Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 25 Papah Mark Sadar


__ADS_3

Lina memandang papah Mark dengan wajah sendu .Pria paruh baya itu masih


belum sadarkan diri . Sampai sekarang


masih tetap betah dengan mimpi indahnya.


Air mata Lina menetes di pipinya .Ketika Aira datang membawa 2 box kotak nasi. Untuk makan siang Lina.


" Lin.....makan dulu ya" kata Aira lalu mengusap pundak Lina dan menghapus air mata Lina. Dengan mengusapnya .


Lina menatap Aira dengan nanar. Dia terharu dengan segala perhatian Aira. Yang terlihat tegar slalu dalam mendampingi dirinya. Yang sedang berduka. Tak sedikitpun sahabatnya itu jauh darinya. Bahkan setiap saat slalu berada disisi nya.Dan perduli dengan semua apa yang Lina tak bisa lakukan. Karna Lina sendiri bingung apa yang harus ia lakukan sekarang ini.


" Makasih ra, kamu benar benar sahabat terbaikku " kata Lina sambil memegang tangan Aira yang menghapus air matanya.


" Makan dulu habis itu sholat ya ,bergantian


aq dah makan tadi" kata Aira berkata lembut


" Ya ra ." kata Lina yang mengambil kotak nasi. Dan duduk disebelah Aira .Lalu makan dengan perlahan . Sedangkan Aira duduk didekat brankar papah Mark


Tak ada obrolan dari mulut kedua gadis itu. Hanya suara hening. Hanya sesekali Aira menghela nafas .Sambil sesekali mengusap lembut wajah papah Mark.


" Pah bangun ....papar dengar Aira kan. Papah sayang Lina dan Aira kan" kata Aira. Sambil mengusap lembut tangan papah Mark. Agar papah Mark merasakan belaian lembut itu Aira.


Dan beberapa saat tiba tiba.......


Tit.....tit......tit......


" Ra papah...." kata Lina yang terkejut.


Aira pun dengan sigap memencet bel pemanggil dokter.Karna Papah Mark kembali anfal


Tap.....tap....tap......


Dokter pun datang bersama dua perawat yang mengikuti nya dibelakang.Dan bergerak cepat untuk memompa jantung papah Mark.


" Dok gimana papah" kata Lina khawatir


yang berdiri merangkul Aira selesai makan.


" Alhamdulilah....masa kritis nya sudah lewat mungkin nanti sore sudah bisa sadarkan diri


" kata dokter yang bertugas. Lega karna sang pasien berhasil sadar dari komanya.

__ADS_1


" Alhamdulilah " ucap Aira dan Lina bersamaan.


" Apa papah baik baik saja dok" tanya Lina


" Kita lihat nanti ya mba. Setelah sadar apa yang dirasakan dan keluhan pasien" kata dokter. Yang bernama dokter Deni di tag namanya.


" Ya dok" kata Lina yang mulai tenang


setelah sempat khawatir.


" Ya sudah kami pamit dulu. Karna ada pasien lain yan harus dikontrol " kata dokter Deni sambil tersenyum pada Aira dan Lina.


" Ya dok trimakasih" kata Aira ketika dokter dan dua perawat itu hendak berlalu.Meninggal ruang papah Mark.


..........................................


Aira baru saja masuk ke ruang rawat


papah Mark. ketika suara lirih terdengar.


" Haus.....haus"


Aira dengan sigap mengambil air meneral dan


" Papah sudah sadar" kata Aira pelan


" Dimana Lina " kata papah Mark bertanya pelan.


" Lina baru pulang untuk ganti baju pah,,tadi sudah seharian menunggu papah" jelas Aira pelan pada papah Mark


" Mamah bagaimana mamah "


Deg........


Bibir aira terasa kelu ketika papah Mark menanyakan tentang mamah Lia ,Bagaimana dia bisa mengatakan hal yang sebenarnya. Dalam situasi yang membuatnya bingung. Apa ia harus berkata jujur atau berbohong . Aira sungguh dilema saat ini.Namun tiba tiba.....


