
Selepas magrib Aira bersiap. Untuk pergi kerumah sakit. Untuk menjaga papah Mark Karna Lina dalam perjalanan pulang.
Ke rumah bersama Devan suaminya.
"Entah kenapa hari ini .Perasaan Aira tak enak tapi di tepis kan Aira. Karna ia tak ingin berburuk sangka.
" Huh ada apa ya, kenapa perasaanku ada
yang menganjal" bathin Aira bingung
" Ah sudah lah mudahan tak ada apa apa" Guman Aira lagi lalu duduk sebentar. Menunggu isya sehabis makan malam.
...........................
Sedangkan dirumah sakit papah Mark .Lagi kedatangan tamu.
" Tok ...tok....tok....
Bi Munah yang belum pulang menunggu
Aira membuka pintu kamar. Dan tersenyum melihat teman dari majikanya itu.
" Assalamualaikum salam "kata mami Intan
"Walaikum salam nyonya Intan " kata bi Munah. Yang lama tak bertemu
teman baik sang nyonya
" Bi Munah lama tak bertemu ya" kata mami Intan lalu menjabat tangan bi Munah
dengan haru. Dan bi Munah pun membalasnya.
" Iya nyonya monggo silakan masuk " kata bi Munah yang mempersilakan mami Intan dan suami nya masuk. Berserta seorang pria tampan. Yang tak lain adalah Gala putra Sakti.
Ketiganya pun masuk kedalam .Dan menyapa papah Mark. Yang sedang duduk bersandar diatas brankar nya.
" Mark " sapa mami Intan sahabat sang istri. Juga temannya kuliahnya dulu.
" Intan trimakasih sudah datang. Lama tak bertemu." Kata papah Mark basa basi.
" Maaf bila aq tak tahu kalau Lia sudah tiada." Kata mami Intan menggenggam tangan papi Mark . Seraya terisak karna tak tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya.
" Tak apa tan, mungkin ini sudah takdir" Jawab papah Mark tersenyum.
" Oh ya ini putraku Gala , kemana Lina"tanya mami Intan. Yang mengenal Lina putri sahabatnya.
Lalu mami Intan menanyakan tentang keadaan papah Mark. Sedangkan Sakti hanya tersenyum melihat interaksi sahabatnya itu dengan istrinya.
" Cepat sembuh ya om" Kata Gala ramah. Mengulurkan tangannya menjabat
tangan papah Mark
" Senang melihatmu nak, Kau sangat tampan
seperti papi mu" Kata papah Mark memuji Gala.
" Trimakasih om" kata Gala tersenyum.
__ADS_1
" Lina baru saja pulang bersama suami nya. Dan Lina sudah menikah dengan Devan. Anak muda yang menjadi asistenku " kata papah Mark menjelaskan.
"Hah ya ampun Mark bagaimana bisa.
Sedang kau dulu ingin Gala jadi menantu mu. Bagaimana bisa kau berikan pada asisten mu." kata Intan kaget dan kecewa.
Mark tersenyum tampa beban. Karna sejak awal Mark sudah tahu Lina menyukai asisten nya itu.Jadi papah Mark menikahkannya. dengan Devan yang juga anak angkatnya.Dan dia sangat mengenal Devan dengan baik . Karna tak ingin perusahaan nya jatuh ke tangan orang lain.Maka ia Ingin Devan menjaga putrinya.
" Aq mempunyai dua putri tan, mungkin sebentar lagi dia akan datang . Nanti aku memperkenalkannya pada kalian. Dia anak pintar. cantik dan juga baik" kata papah Mark.
" Oh ya mi , Mark minta Gala menikahinya " Kata tuan Sakti pada mami Intan. Yang sambil melirik Gala.Yang kaget mendengarnya.
"Hah benaran pi ,mami mau banget tapi...
Mami melirik Gala. Gala hanya diam. Karna
Gala tahu maminya itu pasti ingin Gala mengatakan nya sendiri.
" Maaf om Gala sudah punya calon sendiri" Kata Gala sambil membuang nafas kasar.
" Oh...begitu ya, ngak masalah om bisa mengerti " kata papah Mark .Terlihat kecewa namun ia memaklumi pendapat anak sahabatnya itu.
"Maaf kan kami Mark" kata papi Sakti yang
tak enak melihat raut wajah sang sahabat.
" Tak apa apa kawan mungkin belum berjodoh tak masalah jangan dipikirkan" kata papah Mark tersenyum. menepiskan kekecewaannya.
Karna tak mau sahabatnya merasa tak enak papah Mark pun. Berusaha mengalihkan pembicaraan lain.Bercerita tentang masa muda.
