Sisi Lain Aira Yang Tomboy

Sisi Lain Aira Yang Tomboy
Bab 110 Seorang Papah.


__ADS_3

Lift berjalan turun dengan cepat menuju lantai bawah.


" Mhem mhem " dehem Doni.


" By.....


Gala pun menoleh kearah belakangnya. Dan melihat Doni dan Devan sedang berdiri dengan tenang.


" Enak ya bos " sindir Doni. Membuat Gala merasa tak enak hati


Sedangkan Aira sangat malu tertangkap basah Wajahnya merona merah. Karna ulah Gala. Lalu ia pun berlindung dibalik punggung sang suami .Sedang kan Gala cuek saja .Karna sah sah saja melakukannya . Karna Aira adalah istrinya.


Ting......


Pintu lift terbuka lebar. Dan mereka berempat pun keluar dari lift.


" By aku duluan ya " pamit Aira. Namun belum sempat Aira pergi. Gala sudah menarik tangannya.


" Kau pulang bersamaku, biar Doni yang membawa motormu " kata Gala penuh penekanan.


" Hah........saya naik motor bos " tanya Doni terkejut.


" Iya tolong antar motor istriku kerumah Biar dia bersamaku naik mobil " kata Gala memerintah Doni.


Doni pun kaget lalu diam sesaat .Namun mau tidak mau ia harus mau. Karna Gala atasannya .Dan terpaksa Doni pun mengiyakannya.


" Baik bos " kata Doni Lalu meminta kunci motor Ara


" Trimakasih ya Don " kata Aira. Yang tak enak hati .Namun Aira terpaksa menuruti Gala.


" Iya nona " kata Doni. Yang berlalu pergi.


Sedang Devan hanya diam. Menunggu sopir nya yang belum datang menjemput.


" Kak Dev Aira duluan ya " pamit Aira pada Devan.


" Ya ra hati hati, trimakasih ya la sudah membantu " kata Devan pada Gala.


" Sama sama kak, itu juga demi istriku " kata Gala.


" Ya sudah Gala duluan ya kak " kata Gala pamit pada Devan


" Ya kalian hati hati " kata Devan yang memandang pasangan itu. Berlalu pergi meninggalkan kantornya


..................................


Doni sampai lebih dulu dengan motor Aira. Dirumah besar Atmaja. Rumah yang tak lain pemilik perusahaan di mana tempatnya bekerja .Ini kedua kalinya Doni bisa mampir ke rumah bosnya itu. Dulu ia pernah disuruh untuk mengambil berkas. Dan sekarang ia mengantarkan motor nona Alexa .Yang dipanggil Gala dengan Aira yang membuat Doni bingung dan tak mengerti.


Apalagi ketika Gala mengatakan Aira istrinya. Doni tambah dibuat nya bingung .Karna Doni tak pernah tahu kehidupan bos muda Atmaja itu. Bahkan soal pernikahan Gala.

__ADS_1


" Mang saya mau mengantar motor " kata Doni. izin dengan mang Parjo


" Oh iya silakan masuk saja mas " kata mang Parjo satpam didepan gerbang. Lalu membuka gerbang rumah.


Doni pun melaju dengan motor Aira sampai dihalaman teras rumah.


" Huh.......cepat juga sampainya " kata Doni. Yang turun dari motor Lalu menuju teras untuk duduk .Menunggu Gala dikursi depan.


" Eh ada tamu masuk den" tegur mba Uli yang mengenal Doni sebagai asisten tuan mudanya.


" Disini aja bi mau menunggu bos muda" kata Doni duduk santai sambil melihat lihat sekelilingnya.


" Oh ya kalo begitu biar saya buat kan minum ya mas,mau kopi atau teh " tawar mb Uli


" Kopi saja bi sama cemilannya ya bi trimakasih" kata Doni yang memang belum sempat makan siang.


" Iya den tunggu ya" kata mba Uli ramah


" Doni ...."


" Tuan besar " kata Doni yang bangkit dari duduknya Lalu membungkuk hormat. Ketika papi Sakti keluar melihatnya.


" Sini masuk kita bicara diruang tengah" kata papi Sakti menyuruh Doni masuk .Lalu Doni pun mengikuti tuan besar Atmaja itu. Kedalam rumah menuju ruang tengah.


Lalu papi Sakti pun menyuruh Doni duduk dengan bersamaan .Mba Uli menyuguhkan kopi dan makanan ringan.


" Bagaimana bisa diatasi semuanya " kata papi sakti bertanya.


" Bagus kerja bagus berarti sekarang semuanya aman " kata papi.Yang sedikit lega. Mendengar berita Bram adik tiri besannya itu ditangkap.


