakan berkumpul seperti dulu. Dengan kedua orang yang sangat ia sayangi.Juga sang kakak.
...............................
Pagi ini Aira dan Lina kerumah sakit. Untuk menemui papah Mark .Yang dijaga om Devan..Om Devan hanya sebentar berada di pemakaman mamah Lia. Karna ia harus mengurus perusahaan juga papah Mark.
" Om ....Om Devan bisa pulang biar kami
yang menjaga papah " kata Aira ketika berada
di ruangan papah Mark.
" Tapi nona " kata Om Devan bingung.
" Pulang lah om ,Om harus beristirahat pasti lelah menunggu papah disini. berhari hari" Kata Lina seraya menatap om Devan. Yang juga terlihat kacau. Karna mengurus bos dan juga perusahaan sekaligus.
" Baik lah nona ,karna nona memaksa saya akan pulang. Lalu kekantor untuk mengurus semuanya " kata om Devan.
" Iya om trimakasih sudah banyak membantu. Dan juga menjaga papah " kata Aira tulus dari dalam hati.Karna kasihan dengan Om Devan. Yang juga terlihat lelah.
" Sama sama non Aira,non Lina saya pamit" Kata om Devan undur diri.pamit untuk pulang.
__ADS_1
Lalu om Devan pun keluar meninggalkan ruang bosnya.Melihat kedua gadis itu membuatnya tak tega pergi .Namun walau pun berat Devan masih harus mengurus yang lainnya. Dan juga beristirahat untuk mengurus perusahaan selama bos koma.