Akhirnya reuni dua sahabat itu pun menjadi menyenangkan. Karna obrolan ringan masa kuliah dulu.Membuat papah Mark sedikit terhibur
" Iya Gala kami dulu kami sahabat sejati.Yang kemana mana slalu berdua" Kata papah
Mark sumringah karna senang.
" Iya la papi dulu banyak yang naksir termasuk mami mu " Kata papi Sakti percaya diri.Sambil.melirik sang istri.
" Ya ampun mulai narsis deh" kata mami
Intan tersenyum kecut
" Ha...ha...ha....." tawa papah Mark yang melihat mami Intan cemberut
" Tuh kan Mark ada yang ...
" Papi....." kata mami intan mendelik.
" Ha ...ha....ha.....papi Sakti dan papah Mark pun tertawa lepas. Karna tahu sifat mami Intan yang tak mau masa mudanya diungkit ungkit
" Udah Mark nanti ada yang ngambek" Kata papi Sakti. Sambil melirik mami Intan.
" Ok...ok aq ngak ikutan" kata papah Mark tertawa kecil .
Sedangkan Gala hanya tersenyum Mendengar semua tentang cerita indah. Orang tuanya dimasa muda.
Dan ketika sedang asyiknya ngobrol....
__ADS_1
" Assalamualaikum" kata seseorang yang masuk keruang papah Mark.
"Walaikumsalam" jawab semua orang
yang ada didalam
" Bi Munah pulang ya sama pa Ali " kata Aira yang baru datang .Untuk menyuruh bi Munah
pulang istirahat karna takut kemalaman.
" Ya non " kata bi Munah Lalu berkemas.
" Tuan saya pamit dulu ya ,juga tuan Sakti
dan nyonya Intan " Pamit bi Munah yang hendak pulang kerumah.
" Oh iya bi hati hati " kata mami Intan tersenyum.
Sedangkan papah Mark mengangguk mengiyakan perkataan bi Munah. Pembantu setianya yang bekerja 30! tahun lamanya.Yang membantu mengurus rumah.
Bi Munah pun berlalu pulang.Sedang kan Aira menyalami mami Intan dan papi Sakti yang duduk .Lalu........
Deg.........
Aira terdiam menatap pria yang sangat dikenalnya itu.Siapa lagi kalo bukan Gala.
Sedangkan papa Mark tersenyum pada putri angkatnya itu. Dan menyuruh Aira duduk didekatnya.
" Dia Gala ra ,,anak sahabat papah dan mamah Putra tunggal om Sakti dan tante Intan. Teman kami dulu " kata papah menjelaskan.
" Iya..pah " jawab Aira lalu menangkup kan tangannya didada. Karna tak ingin menyalami Gala. Karna hubungan mereka tak baik selama dikampus.
Gala yang sama terkejutnya. Terpaku menatap Aira yang duduk dekat om Mark.Melihat gadis yang ada didepannya.
Yang membuat pikirannya menjadi kacau untuk beberapa hari ini.
" Oh jadi Aira ini putri om" kata Gala menatap Aira lekat karna tak menyangka bertemu Aira.
" Iya la apa kalian saling kenal" tanya papah Mark Yang melihat ekspresi kedua anak muda itu.
" Ya om kita satu kampus" kata Gala sambil melihat ke arah papah Mark.
" Wah bagus lah kalo kalian saling kenal " kata mami senang. sambil tersenyum pada Aira. Karna melihat Aira yang cantik.
" Iya tante" kata Aira pelan sambil tersenyum. Walau hatinya merasa tak enak.
Gala pun terdiam terpaku. Setelah tahu Aira putri om Mark yang hendak dijodohkan dengannya .Membuatnya berpikir tentang perjodohan. Yang tadi sempat dibahas kedua orangtuanya.
" Wah kalo gitu sesekali main kerumah ya ra, kan bisa bareng Gala ,pas pulang kuliah" kata mami Intan ramah.
" Oh ya trimakasih tante ya kapan kapan saja " Kata Aira gugup.
" Kok kapan kapan sih., anggap mami ini mamah mu karna mamah mu itu sahabat terbaik mami. Kami sudah seperti saudara kandung" kata mami Intan. Yang mendekati Aira dan merangkul Aira.
" Iya mi" kata Aira merasa gugup
dan cangung .Ketika dirangkul mami Intan.
__ADS_1
Sedang Gala menatap lekat wajah Aira. Entah mengapa ada rasa gusar dihatinya. Mengingat bahwa iya sudah menolak Perjodohan om Mark dan kedua orang tuanya