" Iya tuan jadi bisa sedikit tenang " jawab Doni


" Doni .....kapan datang " kata mami Intan yang datang bersama Rayyan. dalam gendongannya.


" Baru saja nyonya mengantar motor nona Aira" kata Doni


" Oh begitu oh ya sambil diminum kopinya " Kata mami mengingatkan Doni.


" Trimakasih nyonya " kata Doni sopan.


" Papapapa....." .oceh Rayyan sambil melihat wajah sang opa.


" Sebentar lagi papah mu pulang mungkin lagi dijalan bersama bunda mu " kata papi Sakti melihat wajah sang cucu.


Tak lama Gala muncul dari arah pintu. Menuju ruang tengah .Yang disambut Rayyan dengan ocehan dan tepuk tangan.


" Papapa...." oceh Rayyan senang melihat Gala yang menuju kearahnya.


" Kok ngak tidur siang sih anak papah " kata Gala yang mengambil Rayyan dari gendongan sang mami.

__ADS_1


" Gimana tidur siang asyik bermain " jawab mami.


Sedang Aira hanya tersenyum melihat Gala mengendong buah hatinya. Begitu juga mami dan papinya. Namun berbeda dengan Doni yang ternganga mendengar Rayyan memanggil Gala dengan kata papah .Apalagi Gala mengatakan dirinya seorang papah.


" Tuan apa bayi itu putra bos muda " kata Doni bertanya. Karna ia sangat penasaran.


" Iya Don, ini anakku ganteng kan seperti papahnya " kata Gala menjawab pertanyaan Doni yang ditujukan pada sang papi.


" Kapan menikahnya bos kok saya tidak tahu " Kata Doni yang kepo .Karna ia tak pernah tahu Gala menikah. padahal ia tiap hari bersama sang bos.


" Kami merahasiakan nya Doni. ,Gala sudah menikah hampir dua tahun ini Dan yang digendongnya itu adalah putranya " kata Mami menjelaskan pada Doni.


" Astaga nyonya saya pikir bos bercanda " Kata Doni sambil mengaruk kepalanya. Yang tak gatal. Pantas saja Gala slalu mengatakannya jomlo akut.


" Semuanya memang kami rahasiakan Don demi keamanan menantu dan cucu kami " Kata papi Sakti menambahi.


" Oh iya maaf tuan saya hanya terkejut saja. Baru tahu kalo tuan muda sudah menikah. Karna om Dimas tidak pernah cerita " kata Doni yang juga tahu omnya Dimas sang asisten tuan Atmaja. Pasti juga tidak tahu menahu tentang berita ya ditutup rapat.


" Benar Don Dimas juga tidak tahu, karna pernikahan ini memang ditutup rapat sejak awal " kata papi Sakti


" Oh ya apa kalian sudah makan ra, sana makan dulu Gala berikan Rayyan pada mami. dan ajak Doni makan siang " perintah mami.Yang memotong obrolan sang suami.


" Oh iya mi , Gala baru sadar belum makan siang ayo Don " kata Gala mengajak Doni makan. Sambil menyerahkan Rayyan pada sang mami.


Sedang Aira berjalan lebih dulu .Menuju ruang makan. Dan menyiapkan piring untuk sang suami .Lalu Gala menyusul bersama Doni.


" By mau yang mana " tawar Aira pada sang suami .


" Udang dan cumi " kata Gala singkat.


" Doni ayo ambil sendiri " kata Gala menyuruh Doni untuk mengambil sendiri makanannya.


" Iya bos " kata Doni yang canggung. Lalu mengambil piring dan menaruh nasi yang banyak. Juga lauk pauknya karna dia memang lapar banget.


Gala yang melihatnya. Memicingkan matanya melihat porsi Doni yang banyak


" Habis segitu Don" kata Gala heran


" Lapar bos " kata Doni cuek.


Aira hanya tersenyum. Bukan hal aneh baginya. Karna ia juga pernah melihat Amar dan Levi temannya . Makan dalam porsi Jomlo.


" Kalo kurang nambah ya Don" kata Aira.


" Hah ......memang perut Doni karung bi , Masa sudah porsi segitu di suruh nambah bi" Kata Gala protes.


" By kan tiap orang beda beda seleranya apalagi tadi Doni bawa motor. Jadi tenaganya terkuras .Biarlah dia nambah kan masih banyak ini by " kata Aira.melirik Gala.


" Wah nona tahu selera saya pas ini. cocok emang mau nambah " kata Doni yang tak menolak ditawari makan nambah

__ADS_1


Akhirnya Gala diam membiarkan Doni makan dengan lahap. Karna dia pun mungkin akan seperti itu bila tenaganya terkuras habis.


__ADS_2