" Tuan Mark anda sudah sadar " kata om Devan yang datang tiba tiba. Membuat Aira terkejut.


" Om.." kata Aira seraya menatap om Devan.


" Biar om yang bicara." kata Devan lalu duduk dikursi dekat papah Mark ketika mengantikan Aira duduk.Sedang Aira rada menjauh sedikit.


" Nyonya baik baik saja beliau dirawat diruang sebelah. Tuan harus segera pulih biar bisa pulih..Melihat nyonya dan nona Lina juga nona Aira mengkhawatir kan tuan" kata om Devan tenang.Yang membuat Aira lega.

__ADS_1


"Terimakasih Dev titip perusahaan sementara dan kedua putriku" kata papah Mark terbata bata. menahan rasa sakit.


" Itu pasti saya akan menjaga kedua putri tuan Dan akan mengurus perusahaan" kata om Devan. Dengan suara rendah dan pelan.


Aira hanya terpaku berdiri mendengar semuanya. Airmata nya menetes namun dengan cepat Aira menghapusnya Agar papah Mark tak curiga.


Papah Mark melihat Aira dengan nanar. Dia tahu Aira dan Lina sedang sedih. Namun tak tahu bahwa sang istri sudah pergi terlebih


dulu meninggalkannya.


Papah Mark lalu menyuruh om Devan mendekat padanya. Lalu berbisik pelan.Aira hanya diam tak bersuara melihatnya.


Sepertinya ada hal penting. Yang diberitahu papah Mark untuk om Devan secara pribadi.


Aira lalu menjauh duduk dikursi sofa. Melihat interaksi papah Mark dan om Devan Entah apa yang dibisikkan papah Mark pada om Devan.Aira hanya bisa mendengar bisik bisik pelan dari tempat duduknya.


Om Devan adalah asisten papah Mark.om Dev anak yatim piatu yang disekolahkan papah Mark.Yang ditemukan di pinggir jalan . Saat papah Mark pergi ke luar negri yang beliau sekolahkan..Lalu Om Dev dibawa pulang ke indonesia .Mengikuti papah Mark 6 tahun yang lalu .Untuk bekerja. menjadi kepercayaan papah Mark sampai sekarang . Selebihnya Aira tidak tahu lagi.Karna hanya itu yang Aira dengar dari Lina sahabatnya.


" Aira ,Lina dimana ? " tanya om dev yang membuyarkan lamunan Aira. Ketika


selesai bicara dengan papah Mark


" Eh...pulang om ganti baju" jawab Aira tergagap .karna terkejut. Seraya melihat om Dev merapikan selimut papah Mark


" Ya sudah kamu bisa pulang biar om jagain papah mu " kata om Dev.Menyuruh Aira pulang. agar bergantian.


" Ya om " kata Aira Yang juga lelah setelah beberapa hari ini.Mengurus semuanya seorang diri.


Lalu Aira berdiri dan mendekati papah Mark dan mengusap tangan papah Mark pelan.


" Pah Aira pulang dulu ya ,papah cepat sehat" Kata Aira tulus sambil mengusap mata papah Mark yang basah.


" Iya nak hati hati jaga Lina dirumah ya" kata Papah dengan suara serak.


" Ya pah nanti malam kami kesini lagi" kata Aira pelan sambil tersenyum.


" Iya sayang " kata Papah Mark memegang pipi Aira .Karna sudah mengangap Aira seperti putri kandungnya sendiri.


Aira lalu beranjak menjauhi papah Mark Setelah mencium tangan papah Mark dengan takzim. Dan papak Mark juga mengelus rambut Aira dengan pelan. Melepas Aira pulang dengan senyuman.


Lalu Aira pun keluar untuk pulang. Dengan diiringan tatapan sendu om Dev. Dan


papah Mark yang melihat Aira keluar. Pergi

__ADS_1


dan menghilang dibalik pintu.


__ADS_2